
" aku sehat, baby twins sangat baik mereka tidak pernah merepotkanku.!
" syukurlah! lalu bagaimana dengan hasilnya? apa kamu sudah melakukan usg.!
ghea diam sejenak lalu mengeleng-gelengkan kepala.
" belum.?
" yahh sayang banget ya padahal kaka pengen liat perkembangan baby twins dari hasil usg! tapi gpp kaka akan menunggu sampai kamu bisa melakukan usg.! ujar maya menyembunyikan rasa kecewanya karna belum bisa melihat hasil usg bayinya.
maya melirik kekanan dan kekiri mencari sosok yang sejak tadi tidak dilihatnya.
" apa kamu melakukan pemeriksaan sendiri? dimana bryan kenapa aku tidak melihatnya sejak tadi.?
" dia sedang bicara dengan dokter nadia.!
ghea dan maya terus asik mengobrol sampai-sampai melupakan doni yang hanya duduk diam terus menguping pembicaraan mereka.
Klek..
ditengah perbincangan mereka berdua suster datang menghampiri doni, menyuruh maya untuk mengambil obat pereda sakit untuk kepala doni jika suatu saat terasa pusing karna benturan.
maya bergegas pergi untuk mengambil obat yang diperintahkan suster.
setelah maya keluar ghea menatap sinis doni, menanti jawaban yang tidak dijawab satupun dari mereka.
doni mengerutkan kening saat mendapat tatapan sinis dari istri bosnya.
__ADS_1
" apa yang terjadi.?
" maksudnya.? balik tanya doni yang tidak mengerti pertanyaan ghea.
" itu kepala dan kakimu kenapa diperban? bagaimana bisa kamu kecelakaan.? cecar ghea dengan sewot mendapat jawaba tele-tele doni.
doni reflek memegang kepala dan kakinya.
" ohhh ini hanya kecelakaan kecil karna kecerobohan saya.! bohong doni sembari melemparkan senyuman palsu.
" kecerobohan apa? apa kecelakaan mobil atau motor? dan apa kak maya sedang bersamamu saat kecelakaan.? cecar kembali ghea yang tidak puas dengan jawaban doni.
doni menggaruk kepalanya yang tidak gatal berpikir kebohongan apa yang akan dikatakannya lagi.
" saya mengalami kecelakaan seorang diri! maya tidak bersama saya saat itu.? bohong kembali doni
" tunggu dulu? jika tidak sedang bersama kak maya tapi kenapa dia ada disini seolah-olah kak maya juga ada ditkp? dan kenapa sikapnya sedikit berubah padamu.! beo ghea yang merasa ada kejanggalan.
doni kembali menggaruk kepalanya. kali ini ia bingung harus menjawab apa pertanyaan kesekian kali istri bosnya.
" ituuu.! jawab gagu doni.
klekk...
ghea dan doni menoleh kearah pintu dilihatnya maya masuk bersama dengan bryan.
bryan menghampiri doni yang tiba-tiba saja memasang wajah melas.
__ADS_1
" kenapa tidak mengabariku tentang kecelakaan mu.! tanya bryan dengan suara datar.
doni menautkan kedua telapak tangan didadanya.
" maaf tuan saya tidak mengabari anda karna tidak ingin menganggu urusan penting anda.!
" dasar.! ketus bryan sembari memegang kepala doni mengecek apakah kecelakaan yang terjadi padanya benar atau hanya pura-pura.
" awww.! pekik doni reflek memegang kepalanya yang sakit karna ditekan oleh bosnya.
" maaf aku tidak sengaja! hanya ingin memastikkan saja.! bryan terkekeh pelan dengan reaksi asisten sekaligus sahabatnya.
doni terus mengoceh kesal dengan kejailan tuannya tapi ocehannya itu tanpa suara karna jika bryan mendengar ocehannya bisa-bisa potong gaji.
bryan menghampiri istrinya lalu memegang pinggang istri yang sudah menghilang setengah jam tanpa memberitahu dirinya.
" kenapa tidak mengatakan apapun.! bisik bryan.
ghea mendongkak menatap kesamping lalu melemparkan senyum tipis.
" maaf.! ucap ghea sembari mengambil alih amplop coklat ditangan suaminya.
bryan yang sadar dengan aksi diam-diam ghea membuatnya kembali menatap istrinya.
" biar aku saja yang memegangnya.! pinta ghea.
bryan mengangkat kedua bahunya, melepas amplop coklat itu untuk diambil alih istrinya
__ADS_1
" untung saja aku sudah menyembunyikan kertas lainnya.! batin bryan menatap penuh arti ghea yang sedang memperhatikan maya dan doni.