
doni yang melihat itu hanya tertunduk malu ia tak berani menghentikan apa yang di lakukan tuan nya.
bryan terus menarik napas kasarnya.
" kau urus pekerjaan aku akan pergi ke bar.! ucapnya sambil melenggang pergi menuju pintu namun saat hendak membuka pintu seseorang sudah lebih dulu membuka pintu dengan membawa beberapa pria berbadan kekar dan berjas hitam mengelilinginya.
" ayah mertua.! pekik bryan langsung menuduk kan kepala saat mendapat tatapan tajam dari ayah mertuanya yang tiba-tiba saja datang tanpa memberi kabar apapun.
rizal merehatkan tubuhnya di sofa empuk, mengangkat satu kaki ke kaki lainnya sambil menatap tajam menantu yang sedang berdiri di depan nya dengan kepala tertunduk.
" apa kau sudah berhasil menemukan ghea.! ucapnya dengan tegas namun saat melihat reaksi dari menantu nya membuat rizal langsung mengetahui jawaban atas pertanyaan nya.
" diam dan tertunduk itu artinya kau belum menemukan apapun mengenai keberadaan ghea putri ku.! ucapnya dengan ketus.
bryan mengelengkan kepala masih dengan kepala yang menunduk.
rizal berdiri dari duduknya, melangkah mendekati bryan.
__ADS_1
" ini semua karna mu! karna permusuhan mu dengan orang itu membuat ghea ku menjadi dalam bahaya karna ikut terseret dalam urusan yang bahkan tidak.ia mengerti sedikit pun.! ucap rizal dengan sangat tegas.
" secepatnya kau harus segera menemukan ghea kerahkan semua anak buah bantu para pengawal ku untuk mencari keberadaan ghea.! pinta bryan dengan suara sedikit merendah karna ia tidak mau terlalu terbawa emosi mengingat usianya yang tidak muda lagi dan lagipun dengan marah tidak membuatnya dengan cepat akan menemukan ghea.
rizal beserta daniel dan para pengawal nya melenggang keluar dari ruangan bryan sebelum pergi daniel membisikkan sesuatu pada bryan.
" sampai ketemu lagi kaka ifar.! bisiknya sambil menepuk pelan pundak bryan yang terlihat masih menundukkan kepalanya.
tanpa mereka sadari dari balik pintu ruang sebelah seseorang tengah menguping pembicaraan mereka dengan sangat detail.
di ujung sana pria paruh baya itu tengah menonton dan mendengar pembicaraan mereka melalui cctv dan penyadap tersembunyi di setiap tempat yang memungkinkan untuk mengintai kegiatan dan obrolan bryan.
pria paruh baya yang bernama mario saputra itu terus memancarkan senyum liciknya mendapati keberhasilan dirinya dalam menghancurkan musuh meski dengan bantuan sesama musuh.
pria itu duduk di sofa dengan minuman haram di genggaman tangan bersorak ria di iringi senyuman bahagia.
" bagaimana? apa dia menelepon kembali.! tanya mario pada asisten pribadi nya.
__ADS_1
" belum tuan.! ucapnya sembari mengelengkan kepala.
mario berdiri dari duduknya berjalan ke arah meja yang terletak laptop untuk mengintai semua isi rekaman kamera dan penyadap yang di pasang oleh mata-matanya.
terlihat dari layar laptop seorang pria tengah tertidur tengkurap di atas ranjang dengan tangan yang masih memegang botol minuman. hanya terlihat rambut karna seluruh badan nya tertutup selimut meski begitu mario sangat yakin jika pria itu adalah bryan yang tak berdaya setelah banyak minum.
pria paruh baya yang bernama mario saputra itu terus memancarkan senyum liciknya mendapati keberhasilan dirinya dalam menghancurkan musuh meski dengan bantuan sesama musuh.
pria itu duduk di sofa dengan minuman haram di genggaman tangan bersorak ria di iringi senyuman bahagia.
" bagaimana? apa dia menelepon kembali.! tanya mario pada asisten pribadi nya.
" belum tuan.! ucapnya sembari mengelengkan kepala.
mario berdiri dari duduknya berjalan ke arah meja yang terletak laptop untuk mengintai semua isi rekaman kamera dan penyadap yang di pasang oleh mata-matanya.
terlihat dari layar laptop seorang pria tengah tertidur tengkurap di atas ranjang dengan tangan yang masih memegang botol minuman. hanya terlihat rambut karna seluruh badan nya tertutup selimut meski begitu mario sangat yakin jika pria itu adalah bryan yang tak berdaya setelah banyak minum.
__ADS_1