Mr.Richard'S Twins

Mr.Richard'S Twins
bab 113


__ADS_3

bryan menatap kesal daniel dengan segala umpatan didalam hatinya jika bukan dirumah sakit ia pasti sudah menghajar daniel.


" tenang! bagaimana aku bisa tenang jika sampai saat ini belum melihat langsung keadaan ghea.! desis bryan sembari menatap sinis daniel yang masih saja setia menunggu tidak pergi kemana pun.


" apa dia tidak ingin buang air kecil atau makan gitu.! batin bryan meletakkan tangan didagunya dengan otaknya yang mulai berpikir mencari cara agar bisa masuk tanpa sepengetahuan siapa pun.


bryan memutar bola matanya menelisik lebih luas sekitarnya demi bisa mendapatkan inspirasi atau ide.


bryan menyeringai saat otaknya sudah berhasil mendapatkan ide.


bryan beranjak dari duduknya sembari merapikan jasnya.


" mau kemana tuan.? tanya doni menghentikan bryan yang baru saja melangkah.


" cari makan.! jawab singkatnya tanpa memutar balik badannya.


doni berjalan menghampiri bosnya." biar saya saja tuan.!


" tidak usah.! ketusnya terus berjalan pergi meninggalkan doni yang masih diam ditempatnya.

__ADS_1


daniel menatap punggung bryan dengan segala kecurigaan dibenaknya.


sudah hampir lima belas menit tapi bryan belum juga kembali dengan makanan yang akan dibelinya.


ditengah keheningan rumah sakit membuat daniel yang terdiam dengan segala pikiran yang ada diotaknya dibuat terkejut dengan kedatangan seorang dokter.


daniel meneliti wajah dokter yang tertutupi masker, meskipun wajahnya ditutup tapi tetap saja daniel bisa mengenali jika dokter itu adalah bryan yang sedang menyamar.


" berhenti! anda tidak diizinkan masuk tuan bryan.! kata daniel dengan datar.


bryan mendengus kesal dengan gagalnya penyamaran pertama yang baru saja ia mulai.


doni beserta tiga bodyguard yang sejak tadi memperhatikan terkekeh kecil dengan aksi konyol bryan yang mencoba menipu daniel.


mendapati dirinya ditertawai bryan menatap tajam doni.


bukan bryan richard namanya jika baru sekali mencoba sudah menyerah, dengan memutar otaknya kembali bryan mendapatkan ide lain sebagai penyamaran namun harapan itu pupus saat ia mencobanya dan lagi-lagi daniel berhasil mengenali dirinya sudah berapa kali bryan mencoba menyamar dari mulai menjadi petugas kebersihan, perawat pria dan yang terakhir menyamar dengan berpura-pura sebagai pria paruh baya yang mengaku rekan bisnis rizal tapi tetap saja ia gagal dalam menipu daniel.


bryan mendengus kesal, beranjak dari duduknya menghampiri daniel yang masih kokoh berdiri tegak didepan kamar istrinya.

__ADS_1


" daniel apa kamu tidak lelah terus berdiri seperti itu! setidaknya pergilah dulu untuk makan atau minum mengisi energi.! kata bryan dengan sopan.


" tidak perlu! aku akan beristirahat setelah uncle rizal menyuruhku.! sahut daniel dengan tegas


" ohhhh ya ampun kenapa anda kaku sekali pak daniel.! kata doni sembari berjalan menghampiri bryan dan daniel dengan segannya doni memegang bahu daniel seperti orang yang sudah sangat mengenal daniel.


daniel menyingkirkan tangan doni dengan sopan.


" ayolah pak daniel kita pergi ke kantin untuk ngopi bareng.!


" aku tidak suka kopi.! jawab singkatnya membuat doni sedikit terkejut karna biasanya orang yang memiliki karakter seperti daniel adalah pecinta kopi.


" baiklah kalo begitu! bagaimana jika kita pergi makan karna aku sudah lapar.! doni menaik turunkan alisnya mencoba membujuk daniel.


" maaf pak doni jika anda lapar pergilah makan! anda kan bukan anak kecil yang apa-apa harus ditemani.! telak daniel membuat doni malu sendiri.


" tenang jangan emosi seperti itu! niat doni baik dengan mengajakmu makan.! lerai bryan saat merasakan ada aura panas yang diringin saling menatap tajam antara daniel dan doni.


bryan berjalan mendekati kamar ghea jika usahanya yang selalu gagal untuk memasuki kamar istrinya setidaknya ia masih bisa memastikkan keadaan istrinya melalui kaca kecil yang tertempel dipintu.

__ADS_1


__ADS_2