
setelah mendapatkan kabar tidak mengenakan tentang keadaan ghea yang disebabkan oleh kecerobohan seorang dokter membuat bryan sangat marah, ia mencari semua informasi lebih dalam yang berkaitan langsung dengan operasi IVF pada ghea, setelah menggali informasi ternyata bryan menemukan fakta lain dimana klinik tomy beroperasi ilegal belum memiliki izin apapun karna kualitas klinik yang belum memadai dan sesuai standart perizinan klinik.
setelah mengumpulkan banyak bukti mengenai klinik dan dokter tomy dalam waktu sesingkat-singkatnya kini bryan richard sudah berhasil menjebloksan dokter gadungan itu pada polisi.
setelah memberikan informasi yang diketahui bryan tentang tomy pada polisi, bryan menghampiri tomy dengan singgungan senyum tipis, raut wajah kemarahan tomy sangat membahagiakan bagi bryan, dengan segala bukti yang banyak dan kuat mampu memenjarakan tomy lebih dalam dipenjara.
melihat singgungan senyum orang yang sudah memenjarakan dirinya, tomy membalas singunggan bryan dengan sinis.
tomy memegang besi jeruji dengan penuh amarah yang meluap.
" dasar tidak tau diri! sudah dibantu malah menjebloskan malaikat penolong kalian kedalam penjara.! cibirnya dengan berapi-api. ingin rasanya tomy menghajar pria didepannya sampai terkapar mati karna sudah berani memenjarakan dirinya.
bryan memicingkan bibirnya tertawa kecil dengan omong kosong tomy, bisa-bisanya dia mengaku sebagai malaikat penolong padahal jelas-jelas dia sudah membuat nyawa seseorang diujung tanduk karna kecerobohan dirinya.
__ADS_1
bryan memegang kedua tangan tomy dengan keras, mencengkram dengan penuh amarah padanya, bukan memenjarakan tapi bryan ingin rasanya menghabisi pria brengsek didepannya jika bukan saja karna mematuhi negaranya yang berlandaskan negara hukum sudah tentu bryan akan menghabisinya lalu membuang jasadnya ditengah hutan agar menjadi santapan binatang buas.
" kenapa anda tetap melakukan operasi itu meskipun mengetahui dengan jelas jika kondisi ghea sedang tidak baik.! ucap bryan penuh penekanan. semakin mencengkram keras tangan tomy, ia tidak habis pikir bagaimana seorang dokter bisa melakukan itu pada pasiennya hanya demi uang.
tomy yang merasa kesakitan tidak menunjukkannya pada bryan ia justru tersenyum licik pada musuhnya untuk menunjukkan bahwa dirinya tidaklah lemah.
" rasa sakit tanganku tidak akan bisa menyaingi kesedihanmu sekarang.! ejeknya sambil menghempaskan tangan bryan.
" hari yang sangat melelahkan.! dengusnya sambil mengerak-gerakan kepala dan kedua tangannya perlahan menutup kedua matanya seolah memberikan peringatan jika dirinya sudah sangat mengantuk.
melihat sikap tomy membuat kemarahan bryan kembali memuncak jika tidak ada penghalang jeruji besi sudah pasti ia menghajar tomy sampai babak belur.
tidak ingin berlama-lama dikantor polisi dengan segunduk amarah, bryan memilih pergi meninggalkan tomy dengan segala unek-unek dihatinya.
__ADS_1
" aku tidak akan sendiri disini karna maya akan segera datang kemari menemani masa hukuman.! ujarnya dengan sedikit berteriak membuat bryan menghentikan langkah kaki gusarnya. bryan membalikkan badanya lalu berjalan menghampiri tomy.
" apa maksudmu.? bryan menatap tajam tomy dengan tangan yang sudah mengepal menahan gejolak amarah.
tomy memicingkan bibirnya, membuka sudut mata kanannya.
" aku rasa tuan richard bukanlah pria naif yang tidak mengetahui apapun.! sahut tomy dengan acuh.
" tuan.? panggil doni yang sejak tadi sudah memperhatikan perbincangan panas mereka.
doni mendekatkan bibirnya ditelingan bryan lalu membisikkan sesuatu yang langsung merubah ekspresi bryan.
setelah dibisikkan sesuatu bryan langsung pergi meninggalkan tomy dengan segala ocehan dan ancaman omong kosong tomy padanya, bryan tidak menghiraukan panggilan ataupun ocehan tomy fokusnya sekarang adalah pada ghea yang sedang terbaring pingsan diranjang rumah sakit.
__ADS_1