Mr.Richard'S Twins

Mr.Richard'S Twins
bab 40


__ADS_3

ketua perampok tersebut mulai memukuli bryan dengan kejam'nya, bryan tidak membalas pukulan dan tendangan dari ketua kelompok karna melihat ghea dalam bahaya, jika ia berusaha melawan maka akan membahayakan wanitanya.


" aww.! Pekik bryan. memegang anggota tubuh yang terkena pukulan dan tendangan yang tidak berhenti.


" bryan.! teriak ghea. air matanya terus menetes melihat kondisi bryan yang terus dipukul dan di tendang.


" cukup!! aku mohon jangan pukuli dia lagi? aku mohon padamu.! lirih ghea. menjatuhkan tubuhnya ke lantai, menunduk'kan kepalanya menatap lantai, rasanya ia ingin pingsan saja karna tidak sanggup melihat keadaan suaminya yang sudah lemas karna terus di pukul.


hanya suara rintihan kesakitan yang keluar dari mulut bryan saat mendapatkan banyak sekali pukulan dan tendangan yang bertubi-tubi, bahkan cucuran darah saat bertarung tadi saja belum sempat kering tapi sekarang ia harus merasakan sakit lagi di tubuhnya dengan cucuran darah yang terus mengalir.


para tawanan dan pegawai toko tidak ada yang berani menyelamatkan bryan, mereka tidak peduli. hanya satu yang mereka pikirkan sekarang yaitu bagaimana mereka bisa keluar dengan selamat seakan tak peduli dengan nasib seorang pria yang tengah di pukul habis-habisan di depan mata mereka.


" tadi lo bergaya sok pahlawan! sekarang gw bakal kasih pelajaran buat lo karna udah memukuli anak buah gw.! ketua perampok menodongkan pistol di badan bryan yang sudah terkapar jatuh ke lantai.

__ADS_1


ucapan ketua perampok tersebut membuatnya sontak menatap ke bryan, panik tentu saja ia rasakan saat melihat ketua perampok menodongkan pistol seakan sudah siap menembak target.


" tidak! aku mohon jangan tembak dia! aku mohon padamu jangan menembaknya, jangan.! lirih ghea menatap sendu ketua perampok. dalam lubuk hatinya ia berharap mendapatkan belas kasihan sang ketua perampok.


ketua kelompok tersebut menatap ghea kemudian mengela napasnya.


" kita pergi.! seru ketua perampok seraya memasuk'kan kembali pistolnya ke dalam baju.


ketua perampok tersebut menatap ke anak buahnya.


" ckk. dasar lemah! menyusahkan saja.! ketusnya. " cepat kau bangunkan mereka sebelum polisi datang.! ketua perampok mengambil tas yang berisikan uang yang sudah berhasil mereka rampas.


" bagaimana dengan dia.! perampok tersebut melirik ke arah wanita yang sedang di sandranya.

__ADS_1


" lepaskan saja.! ketua perampok berjalan pergi agar segera keluar dari tempat ini.


setelah melepaskan ikatan tali ghea, perampok tersebut segera membangunkan ketiga teman perampoknya yang jatuh pingsan dengan cipratan air.


ghea yang sudah terbebas, langsung menghampiri bryan yang sudah terkapar pingsan di lantai. ghea terus menangis di samping suaminya itu seraya berusaha menyadarkan'nya, ghea sangat takut jika terjadi sesuatu pada suaminya itu karna pukulan dan tendangan yang di dapatkan'nya tadi. jantungnya hampir copot saat melihat suaminya sudah di todongkan pistol oleh para perampok tersebut.


setelah melihat para perampok tersebut pergi dan kondisi aman di dalam membuat ghea langsung membuka'kan satu persatu ikatan tali para tawanan meskipun dengan tubuh dan kaki yang lemas saat menyaksikan para perampok terus memukuli dan hampir saja menembak suaminya.


" bantu aku membawa suamiku.! pinta ghea


dengan segera mereka menggotong bryan keluar dan menaik'kan nya ke dalam salah satu mobil pengunjung untuk segera di bawa ke rumah sakit.


tak lama terdengar suara sirine mobil polisi dan dengan segera para polisi menghampiri tempat kejadian untuk mengecek keadaan para pengunjung yang sempat di jadikan tawanan.

__ADS_1


__ADS_2