Mr.Richard'S Twins

Mr.Richard'S Twins
bab 114


__ADS_3

saat hendak mengintip melalui kaca daniel dengan cepat berdiri didepan pintu menghalangi bryan.


bryan yang lagi-lagi mendapatkan hal seperti itu mulai tidak bisa menahan lebih lama lagi emosinya, bryan mendorong daniel menyingkirkan daniel dari hadapannya yang selalu saja menghalangi bryan meskipun hanya untuk sekedar melihat dari jauh.


mendapati dirinya didorong, daniel tidak ingin menghalangi lagi bryan, ia akan diam membiarkan bryan.


bryan menatap sendu keadaan istrinya yang terbaring lemah diranjang rumah sakit dengan raut wajah yang letih.


ditengah tatapan fokus bryan tiba-tiba daddy mertuanya muncul dikaca kecil pintu menghalangi fokus dirinya pada ghea.


" setan.! pekik bryan tubuhnya sedikit terdorong kebelakang karna terkejut bagaimana ia tidak terkejut jika tiba-tiba saja wajah cantik istrinya berubah menjadi wajah pria yang sangar


Klek..


bryan mengusap-usap dadanya memeriksa apakah jantungnya masih menempel dan berfungsi dengan baik.


sedangkan lima orang yang melihat kejadian konyol tadi hanya bisa menahan tawanya menertawakan kejadian tadi.


" masuk.! kata rizal pada bryan membuat bryan terbengong masih diam ditempatnya.


" mau masuk atau tidak.! kata rizal sekali lagi membuyarkan lamunan bryan.

__ADS_1


dengan cepat bryan masuk kekamar ghea sebelum ayah mertuanya itu berubah pikiran untuk membiarkannya masuk.


sebelum kembali masuk rizal menatap bingung lima orang yang sejak tadi tertunduk dengan usaha menahan tawa.


bryan berjalan mendekati istrinya dengan wajah berbinar setelah menunggu lama, raut wajah bahagia tidak bisa ia sembunyikan saat rizal mengizinkan dirinya untuk menjenguk ghea.


setelah berdiri tepat disamping ranjang istrinya, bryan mengambil posisi duduk lalu mengambil tangan ghea mengenggamnya dengan erat tidak akan melepaskannya sampai kapanpun.


bryan terus menciumi punggung tangan ghea dengan raut wajah sendu membuat ghea bingung akan sikap lebay suaminya padahal ia hanya jatuh pingsan saja karna kelelahan.


" ada apa sih ini.? tanya ghea melirik ke bryan dan rizal secara bergantian menantikan jawaban yang akan menghilangkan kebingungannya.


" tidak apa-apa sayang.! bohong rizal melemparkan senyum tipis agar ghea tidak mengkhawatirkan apapun.


bryan mengeleng-gelengkan kepala.


" tidak apa-apa.!


" jika tidak terjadi apa-apa? kenapa reaksi kalian lebay sekali padahal aku hanya pingsan saja bukan baru saja terbangun dari koma tiga bulan.! ucap ghea ceplas ceplos membuat dirinya langsung mendapatkan tatapan tajam dari dua pria didekatnya.


dengan cepat ghea menutup mulutnya tersenyum malu dengan keadaan mulutnya yang tidak bisa dijaga disaat keadaan seperti ini.

__ADS_1


bryan mencium kembali punggung tangan ghea.


" jangan bicara seperti itu! jangankan lima bulan untuk satu hari saja aku tidak bisa menjalani kehidupan tanpa dirimu.! kata lebay bryan membuat ghea rasanya ingin memuntahkan makanan yang tadi pagi ia makan.


ghea memberikan reaksi seolah-olah ingin muntah saat mendapatkan gombalan lebay dari suaminya.


bryan memanyunkan bibirnya dengan reaksi ghea.


" lebay.! ejek ghea sembari mencubit gemas lengan suaminya.


" awww.! pekik bryan memasang wajah lebaynya demi mendapatkan perhatian ghea.


" lebay.! desisnya.


" kok lebay sih! ini beneran sakit loh.! lirihnya sembari memperlihatkan merah-merah kecil bekas cubitan tangan istrinya.


rizal berdehem membuat kedua pasangan yang sedang saling melempar senyum langsung terdiam dan menatap kearahnya.


" ghea jangan bicara sembrono seperti tadi daddy tidak suka mendengarnya.! kata rizal dengan tegas membuat ghea tertunduk diam merasa bersalah dengan ucapan yang keluar begitu saja dari mulutnya tanpa berniat mengatakannya.


'' maaf.! lirihnya.

__ADS_1


tidak ada suara yang terdengar lagi setelah rizal memberikan ucapan tegas padanya, hanya saling menatap antara ghea dan bryan.


__ADS_2