
ghea yang mendapati sikap dan perhatian bryan membuat wajahnya merah merona jantung nya pun berdetak sangat cepat hingga rasanya ingin copot dari tubuhnya.
bryan tersenyum saat melihat ekspresi wajah ghea yang tegang dan gugup, ia menyadari jika saat ini ghea tersipu malu karna ucapan dan sikapnya.
bryan melepaskan tangan ghea kemudian berdiri kembali, mencium puncuk kepalanya dengan mesra dan kembali mendorong kursi roda.
Ghea yang masih terpatung dengan sikap bryan tidak memberikan reaksi apapun, hanya tersenyum malu seraya tangan kanan'nya masih menempel di dadanya sedangkan tangan kirinya terangkat menyentuh puncuk kepala yang di cium bryan.
Setelah sampai di mobil dengan segera bryan mengendong ghea masuk ke dalam mobil.
" kau tunggu disini, aku akan segera kembali.! bryan menutup kembali pintu mobil kemudian melenggang pergi entah kemana.
" dia pergi kemana.! Lirih ghea menatap dari punggung bryan yang mulai menghilang.
ghea yang tidak mau ambil pusing dengan yang dilakukan bryan, lebih baik baginya memainkan ponsel daripada terus menatap punggung bryan yang entah menghilang kemana.
Setelah sepuluh menit menunggu, bryan menghampiri ghea dengan banyak paper bag di tangannya.
__ADS_1
ghea yang masih sibuk membalas pesan dari seseorang tidak menyadari bryan yang sudah memasuki mobil yang kini menatap tajam dirinya.
" tadi aku membeli susu ibu hamil dan vitamin untukmu.! bryan memulai pembicaraan sembari menyodorkan beberapa paper bag di tangannya.
" hmm.! ghea menjawab dengan gumanan tanpa memalingkan wajahnya menatap bryan. masih fokus memainkan ponselnya.
bryan menghela napas lalu mendengus kesal melihat sikap ghea yang mengacuhkan dirinya yang lebih memilih terus fokus memainkan ponsel.
bryan yang sudah sangat kesal merebut paksa ponsel ghea yang langsung mendapatkan reaksi dari sang pemilik ponsel.
" bryan.! Pekik ghea dengan kesal. menatap tajam bryan yang sudah merebut paksa ponselnya. " kembalikan ponsel ku.! Pinta ghea penuh kelembutan.
ghea yang tidak mau mengalah begitu saja, terus memberontak untuk mendapatkan kembali ponsel yang berada di tangan bryan.
ghea yang sudah menyerah karna usahanya untuk memberontak hanya membuang waktu, ghea memutar matanya menatap sekeliling seraya berpikir cara apa yang bisa ia gunakan untuk mengambil kembali ponselnya.
ghea menghela napas sebelum kembali membujuk bryan.
__ADS_1
" bryan tolong! kembalikan ponsel ku.! pinta ghea dengan memasang wajah melas agar lebih mudah mempengaruhi bryan dengan tampang melasnya.
" kenapa.! bryan mendekatkan wajahnya menatap ghea. " sepertinya kau sangat ketakutan melihat ponsel mu berada di tangan ku.! bryan mengeluarkan ponselnya lalu mulai membuka ponsel istrinya.
mendapati kesempatan dengan sigap ghea kembali mengambil ponselnya, segera mengamankan ponselnya di dalam tas.
bryan berdecak kesal karna merasa sudah di bodohi wanitanya.
" shitt! jadi seperti ini caramu menipu orang.! ketus bryan memalingkan wajahnya menatap depan.
ghea yang tidak ingin meladeni bryan, mengambil beberapa paper bag untuk memeriksanya.
" apa ini? kenapa kau membeli susu ibu hamil merk lain dan kenapa bukan rasa coklat.! Keluh ghea. menatap beberapa box kecil susu ibu hamil di tangannya, merk dan rasa susu yang tidak ia sukai.
" kenapa kau harus marah! Lagipula aku tidak tahu merk apa dan susu rasa apa yang kau sukai.! Ketus bryan. menatap sekilas ghea lalu kembali fokus menyetir mobil.
" kenapa kau tidak bertanya? apakah bertanya padaku kau harus membayar mahal.! Cibir ghea yang kemudian melempar paper bagnya ke kursi belakang.
__ADS_1
bryan yang melihat barang-barang yang sudah susah payah ia dapatkan dengan begitu saja di lempar membuatnya marah.