
" hei kenapa jadi nyalahin saya? emangnya apa salah saya dalam hal ini.! ketus bryan membalas tatapan rio ia tidak terima disalahkan rio atas apa yang terjadi pada istrinya sedangkan ia tidak melakukan apapun.
" ckk..pake ditanya lagi? ghea kelelahan itu karna kamu selalu saja mengajaknya berciuman.! jawab rio dengan ketus.
" dasar bisa-bisanya dia mengatakan itu didepan dokter.! batin bryan yang dibuat semakin kesal dengan ceplas-ceplos sepupu istrinya.
" kenapa memangnya? apa aku salah dan berdosa karna mencium bibir istriku sendiri.! sahut bryan dengan ketus.
" tentu saja salah karna otak mesum mu itu yang selalu mengajak ghea berciuman jadi membuatnya lelah karna harus terus melayani mu.! sindir rio ia tidak peduli dengan ucapannya karna sudah terlalu kesal dengan bryan yang menurutnya memiliki nafsu besar, melakukan adegan romantis dimana saja tanpa memperhatikan sekitar belum lagi menyebarkan keromantisan mereka didepan seorang jomblo.
" dasar jomblo iri aja sama pasangan yang udah halal.! telak bryan menyindir keras sikap lebay rio dengan keromantisan mereka menurut bryan rio hanya iri karna tidak bisa melakukannya bersama pasangannya.
" what.! pekik rio yang tidak terima dikatain jomblo.
" ekhmmm.! dokter yang sejak tadi terus mendengarkan perdebatan mereka mulai bersuara untuk menghentikan perdebatan mereka yang dilakukan dikamar dimana ghea sedang beristirahat.
" maaf saya rasa penjelasan saya mengenai keadaan nona ghea sudah kalian pahami! jadi jika ingin berdebat lakukan diluar jangan dikamar ini karna nona ghea membutuhkan istirahat yang cukup.! tegur dokter yang dibuat kesal dengan tingkah kekanak-kanakan kedua pria itu bisa-bisanya mereka berdebat didepan pasien yang sedang pingsan dan lebih lucunya lagi mendebatkan permasalahan pribadi.
__ADS_1
bryan dan rio tertunduk malu dengan sikap mereka, sikap mereka sudah sangat kelewatan tidak memikirkan keadaan wanita yang sedang terbaring pingsan padahal jelas-jelas tadi mereka mengkhawatirkan keadaan ghea.
dokter menarik napas pelan.
" kalo begitu saya pamit undur diri karna kewajiban sudah saya selesaikan.! ucapnya undur diri.
" mari saya antar.!
bryan yang baru saja membukakan pintu untuk dokter ia berlalu pergi menghampiri ghea saat melihat istrinya sudah sadar dari pingsan. meninggalkan dokter yang bahkan belum ia antarkan sampai depan pintu.
rio mengambil alih tugas bryan, ia mengantarkan dokternya.
rio dam dokter pun pergi meninggalkan pasangan suami istri itu setelah rio pergi pelayan yang sejak tadi menemani ghea pun izin pergi membiarkan mereka menghabiskan waktu bersama.
" sayang apa ada yang sakit.? tanya bryan sambil memeriksa jidat istrinya memastikkan suhu tubuhnya.
ghea mengelengkan kepala lalu memegang tangan bryan dan meletakkannya diperut.
__ADS_1
" jangan pingsan lagi! aku takut bila terjadi sesuatu padamu.! lirih bryan tangan kirinya mengusap lembut kepala ghea.
" tidak apa-apa! aku hanya pingsan.! ucap ghea berusaha menenangkan suaminya menghilangkan kekhawatiran suaminya itu.
bryan menatap tajam ghea, menelisik wajahnya memastikkan tidak ada yang disembunyikan oleh istrinya.
" dimana kak rio.!
" dia sedang mengantar pulang dokter.! jawabnya.
mendengar ghea menyebut nama rio membuat bryan teringat sesuatu, ia beranjak dari kasur lalu berjalan ke arah pintu dan mengunci rapat pintu agar tidak ada yang masuk dan menganggunya.
setelah mengunci pintu kamar, bryan kembali berjalan ke ranjang, membaringkan tubuhnya dengan posisi miring di sebelah ghea melihat itu ghea langsung memiringkan tubuhnya agar ia bisa menatap lekat wajah suaminya.
kini mereka saling bertatapan dan melemparkan senyuman, tangan ghea sibuk mengusap-usap kepala suaminya sedangkan bryan tentu saja melingkarkan tangannya dipinggang ghea.
" apa kamu ingin minum.?
__ADS_1
ghea mengelengkan kepala lalu ia mencium jidat suaminya.
" kalo begitu cepat tutup matamu dan tidurlah.! titah bryan sambil mengusap lembut rambut istrinya, sentuhan lembut itu tentu saja membuat ghea sangat nyaman hingga perlahan ia kembali menutup matanya. melihat istrinya sudah terlelap tidur bryan pun perlahan menutup matanya mengistirahatkan tubuhnya.