Mr.Richard'S Twins

Mr.Richard'S Twins
bab 103


__ADS_3

" kenapa istriku mengantri.! tanya bryan dengan tegas.


" maaf pak nona ghea yang meminta sendiri untuk ikut menunggu bersama yang lain, katanya tidak enak harus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu padahal ia sudah sangat terlambat seperti itu katanya pak.! jelasnya dengan kepala sedikit tertunduk.


bryan menarik napas kasar.


" katakan pada dokter nadia mengenai keterlambatan istriku.! ucapnya sambil berjalan ke arah ghea agar lebih dekat dan lebih mudah memantau.


suster itupun pergi memasuki ruang pemeriksaan untuk mengatakan pesan bryan pada dokter nadia.


setelah pemeriksaan wanita hamil lain selesai kini giliran wanita hamil yang duduk disebelah ghea untuk memasuki ruang pemeriksaan karna namanya sudah dipanggil, melihat tidak ada lagi orang lain bryan menghampiri ghea dengan rasa sedikit takut jika istrinya itu akan marah padanya karna melupakan jadwal untuk mengantar pemeriksaan.

__ADS_1


" sayang.! ucap bryan dengan lirih memancarkan senyum terpaksa dengan perasaan yang praduga jika ghea akan langsung memarahi dirinya karna melupakan jadwal pemeriksaan sekaligus tidak mengangkat satupun telepon darinya.


ghea mendongkakan wajahnya ke arah sumber suara, menatap suaminya dengan tatapan sendu. mendapat tatapan sedih membuat bryan khawatir ia langsung mengambil sikap duduk disebelah ghea dan ghea langsung memeluk dan menyenderkan kepalanya dibahu suaminya.


bryan merespon sikap istrinya dengan senyuman bahagia, mendapat pelukan istrinya membuat bryan berpikir jika istrinya tidak sama sekali marah padanya yang ada istrinya itu sangat merindukan dirinya terlihat jelas ia langsung mendapat pelukan padahal sudah melakukan kesalahan.


bryan mengusap rambut ghea lalu menciumnya beberapa kali.


tidak mendapatkan respon apapun dari istrinya membuat bryan bingung dan penasaran, ia berusaha melepaskan pelukan ghea untuk melihat wajahnya tapi ghea menolak melepaskan pelukan itu, ia semakin erat memeluk bryan sembari beberapa kali mengelengkan kepala sebagai ungkapan tidak ingin melepaskan pelukan dari suaminya.


" baiklah kamu boleh memelukku sesuka mu! sampai besok pun aku akan menerimanya karna tubuh dan jiwaku ini hanya untukmu .! goda bryan mempererat pelukannya dengan sesekali memiringkan kepalanya berusaha melihat wajah istrinya karna sikapnya hari ini sedikit aneh membuat bryan sangat penasaran tapi ia tidak ingin memaksakan ghea untuk mengatakan apapun ia akan menunggu sampai ghea siap mengatakan apa yang menjadi beban dihati dan pikirannya sekarang.

__ADS_1


mengetahui suaminya berusaha melihat raut wajahnya membuat ghea semakin menegelamkan wajahnya didada bidang suaminya, menyembunyikan air matanya agar tidak membuat bryan khawatir tapi suaminya itu tentu saja tahu jika istrinya sedang menangis saat mendengar samar-samar suara sesegukan dan lagi ia merasakan sedikit basah dibagian dadanya.


bryan tidak bisa memaksa, ia hanya bisa menunggu sampai ghea mau mengatakan padanya sambil mengusap-usap kepala istrinya seolah memberikan isyarat jika ia akan selalu ada disamping ghea untuk menemaninya dengan selalu memberikan kenyamanan.


ghea masih memeluk erat suaminya meskipun kini giliran ghea melakukan pemeriksaan.


" sayang.! lirih bryan sambil berusaha melepaskan pelukan istrinya bukannya melepaskan pelukan ghea malah semakin erat memeluk suaminya.


" sayang sekarang giliran kamu yang melakukan pemeriksaan kandungan.! ucap bryan sembari mengusap-usap punggung istrinya.


diberitahu jika sekarang giliran dirinya melakukan pemeriksaan, ghea melonggarkan pelukannya sembari mengusap air matanya lalu berdiri dan jalan duluan ke ruang dokter kandungan tanpa mengatakan apapun.

__ADS_1


bryan mengerutkan keningnya menatap bingung tingkah istrinya yang seperti orang linglung. tidak ingin terjadi sesuatu pada ghea bryan bertindak cepat dengan menghampiri ghea, setelah berjalan bersamaan disamping istrinya bryan memegang tangan ghea.


__ADS_2