Mr.Richard'S Twins

Mr.Richard'S Twins
bab 102


__ADS_3

" tidak apa-apa kak.! sahut ghea sembari mengelengkan kepala, ia membalas pelukan wanita yang baru saja ia anggap sebagai kaka.


wanita itu mengendorkan pelukannya, menatap sendu ghea menyeka air matanya.


" jangan bersedih! kamu bisa menganggapku sebagai ibu untuk sedikit menghilangkan rindu mu pada sosok ibu.! serunya sembari melemparkan senyuman


ghea mengangguk sembari tersenyum bahagia, ia merasa bersyukur karna sudah dipertemukan dengan wanita baik yang langsung menganggapnya seperti adik sendiri.


" jika suamimu datang kemari beritahu aku maka aku akan memukulnya karna tidak ikut serta menemani adikku untuk memeriksakan kandungannya.! Seloroh wanita itu membuat ghea mengukir senyuman.


" gitu donk harus banyak tersenyum biar tambah cantik dan seksi.! godanya sambil mencubit gemas pipi ghea.

__ADS_1


" nanti kita marahi suamiku bersama-sama.! sahut ghea yang langsung mendapatkan senyuman dari kedua wanita itu.


wanita itu memegang tangan ghea.


" kamu tau kebahagiaan wanita akan menjadi sempurna saat ia sudah menjadi seorang ibu bagi anak-anaknya.! ucapnya.


" dengan menjalani kehidupan bersama dengan suami yang sangat kita cintai dan menambah bumbu-bumbu dengan saling mencintai dan menghormati satu sama lain sudah sangat membahagiakan bagi seorang wanita dan kebahagiaannya akan bertambah sempurna saat ia sedang mengandung anak hasil buah cintanya dengan suami.! ucap wanita itu memberikan sedikit arti kebahagiaan sempurna bagi seorang wanita.


saat sedang sendiri dan mengkhayalkan kelahiran bayi diperutnya, ghea menjadi sedih dan takut, sedih karna jika nantinya ia tidak memiliki hak atas bayi yang akan segera ia lahirkan, padahal ia sudah sangat menyayangi baby twins meskipun mereka bukanlah tercipta dari sel telurnya tapi tetap saja nalurinya sebagai wanita dan calon ibu sudah pasti membuatnya sedih jika harus merelakan anak yang sudah dikandungnya selama sembilan bulan. takut tentu saja ia selalu dibayangi rasa takut jika suatu saat maya akan mengambil haknya atas mereka, takut jika dia tidak bisa menyalurkan rasa cinta dan kasih sayangnya untuk mereka karna tidak memiliki hak apapun.


" kenapa kamu jadi bersedih seperti itu! apa aku kembali mengatakan hal salah.! ucap wanita itu yang khawatir jika perkataannya kembali menyakiti hati dan membuatnya sedih seperti tadi.

__ADS_1


ghea mengelengkan kepala.


" tidak apa-apa kak aku hanya merasa terharu saja.! bohong ghea sembari menyeka air matanya yang baru saja menetes.


bryan yang baru sampai hendak menghampiri ghea yang sedang asik mengobrol dengan wanita hamil lainnya tapi niatnya ia urungkan karna tidak ingin menganggu pembicaraan para ibu-ibu hamil.


tersisa tiga wanita hamil yang sedang menunggu panggilan pemeriksaan termasuk ghea yang mendapatkan antrian terakhir setelah ghea tidak ada lagi yang mendaftar.


" kenapa ghea belum melakukan pemeriksaan? apa dia sedang ikut mengantri tapi kenapa bukankah aku sudah membuat janji khusus dengan dokter kandungan.! batin bryan menatap penuh arti ghea yang sejak tadi terus tersenyum bersama wanita hamil disebelahnya.


bryan menatap tajam kearah suster, suster yang melihat pemilik rumah sakit sedang berdiri tak jauh dari ruang tunggu pemeriksaan ibu hamil sambil menatap tajam dirinya seakan ia tahu jika bryan meminta penjelasan, dengan gugup menghampiri bryan untuk memberikan penjelasan agar tidak salah paham.

__ADS_1


__ADS_2