Mr.Richard'S Twins

Mr.Richard'S Twins
bab 43


__ADS_3

ghea menghela napas berulang kali untuk mengendalikan perasaan'nya.


rizal yang mengerti perasaan ghea langsung memegang tangan ghea. dengan pandangan mereka yang masih menatap ke dalam ruangan.


" hal seperti ini memang biasa terjadi.! lirih ghea.


maya menghapus air matanya, ia memilih untuk keluar dari ruangan daripada harus terus menangis mendengar bryan yang terus memanggil nama ghea.


Klek..


maya menghela napas.


" suami kita memanggil mu.! lirih maya yang kemudian berjalan pergi meninggalkan ruangan brayn dengan perasaan marah, kesal dan cemburu semua perasaan itu bercampur aduk di hati maya.


ghea memegang kenok pintu seraya menatap bingung punggung maya yang mulai menghilang.


ghea yang baru saja masuk di buat terkejut dengan keadaan bryan yang sudah menyenderkan kepala di besi brankar.


" kau darimana saja! aku sudah menunggu lama.! ucap bryan.


ghea melemparkan senyuman seraya berjalan mendekati bryan.


melihat ghea yang sudah duduk di sampingnya, bryan langsung memegang tangan'nya seraya terus tersenyum dan menatap ghea.


ghea yang merasa gugup, ia bingung harus mengatakan apa, rasanya ia ingin sekali memarahi bryan karna sudah bertindak ceroboh tapi mulutnya itu tidak mengizinkan dirinya memarahi suaminya itu.

__ADS_1


ghea menghela napas, berusaha menetralkan kegugupan'nya di hadapan bryan.


" bagaimana keadaan mu? apa sudah membaik? bagian mana yang masih terasa sakit? apa perlu aku panggilkan dokter untuk memeriksa mu.! serentetan pertanyaan keluar begitu saja dari mulut ghea yang hendak pergi untuk memanggilkan dokter


bryan memegang tangan bryan kemudian ia tertawa melihat tingkah ghea, ia memegang pipi chubby ghea.


" aku sudah membaik! kau sudah bisa lihat sendiri bagaimana kondisi ku sekarang! jangan terlalu mengkhawatirkan ku.! sahut bryan seraya tersenyum melihat pipi merah ghea.


ghea tertunduk malu dengan perkataan bryan.


bryan menatap sekeliling ruangan, kemudian melihat ke luar ruangan untuk mencari keberadaan seseorang yang ia tunggu.


" dimana maya? apakah dia tidak datang untuk menjenguk'ku.? tanya bryan seraya menatap ghea untuk mendapatkan jawaban'nya.


" maaf menganggu tuan! waktu nya untuk makan siang.! ucap perawat sembari meletak'kan nampan berisi makanan di atas nakas.


setelah ghea mengucapkan terima kasih, ia segera mengambil makanan bryan kemudian menyuapinya makan.


di tengah suapan ke tiga, bryan memegang tangan ghea yang hendak menyuapinya, menatap wajah ghea yang terlihat lemas.


" apa kau sudah sarapan.? tanya bryan.


'' sudah dengan roti.!


bryan menghela napas.

__ADS_1


" kau menyuapiku makan tapi kau sendiri hanya sarapan roti.! ucap bryan seraya menyuapkan makanan ke mulut ghea.


ghea menerima suapan'nya.


" kau harus menjaga kesehatan mu dan bayi kita! jangan sampai telat makan apalagi sampai lupa minum susu ibu hamil.! ucap bryan seraya menyuapkan kembali makanan ke mulut ghea.


ghea menerima suapan yang entah sudah ke berapa kali, senyuman terus terpancar melihat kepedulian bryan padanya.


.


.


seorang wanita sedang menangis di taman rumah sakit, duduk dengan kepala yang tertunduk menutupi matanya yang sembab karna tangisan.


" pakai ini.! ucap seseorang yang berdiri di samping maya seraya memberikan sapu tangan'nya.


maya menghapus air matanya, menalingkan wajahnya untuk menatap pria yang memberinya sapu tangan.


Maya menghempaskan tangan rizal hingga sapu tangan'nya jatuh.


" aku tidak membutuhkan ini! kau dan putri mu itu sama saja.! maya berdiri dari duduknya, kemudian melenggang pergi meninggalkan rizal.


" tunggu.! rizal memegang kembali tangan maya.


maya menghempaskan kembali tangan rizal.

__ADS_1


__ADS_2