My Baby Sitter

My Baby Sitter
01


__ADS_3

'Braakkk!'


Sebuah mobil sport merah tampak tak berbentuk lagi akibat benturan yang sangat keras dan terseret hingga beberapa meter. Sebelum akhirnya mobil itu berada di bibir jurang, hingga akhirnya jatuh dan meledak. Namun, untung saja sang pengemudi sempat menyelamatkan diri dengan melompat keluar sebelum mobil itu menyentuh dasar jurang tapi naas, pemuda itu malah mengalami cidera yang cukup parah dan akhirnya tak sadarkan diri.


warga yang melihat kejadian hanya menatap kebawah jurang dimana mobil itu terbakar dan meledak beberapakali. Diantara mereka ada yang segera menelepon polisi dan ambulance. Tak lama mobil Ambulance pun datang bertepatan dengan datangnya mobil petugas kebakaran dan polisi.


mereka sibuk Melakukan tugas masing-masing, dan petugas Ambulance serta beberapa polisi mencari keberadaan Korban karena telah diketahui jika mobil itu kosong. Mereka menemukan seorang pemuda yang berlumuran darah dengan luka di sekujur tubuhnya. Kondisinya sudah sangat lemah, dengan segera petugas Ambulance melakukan pertolongan pertama. Setelah itu mereka pun membawa korban menuju rumah sakit besar Seoul. Petugas polisi yang menemukan kartu identitas korbanpun segera menghubungi pihak keluarga.


***


2 Tahun Kemudian


"Yak pemalas ... Bangunlah! apa kau hanya akan terus bergelung di dalam selimutmu itu!" Teriak seorang gadis.


gadis ini berkacak pinggang menatap sang adik yang masih nyaman di atas ranjangnya. namanya Hann Gyuri, berwajah cantik dengan rambut panjangnya yang terurai hingga mencapai pinggang, kulitnya putih bersih tapi sayang dia bisa disebut pendek karena ia hanya memiliki tinggi sekitar 155 sentimeter. Gadis itu mengepalkan tangannya karena semakin kesal melihat sang adik yang malah memperbaiki posisi tidurnya.


" Ndee eonni ... 5 menit lagi," balas sang adik.


"Huuufff ... ." Terdengar Gyuri menghembuskan napasnya guna meredam emosi melihat tingkah sang adik.


Hann Gyuri, gadis yang sedang menahan amarahnya memilih untuk meninggalkan kamar sang adik karena dia harus segera berangkat bekerja. Ia tak ingin terlambat di hari pertamanya bekerja. Walau hanya sebagai baby sister, ia tetap semangat. Dengan langkah pasti Gyuri meninggalkan rumah dan adiknya yang masih tidur.


"Hmm ... Aq tadi sudah membangunkanmu Hann Cheonsa, jadi jangan salahkan eonni saat kau terlambat sekolah nanti. Itu pelajaran untukmu yang malas bangun pagi." Gyuri terus saja menggerutu tentang adiknya hingga tak sadar ia telah Melawati halte bus. Saat sadar, Gyuri kembali menggerutu karena harus kembali berjalan dengan cepat sebelum bisnya datang dan pergi. Tepat saat mencapai halte, bispun datang. Tanpa membuang waktu lebih lama lagi Gyuri bergegas menaiki bis tersebut.


***


Setelah menempuh perjalanan selama hampir 60 menit, akhirnya Gyuri sampai di tujuan.


Sebuah rumah mewah bergaya Eropa klasik di tengah kota Seoul yang padat sungguh membuat bangunan itu tampak sangat berbeda dan membuat kagum bagi siapa saja yang melihatnya termasuk Gyuri. Setelah melewati sekuriti, dan jalan yang lumayan panjang, serta bertemu kepala pelayan yang membuka pintu setelah ia menekan Bell 2 kali, akhirnya di sinilah ia berakhir, terduduk di sebuah kursi dengan gugupnya. Pasalnya ia tengah berhadapan dengan nyonya rumah, yakni Nyonya Jeon Enha, pemilik rumah sekaligus calon majikannya.


