Mr.Richard'S Twins

Mr.Richard'S Twins
bab 61


__ADS_3

ghea mendorong tubuh bryan.


" bisakah kau melakukan nya dengan lembut.! pinta ghea dengan memasang wajah melasnya.


bryan mengerucutkan keningnya, menatap bingung ghea.


" kenapa kau bertanya seperti itu! seolah-olah sudah mengetahui dan mengalaminya.! cecar bryan. sorot matanya menatap tajam istrinya.


ghea tersenyum tipis.


" tentu saja aku tahu karna teman ku pernah bercerita tentang malam pertamanya.! seloroh ghea. ia kemudian tertawa saat mengingat temanya yang bercerita mengenai hal tersebut dengan polos nya.


bryan bernapas lega setelah mendengarkan penjelasan istrinya.


ghea menghentikan tawanya, ia menatap tajam suaminya.


" tunggu dulu! kenapa bertanya seperti itu? apa kau mengira aku wanita yang kau pikirkan.! wajah ghea memerah karna marah saat suaminya mencurigai dirinya.


bryan memegang tangan ghea yang langsung di tepis olehnya.

__ADS_1


ia memalingkan tubuhnya membelakangi bryan seraya terus berdecak kesal padanya.


bryan yang tidak mudah menyerah, ia melingkarkan tangan'nya memeluk erat tubuh istrinya.


bryan memutar tubuh ghea menghadap dirinya, menatap penuh gairah wanitanya, terus memberikan ciuman di lehernya hingga meninggalkan banyak sekali tanda, tak lupa ia mulai memegang bagian-bagian tubuh yang paling banyak di sukai oleh pria.


ghea yang merasakan geli, terus menjambak rambut suaminya sebagai pelampiasan rasa gelinya, bryan yang merasakan sakit karna rambutnya di jambak ia tidak memperdulikan'nya sama sekali karna baginya itu bukanlah hal baru baginya, hal seeprti itu sering terjadi saat ia melakukan hubungan suami istri saat dengan maya.


bryan menghentikan aksinya, ia mengangkat tubuh ghea lalu membawa nya ke atas ranjang, bryan segera membuka seluruh baju yang dikenakan'nya, tidak ada sehelai pakaian pun yang melekat pada tubuh kekarnya.


Ia segera naik ke atas ranjang, menaruh tubuhnya di atas tubuh istri nya, mencium kembali leher ghea penuh gairah seraya membuka lingerie yang sedang di kenakan, ciuman tersebut kemudian turun ke bagian tubuh yang paling di sukai seraya memainkan bagian itu.


setelah melakukan pemanasan, sekarang giliran bryan mulai melakukan penyatuan, kali ini ia akan merasakan kesulitan karna melakukan penyatuan dengan wanita yang masih virgin.


bryan terus berusaha melakukan penyatuan dengan perlahan mengingat kondisi istrinya yang sedang mengandung, mau tidak mau ia harus melakukan nya secara perlahan dan penuh kelembutan agar tidak menyakiti janin di perutnya.


" awww.! pekik ghea.


ia terus berteriak saat merasakan sesuatu masuk ke dalam mahkota tubuhnya, deraian air mata tak terasa menetes saat merasakan hal itu.

__ADS_1


" tenanglah! aku sudah melakukan'nya secara perlahan.! bisik bryan. ia mencium bibir dan pipi ghea untuk menenangkan'nya.


bryan pun tak kalah memekik kesakitan saat jari jemari ghea mencakar punggung'nya dengan sangat keras hingga meninggalkan banyak luka.


setelah bryan puas bermain ia meminta ghea yang bermain, ia segera membalik'kan tubuhnya ke bawah tanpa melepaskan penyatuan'nya. ghea yang baru pertama kali melakukan hal tersebut ia berusaha melakukan'nya sebaik mungkin agar suaminya terpuaskan.


sudah cukup lama mereka melakukan olahraga panas, sampai akhirnya bryan berhenti saat melihat ghea yang sudah merasakan lelah sejak tadi.


" apa kau sudah lelah.! bryan menyingkirkan helaian rambut yang menempel pada wajah ghea.


ghea mengangguk dengan raut wajah yang lelah dan penuh keringat.


bryan melepaskan penyatuan dengan lembut, ia menjatuhkan tubuhnya di samping istrinya, menatap ghea yang sudah tertidu pulas karna kelelahan, membelai lembut wajah manis istrinya.


bryan mencium bibir ghea.


" terima kasih.! mungkin kata itu saja yang bisa di ucapkan'nya kepada wanita yang sudah menyerahkan semua padanya, wanita yang sangat di cintainya.


bryan memutar tubuh ghea ke samping, melingkarkan tangan di pinggang'nya, terus menatap wanita di hadapan'nya hingga membuatnya tertidur dengan sendirinya

__ADS_1


__ADS_2