
bryan menghentikan ocehan ghea dengan mencium bibirnya.
" bagaimana? apa perlu aku jelaskan lagi.! ucap bryan dengan dingin
ghea menggelengkan kepalanya.
setelah selesai bersiap, bryan langsung mengajak ghea memasuki mobil dan membawanya pergi ke bandara.
setelah sampai di bandara, bryan menghampiri dua pengawalnya yang tengah memegang koper dan tas kecil.
" bagaimana? semuanya aman.! tanya bryan. ia harus memastik'kan semua nya sudah selesai sesuai perintahnya.
" semuanya sudah selesai tuan! ini pakaian dan dokumen penerbangan anda.! ucap salah satu pengawal seraya memberikan tas paper bag.
" pekerjaan kalian sudah selesai! pergilah bantu doni menangani maya.! titah bryan seraya mengambil alih koper kecil.
" maaf tuan apa anda yakin tidak ingin kami temani.! ucap salah satu pengawal.
" tidak perlu! lagipula disana sudah ada beberapa bodyguard yang akan mengawal kami.! ucap bryan yang kemudian berjalan mengandeng ghea menuju pesawat pribadinya.
di sepanjang jalan ghea terus bertanya kemana dirinya akan pergi tapi suaminya itu diam saja tidak menjawab sama sekali pertanyaan'nya.
" ini pesawat ku! bagaimana? besar dan mewah bukan.! pamer bryan dengan gaya sombong.
__ADS_1
" biasa aja! pesawat daddy ku bahkan lebih besar dari pesawat mu ini.! ghea berjalan masuk ke dalam pesawat tanpa menunggu suaminya.
bryan memasuki pesawat seraya berdecak kesal karna pesawat favoritnya di ejek oleh istrinya sendiri.
setelah memasuki pesawat, sepasang suami istri itu duduk di tempat yang berbeda, entah kenapa ghea sengaja ingin duduk berjauhan dengan suaminya itu.
melihat ghea yang sengaja mencari tempat duduk yang jauh, bryan memanggil'nya untuk menyuruhnya duduk di sebelahnya, tapi ghea menghiraukan panggilan suaminya, ia menatap bryan lalu mengibaskan tangan'nya yang menandakan ia tidak peduli dengan perintah bryan padanya.
bryan memilih untuk mengalah, jika ghea tidak mau duduk di sampingnya bukan berarti ghea bisa menghentikan dirinya duduk di samping dirinya.
bryan bangun dari duduknya, kemudian ia tersenyum licik seraya menatap ghea.
" baiklah! jika kau tidak mau disini, maka aku yang akan duduk disana.! Oceh bryan dengan nada pelan sembari berjalan menghampiri ghea.
ghea menatap bryan yang duduk di sampingnya, kemudian ia memalingkan kembali wajahnya menatap pemandangan alam di bawah sana.
lagi-lagi bryan hanya diam saja tidak menjawab apapun.
ia memalingkan wajahnya, menatap sekilas suaminya yang tengah sibuk dengan ponsel.
" aku rasa tubuhnya itu kemasukan jin sailent! oleh sebab itu dia hanya diam tidak menjawab apapun.! guman ghea yang masih bisa di dengar bryan.
" aku mendengarnya.!
__ADS_1
" ckk.. mendengar apa? memangya tadi aku bicara apa.? elak ghea.
bryan meletak'kan ponselnya, kemudian ia tersenyum dan menatap ghea
" kenapa menatap ku terus! apa aku terlihat sangat tampan dan menarik.! ucap bryan yang sangat percaya diri.
ghea memincingkan bibirnya.
" tidak benar.! ghea memalingkan kembali wajahnya ke arah lain.
lagi-lagi bryan hanya diam saja tidak menjawab apapun.
ia memalingkan wajahnya, menatap sekilas suaminya yang tengah sibuk dengan ponsel.
" aku rasa tubuhnya itu kemasukan jin sailent! karna itu dia hanya diam tidak menjawab apapun.! guman ghea yang masih bisa di dengar bryan.
aku mendengarnya.!
" ckk.. aku mendengarnya? mendengar apa? memangya tadi aku bicara apa.? elak ghea.
bryan meletak'kan ponselnya, kemudian ia tersenyum dan menatap ghea
" kenapa menatap ku terus! apa aku terlihat sangat tampan dan menarik.! ucap bryan yang sangat percaya diri.
__ADS_1
ghea memincingkan bibirnya.
" tidak benar.! ghea memalingkan kembali wajahnya ke arah lain.