Mr.Richard'S Twins

Mr.Richard'S Twins
bab 68


__ADS_3

maya terus menangis tersedu-sedu di kamarnya, merutuki kebodohan dirinya ,rizal yang sejak tadi mendengar memutuskan untuk masuk dan memeriksa keadaan putri nya


di lihatnya maya tengah duduk dengan kepala yang tertunduk masih memegang erat buku diary nya.


rizal menatap nanar keadaan maya, ingin sekali rasanya ia memeluknya tapi niatan itu tidak ia gubris yang malah akan menimbulkan amarah maya kembali.


maya mengangkat kepala nya, menatap sendu pria yang berdiri cukup jauh dari nya. menatap sendu rizal.


pria yang selama sembilan bulan sudah memberikan semua cinta dan kasih sayang yang tulus padanya, maya melupakan semua ketulusan nya hanya karna ia sering melihat bunda nya menangis tanpa menanyakan alasan yang membuatnya meteskan air mata, menyesali semua perbuatan jahatnya tanpa sebuah alasan.


" daddy! bolehkah aku mendapatkan pelukan darimu.! lirih maya.


mendengar permintaan maya membuat rizal dengan segera memeluk kembali putri nya.


" maaf daddy.! lirih maya. mendekap erat tubuh rizal.


" maafkan aku atas perbuatan ku padamu dan ghea.! ucap maya dengan tertatih. menangis kencang di pelukan pria yang sudah di anggap seperti ayah kandung olehnya.

__ADS_1


rizal tidak berkata apapun, tangan nya mengusap punggung maya untuk menenangkan nya, mendengarkan semua tangisan dan permintaan maya pada nya.


setelah lima belas menit maya terus menangis di pelukan rizal, maya memejamkan matanya di pelukan nyaman yang di berikan daddy nya.


.


.


Mansion Richard


bryan memutuskan untuk mempercepat kepulangan nya saat mendengar kabar tentang keadaan maya dan apa yang hampir menimpa nya setelah mendapatkan telepon dari daniel.


" daddy angkat telepon ku.! ucapnya sembari terus mencoba menelepon ponselnya.


" kenapa daddy tidak mengangkat nya.! decaknya. ghea memijat keningnya seraya berpikir apa yang sedang di lakukan daddy nya hingga tak mengangkat telepon dari nya.


ghea berjalan bulak balik seraya berdecak kesal karna telepon nya tak kunjung di angkat.

__ADS_1


bryan yang sedari tadi sedang mengerjakan sesuatu di laptop matanya kini beralih menatap tajam ghea yang terus berjalan mondar mandir tidak jelas, membuat bryan kesal padanya karna tidak memikirkan kesehatan diri nya dan bayi yang ada di perutnya.


" ghea berhentilah mengkhawatirkan maya berlebihan! tidak terjadi apapun padanya, maya hanya pingsan bukan kecelakaan.! ketusnya.


" berlebihan bagaimana! aku sangat mengkhawatirkan keadaan kak maya.! sahut ghea sembari mencoba menelepon kembali ponsel daddy nya.


bryan menghela napas kasar, meletak'kan laptopnya dan mendekati ghea untuk memberikan pengertian padanya.


bryan memegang bahu ghea, menatap cantik wajah nya.


" ghea jangan mengkhawatirkan maya secara berlebihan seperti itu! rasa khawatir berlebihan pada ibu hamil akan menpengaruhi kesehatan bayi dalam kandungan mu.! bryan mengusap lembut perut ghea. " kamu harus menjaga kesehatan mu dan bayi kita.! ucapnya. kemudian bryan mencium perut ghea.


" kamu mengerti maksud ku kan.?


ghea tersenyum dan mengangguk.


" bagus.! bryan menarik ghea, menempelkan kepala ghea di dada bidangnya lalu mendekap erat istrinya.

__ADS_1


sebenarnya ghea ingin sekali datang ke mansion daddy nya untuk melihat bagaimana kondisi maya tapi saat daddy nya memberikan kabar ia juga mengatakan untuk jangan dulu menemui nya karna maya masih menenangkan diri setelah ia memberikan buku diary bunda nya.


setelah bryan melepaskan pelukan nya, ia kembali duduk di sofa untuk menyelesaikan pekerjaan penting nya.


__ADS_2