
setelah semua urusan dengan rumah sakit sudah selesai, maya dan doni pulang bersama bryan dan ghea.
didalam mobil sepanjang perjalanan tidak ada yang bicara satupun hanya ada keheningan diantara mereka berempat yang sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing.
setelah mengantar maya dan doni ketempat tinggal mereka masing-masing bryan dan ghea segera pulang ke mansion karna hari sudah mulai larut malam.
" aku akan buatkan susu untukmu.! ucap bryan setelah membaringkan tubuh ghea diatas ranjang lalu menutupi tubuhnya dengan selimut.
bryan segera turun kedapur untuk membuatkan susu ibu hamil untuk istrinya.
klek..
bryan yang sudah kembali kekamar membawa susu untuk ghea menatap bingung ranjang yang kosong tidak ada istrinya.
bryan berjalan ke meja sofa kamarnya, meletakkan nampan susu lalu mencari ghea dikamar mandi tapi ia tidak menemukannya. saat bryan melirik ke arah jendela kamar ia melihat ada bayangan orang yang sedang duduk, bryan yang mengira itu istrinya langsung mendekati jendela dan benar saja istrinya itu sedang duduk dibalkon dekat jendela sembari menatap terangnya langit karna cahaya bulan purnama dan para bintang.
" pakailah diluar sangat dingin.! ujarnya sambil menutupi tubuh istrinya dengan selimut tebal.
__ADS_1
ghea menoleh kearah suaminya memancarkan senyum lalu menoleh kembali menatap langit malam.
bryan mengambil posisi duduk disamping istrinya.
" bukankah mereka sangat indah dan cantik.! ucapnya tersenyum tipis sambil menatap pancaran senyum istrinya.
ghea mengangguk setuju dengan suaminya, bahwa langit malam akan bertambah cantik dan indah dengan adanya bulan dan bintang.
bryan tersenyum geli melihat istrinya yang salah mengartikan maksud darinya, yang ia maksud dengan cantik dan indah adalah senyum dan wajah istrinya bukan langit malam yang disangka ghea.
" apa aku akan menjadi wanita egois yang tidak akan bisa menyerahkan bayi yang aku kandung selama sembilan bulan kepada siapapun! termasuk ibu kandungnya.! batin ghea memancarkan senyum palsu pada suaminya.
" tapi bukankah aku berhak atas mereka karna aku yang mengandung mereka, menjaga dan memberikan kehidupan pada baby twins.! batin kembali ghea.
" baby twins ibu tidak pernah menyangka jika rasa sayangku pada kalian akan sebesar ini bahkan sebelum ibu melahirkan kalian berdua! aku wanita biasa tidak bisa mengendalikan semua emosi dan perasaanku sampai aku berbuat egois seperti ini pada ibu kandung kalian.! batin kembali ghea menunduk menatap perutnya dengan mata yang berkaca-kaca.
bryan yang tahu jika istrinya yang menangis dalam tundukan kepala, mengangkat dagu istrinya agar menatap lurus suaminya.
__ADS_1
" ada apa.?
ghea menyeka air matanya lalu mengeleng-gelengkan kepala.
" tidak apa-apa! ini air mata kebahagiaan karna bayi kembar kita cowo.! bohong ghea.
" apa jika bayi kembar kita perempuan kamu akan sebahagia ini.?
" tentu saja entah mereka cowo atau cewe atau bisa jadi keduanya aku akan tetap sebahagia ini.!
bryan mengusap air mata ghea lalu memeluk erat tubuhnya.
" aku sangat bahagia meskipun pada kenyataannya aku bukanlah ibu kandung mereka.! batin ghea membalas pelukan erat suaminya.
" aku bingung harus memberikan reaksi apa? disatu sisi aku bahagia dengan bayi twins kita tapi aku juga sangat takut jika kamu mengetahui masalah pada kandunganmu.! batin bryan dengan mata berkaca-kaca sembari membelai rambut ghea lalu menciumnya dengan rasa bersalah.
" bagaimana jika kamu akan memutuskan pilihan yang malah akan membuatku kehilanganmu selamanya.! batin bryan dengan deraian air mata yang sudah tidak bisa ia tahan lagi.
__ADS_1