
ghea yang sedang mencari-cari letak dimana krim malam dan siang, gerakan tangan'nya terhenti karna bryan memegang lengan'nya.
" kenapa kau membeli make up di saat sedang hamil.! bryan memegang tangan'nya seraya menatap tajam ghea dengan krim wajah di tangan'nya.
" memang'nya ada apa dengan krim ini.? balik tanya ghea yang bingung dengan reaksi bryan.
" apa kau tidak tahu bahaya menggunakan make up di saat sedang mengandung.! tegas bryan. melirik perut ghea.
mendengar ucapan yang dilontarkan bryan, sontak membuat ghea tertawa terbahak-bahak.
" ohhh! ghea mengambil salah satu krim wajahnya. " krim wajah ini mengandung bahan alami dan sudah terdaftar di BPOM, jadi kamu tidak perlu khawatir dengan kandungan krim wajah yang aku beli.! jelas ghea. menatap wajah bryan yang tampak khawatir dengan apa yang di belinya.
" cepat! serahkan uangnya.! teriak seorang pria yang menutup wajahnya seraya menodongkan pistol ke kasir minimarket.
" dan kalian! jangan mencoba untuk menelepon polisi jika masih ingin hidup.! ancam salah satu perampok yang seraya menodongkan pistolnya ke arah pengunjung minimarket.
bryan dan ghea yang terkejut dengan suara teriakan orang, membuat ghea dan bryan mengintip dari balik rak untuk memastikan kondisi yang sedang terjadi.
__ADS_1
dan benar saja, lima orang pria kekar dengan pakaian serba hitam dengan pistol di tangan mereka masing-masing sedang mengancam dan mengikat para pengunjung agar tidak ada yang melarikan diri yang akan berimbas pada pelaporan polisi.
ghea yang terkejut karna ada perampok di minimarket yang sedang mereka datangi membuat ghea panik dan gugup tak terkecuali bryan, tidak ingin menambah ketakutan ghea, bryan berusaha untuk tenang.
bryan menarik tangan ghea memasuki toilet untuk menyembunyikan'nya disana.
setelah di dalam toilet bryan mencari-cari ponselnya di kantong celana tapi ia tidak menemukan'nya.
" shitt..dimana ponselnya.! bryan meraba kantong celana dan jas'nya untuk mengambil ponsel tapi ia tidak menemukan'nya.
" kurang ajar ponselnya tertinggal di dalam mobil.! bryan mengacak-acak rambutnya merutuki kebodohan'nya meninggalkan barang penting.
" dimana ponsel mu.! bryan menatap ghea seraya menadahkan tangan'nya.
ghea memberikan ponselnya yang kemudian langsung di gunakan bryan untuk menelepon seseorang.
" bryan ponselnya.! ucap ghea yang berhenti karna bryan memberikan'nya kode jari yang di tempelkan di mulut yang menandakan untuk diam.
__ADS_1
ghea menggaruk tengkunya yang tidak gatal seraya tersenyum tipis melihat bryan yang berusaha menelepon dengan ponsel yang tidak memiliki sim card.
" ckk..kenapa tidak bisa! kenapa ponsel mu tidak bisa menelepon.! gerutunya.
" ponselnya tidak ada sim cardnya! kau sudah merusak nya tadi.! ketus ghea.
bryan kembali mengacak-acak rambutnya, ia bingung harus berbuat apa. jika dia keluar maka itu akan membahayakan dirinya dan ghea, apalagi para perampok datang dengan senjata tajam, tidak ada anak buah yang akan membantunya karna tadi bryan pergi hanya berdua tidak membawa pengawal sama sekali.
" cepat periksa gudang dan kamar mandi! jangan sampai ada pengunjung yang bersembunyi.! teriak salah satu perampok yang sampai terdengar oleh mereka.
bryan menatap sekeliling kamar mandi untuk mencari tempat untuk persembunyian ghea.
" cepat sembunyi disana.! bryan menunjuk pada belakang pintu kamar mandi. tempat yang memiliki ruang yang hanya cukup untuk satu orang disana.
" tapi aku takut.! lirih ghea yang langsung memeluk bryan.
bryan yang tidak ingin sampai ketahuan, ia melepaskan pelukan'nya. memaksa ghea untuk bersembunyi sebelum para perampok masuk ke kamar mandi.
__ADS_1
" cepat.! titah bryan menatap tempat dari balik pintu.