Mr.Richard'S Twins

Mr.Richard'S Twins
bab 96


__ADS_3

bryan yang tidak terima ia melempar balik bantal ke arah rio tapi sayangnya lemparan itu tidak tepat sasaran. kesal karna lemparannya tidak tepat sasaran bryan melepaskan genggaman tangannya berjalan ke arah sofa yang tak jauh dari jangkaunnya lalu bryan kembali melempar bantal ke arah rio tapi lagi-lagi lemparannya selalu saja tidak tepat sasaran karna rio selalu saja berhasil menghindari semua lemparannya. bryan yang tidak akan berhenti dengan tujuannya sampai ia bisa puas melempar bantal tepat sasaran mengenai wajah rio. bukannya marah ataupun membalas rio malah terlihat bahagia karna semua lemparan suami sepupunya itu selalu saja gagal membuat rio dengan sengaja mengejek lemparan bryan yang selalu gagal.


ghea yang berusaha menghentikan tingkah konyol mereka ia berniat berpura-pura pingsan agar suami dan sepupunya itu berhenti bertingkah konyol tapi bukannya berpura-pura ghea malah jatuh pingsan beneran.


" nyonya.! pekik pelayan yang tanpa sengaja melihat ghea merebahkan tubuhnya. pelayan itu langsung menghampiri ghea disusul bryan dan rio yang terkejut dengan keadaan ghea.


bryan segera membawa ghea menuju kamar, ia membaringkan tubuh istrinya lalu meminta rio untuk segera menelepon seorang dokter untuk datang segera memeriksa keadaan ghea.

__ADS_1


butuh waktu sedikit lama menunggu kedatangan seorang dokter karna daerah villa ghea yang bertempat dipelosok desa dengan akses yang apa adanya ditambah lagi mereka memanggil seorang dokter ditengah malam seperti ini.


" dimana dokternya? kenapa sampai sekarang belum sampai juga.! tanya bryan dengan cemas sudah hampir satu jam mereka menunggu tapi dokter belum sampai juga.


" sabar! ini tuh didesa bukan kota jadi butuh waktu lama untuk sampai kemari dan lagipula ini sudah malam pasti membutuhkan waktu lebih lama mengingat jalanan desa yang tidak sesuai.! jelasnya mencoba menghilangkan sedikit kekhawatiran pada bryan karna sejak tadi suami dari sepupunya itu terus bermondar-mandir kesana kemari membuat rio menjadi pusing sendiri melihat rasa cemasnya.


" sabar sabar saya tidak bisa sabar jika menyangkut kesehatan ghea! bukan seperti anda yang terlihat biasa saja saat keadaan ghea yang tidak baik-baik.! sindir bryan.

__ADS_1


" jaga bicara anda, saya juga khawatir dengan keadaan ghea tapi reaksi ku itu tidak berlebihan seperti mu.! balas rio dengan sinis ia tidak terima disindir seperti itu. tentu saja ia cemas dan khawatir tapi bukan berarti ia harus bertindak berlebihan karna akan percuma yang bisa mereka lakukan adalah menunggu kedatangan dokter sambil berdoa agar keadaan ghea baik-baik saja.


ditengah perdebatan mereka, pelayan yang sejak tadi duduk disamping ghea sembari memijit-mijit kakinya hanya bisa menghela napas mendengar perdebatan kedua tuannya.


perdebatan rio dan bryan baru berhenti setelah dokter sampai dan langsung memeriksa keadaan ghea, bryan dan rio menatap cemas sembari menunggu penjelasan dokter mengenai keadaan ghea sekarang, kedua pria itu sangat takut dan khawatir jika terjadi sesuatu pada ghea.


" bagaimana dengan keadaan istri saya dok.? tanya bryan saat melihat dokter merapikan peralatan medisnya karna sudah selesai memeriksa keadaan ghea.

__ADS_1


" tidak ada yang perlu dikhawatirkan istri anda hanya mengalami kelelahan oleh karna itu dia jatuh pingsan, nona ghea hanya membutuhkan istirahat yang cukup agar kondisinya kembali membaik.! jelas dokter pria itu sembari merapikan mantel putihnya.


" ini semua gara-gara kamu otak mesum.! seru rio menatap sinis bryan menyalahkannya atas semua yang terjadi pada sepupunya.


__ADS_2