Mr.Richard'S Twins

Mr.Richard'S Twins
bab 108


__ADS_3

dua wanita dewasa tengah duduk saling berhadapan diruang tamu dengan tatapan saling memandang, maya memandang adiknya dengan kebingungan akan maksudnya tiba-tiba datang sedangkan ghea memandang dengan kegelisahan dihatinya sejak kemarin.


" ada apa.? tanya maya yang bingung karna sejak tadi ghea terus diam tidak mengatakan apapun padahal tujuannya datang kemari ingin membicarakan hal penting dengannya.


ghea *******-***** ujung bajunya menahan rasa sesaknya jika hal yang ia takutkan akan benar-benar terjadi.


ghea menarik napas panjang, menyerahkan sebuah amplop yang sejak tadi dipegangnya pada maya.


maya menerima amplop dengan wajah bingung karna penasaran ia membuka amplop itu seketika senyuman bahagia terpancar, bagaimana tidak bahagia dengan melihat sebuah kertas yang memperlihatkan gambar hasil usg kedua bayi yang sudah ia tunggu-tunggu.


karna bahagia maya langsung memeluk adiknya, mencium rambutnya beberapa kali sebagai ungkapan terima kasih padanya karna sudah memberikan kabar yang begitu membahagiakan baginya.


maya terus menatap foto dengan penuh cinta dan penantian, tidak sabar menyambut kelahiran kedua bayinya yang sudah lama ia nanti-nantikan.


" aku tidak ingin menyerahkannya.! lirih ghea dengan wajah yang tertunduk menyembunyikan keegoisannya.


Degg.


perkataan ghea yang tidak terlalu dimengertinya entah mengapa membuat maya sontak terdiam, raut wajahnya yang bahagia berubah menjadi penuh kekecewaan.

__ADS_1


maya memegang kedua bahu ghea.


" apa maksudmu.? maya ingin memastikkan jika yang diucapkan ghea bukanlah menyangkut kedua putra kembarnya.


" aku tidak ingin menyerahkan kedua anakku padamu kak.! ucap ghea dengan bibir yang bergetar.


mendengar ucapan ghea membuat maya menatap penuh kemarahan, karna amarahnya membuat maya tanpa sadar mencengkram keras bahu adiknya hingga membuat ghea mengaduh kesakitan.


maya melepaskan kasar tangannya dengan tatapan wajahnya yang masih penuh kekecewaan.


" kak.! ucapnya sembari memegang tangan maya.


" pergilah.! lirih maya sambil menyeka air matanya.


ghea mendongkak menatap punggung kakanya yang sedikit bergetar.


" tapi kak.!


" aku bilang pergi.! sentak maya membuat ghea langsung terdiam saat hendak memeluk tubuh kakanya.

__ADS_1


ghea menyeka air matanya


" apa aku salah jika tidak ingin memberikan bayi ini padamu kak.! lirih ghea lalu pergi meninggalkan maya dengan rasa bersalah karna cintanya pada kedua bayi yang ada diperutnya. entah cinta atau keegoisan tapi yang pasti ghea tidak rela jika harus membierikan mereka pada maya.


maya yang merasa ghea sudah pergi ia membalikkan badannya lalu menjatuhkan tubuhnya disofa dengan deraian air mata.


maya yang hendak menutup pintu, menatap sinis adiknya yang masih berdiri didepan pintu apartementnya membuat perasaan maya kian bercampur aduk.


maya menutup pintu apartement dengan keras membuat ghea merasa sangat bersalah karna sudah berlaku egois.


" ghea.! pekik ryan berlari cepat kearah pintu salah satu apartement.


" kamu kenapa ghe.! kata ryan yang bingung melihat mantan tunangannya tiba-tiba pingsan tepat disaat ia baru keluar dari pintu lift.


ryan dengan sigap mengendong ghea memasuki pintu lift untuk membawanya segera pergi kerumah sakit yang jaraknya tak jauh dari apartementnya sekarang.


.


.

__ADS_1


ditempat lain bryan dan doni sedang berada dikantor polisi, memenjarakan seorang dokter dengan kasus operasi ilegal dikliniknya sendiri. dokter tomy yang melakukan operasi proses surrogate mother pada ghea telah dimasukan ke penjara oleh bryan karna sudah melakukan tindakan ceroboh yang membuat istrinya mengalami keadaan tidak baik-baik saja.


__ADS_2