Mr.Richard'S Twins

Mr.Richard'S Twins
bab 51


__ADS_3

setelah sampai di kantor polisi, bryan yang merasa gelisah dan khawatir berjalan terburu-buru seperti berlari tanpa menyadari jika dirinya tengah menuntun wanita yang sedang hamil.


ghea yang sudah sangat kesal karna harus berjalan cepat di belakang bryan yang tidak memikirkan kondisi nya saat ini, ia menghempaskan tangan bryan, diam berdiri menatap bryan yang terus berjalan tanpa menyadari apapun.


setelah beberapa langkah bryan menyadari ada sesuatu yang hilang, menoleh ke belakang menatap ghea yang tengah berdiri cukup jauh darinya dengan raut wajah yang cemberut kemudian bryan berjalan menghampiri ghea yang menatap kesal dirinya.


bryan memegang satu tangan ghea.


" kenapa diam saja? cepat maya sedang menunggu kita.! ucapnya.


ghea menghempaskan kembali tangan bryan lalu menatap sinis dirinya.


" kau duluan saja! aku tidak mau sampai tersandung yang nantinya mengakibatkan terjadi sesuatu pada kandungan ku karna jalan mu yang cepat.! ketusnya.


" maaf aku tidak menyadarinya! aku sangat panik dengan keadaan maya yang sedang di tahan.! ucapnya dengan frustasi. ia sangat kesal pada dirinya sendiri bagaimana bisa mengabaikan ghea dan calon anaknya hanya karna khawatir dengan keadaan maya.


ghea menghela napas

__ADS_1


" sebaiknya jalan duluan saja! aku akan menyusul.! ucapnya dengan nada rendah.


bryan memegang kembali tangan ghea.


" kali ini aku akan jalan perlahan! kejadian tadi ketidak sengajaan tolong lupakan saja.! ucapnya dengan mohon seraya menuntun kembali ghea.


kali ini bryan berjalan dengan biasa, menetralkan perasaan'nya agar tidak terlalu khawatir dan gelisah dengan keadaan'nya saat ini.


setelah bertanya dan berkeliling, akhirnya mereka menemukan di lantai berapa sel yang menahan maya.


sesampainya bryan melepaskan tangan ghea, menghampiri dan langsung berbicara dengan polisi untuk mengurus semua surat jaminan untuk maya, pengacara yang sudah di hubungi pun akhirnya sampai dengan membawa surat jaminan pembebasan bersyarat.


bryan langsung memeluk maya dan membisik'kan sesuatu padanya.


" jangan lakukan hal seperti itu lagi! aku sangat mengkhawatirkan mu.! bisiknya.


" untuk apa kau peduli padaku.! ketusnya seraya menatap sinis ghea.

__ADS_1


" tentu saja aku harus peduli! bunda memberiku tanggung jawab untuk menjaga dan melindungi mu.! bisiknya lagi.


Deg.


kejujuran bryan membuatnya kembali sakit hati dengan kenyataan yang sedang terjadi padanya.


" apa karna tanggung jawab dan janji! aku pikir karna masih ada sisa rasa cinta untuk'ku.! lirih maya yang masih membalas pelukan bryan.


bryan berdehem.


setelah cukup lama memeluk maya, bryan melepaskan pelukan'nya, berjalan menghampiri pengacara yang sedang melakukan jabat tangan dengan polisi sebagai persetujuan.


" jadi dia khawatir padaku hanya karna tanggung jawab yang bunda berikan padanya.! gumanya dalam hati seraya menatap bryan yang pergi.


ghea yang sedari tadi memperhatikan maya dan bryan tidak mengeluarkan kata apapun, hatinya menahan cemburu melihat interkasi keduanya, ya meskipun tidak ada salahnya karna mereka pasangan tapi entah kenapa ghea yang melihatnya ada rasa sesak di dadanya.


ghea menyeka air matanya yang entah sejak kapan mengalir, ia segera menghampiri maya yang tengah duduk untuk menanyakan keadaan'nya.

__ADS_1


" kay ay bagaimana keadaan mu.? tanya ghea yang kini sedang menatap maya yang memalingkan wajah darinya.


maya tidak menjawab pertanyaan ghea, ia hanya menatap sinis ghea yang kemudian memalingkan kembali wajahnya.


__ADS_2