"Kamu taukan yang akan kamu urus adalah putraku? Dan dia bukan bayi apalagi balita yang akan mudah untuk diatur." Pertanyaan dari nyonya Jeon tambah membuat Gyuri gugup.


"Ne, Nyonya. Saya tau," Jawabnya yakin.


Yea, Gyuri harus yakin dan percaya bahwa Dia sanggup untuk mengurus putra nyonya jeon.


Gyuri tidak ingin menyerah hanya karena merasa terintimidasi oleh tatapan tajam Nyonya Jeon yang seolah sedang mengujinya.


"Hmm ... Harus kamu tau. Kamu adalah orang yang ke 21 mengatakan perkataan seperti itu. Tapi mereka semua hanya bertahan 2 hari, paling lama 1 minggu. Karena tingkah laku putraku yang membuat mereka tidak tahan untuk bekerja dengan saya," keluh Nyonya Jeon dengan wajah yang menunjukkan frustasi.

__ADS_1


"Jangan khawatir Nyonya. Saya akan mencoba yang terbaik," jawab Gyuri membuat nyonya Jeon akhirnya tersenyum.


"Baiklah, saya tak akan banyak bertanya lagi, dan menurut saya lebih baik kamu memulai pekerjaanmu dengan membangun putraku yang masih tidur. Bibik Lee, tolong antar Gyuri ke kamar tuan muda," titah Nyonya Jeon.


"Baik Nyonya." Bibik Lee membungkukkan sedikit tubuhnya dan undur diri dari hadapan Nyonya Jeon.


Bibik Lee adalah kepala pelayan yang sudah sangat dipercaya oleh Nyonya Jeon. Gyuri pun hanya menundukkan, dan kemudian mengikuti langkah Bibik Lee yang berjalan menuju ke kamar tuan muda yang berada di lantai satu.


***


'Ceklek' (suara pintu di buka)


Sebelum Bibik Lee menyentuh gagang pintu, pintu tersebut terbuka lebih dulu dan keluarlah sang tuan muda yang terlihat kesusahan karena saat ini ia sedang duduk di atas kursi roda. Gyuri terkejut. Tentu saja, walau ia tau anak asuhnya bukan balita, tapi ia tak menyangka jika anak asuhnya sudah sedewasa ini. Namun karena melihatnya mengunakan kursi roda, Gyuri jadi faham.


"Ekhhem ... Bisakah kalian menyingkir dari hadapanku? aq mw lewat!" ucapan dingin dan jutek langsung menyapa pendengaran Gyuri.


"Aku ... Ah ndee tuan," ucap Gyuri sambil memberi jalan untuk tuan barunya lewat, dan tanpa disuruh Gyuri lngsung mengikuti sang tuan setelah sebelumnya ia sedikit menundukkan tubuhnya kepada Bibik Lèe sebagai tanda pamit tanpa ucapannya.


"semoga kau bisa bertahan bekerja di sini," gumam Bibik Lee pelan sambil berlalu menuju lantai atas, tempat Nyonya Jeon sudah menunggunya.


>kembali ke Gyuri dan tuan muda<


"Apakah tuan ingin sesuatu? Gyuri memberanikan diri untuk bertanya.


"Aq ingin makan bulgogi, ayam pedas manis, dan jus jeruk dingin, segera antar ke kamarku. Aku memberimu waktu 15 menit untuk menyiapkan semua itu." setelah memberi perintah, Tuan muda kembali menggerakan kursi rodanya ke kamarnya, namun suaranya kembali terdengar. "Kau harus membuat semua yang ku pesan sendiri dan tanpa bantuan seorangpun. Apa kau mengerti?" Ucapan bernada tidak bersahabat kembali terdengar oleh Gyuri yang membuat gadis itu sedikit terkejut.


"Ndee, Tuan muda." Gyuri menjawab sambil tersenyum.


15 Menit berlalu.


Dan semua pesanan tuan mudanya telah siap.


***


Jeon Jungkook. putra dari Jeon wonwo dan Jeon Eunha. Dia lulusan terbaik dan sudah mendapat gelar MBA di usia yang begitu muda, yaitu 20 tahun. Dan kini usianya memasuki 26 tahun kurang beberapa bulan lagi. Dia memiliki seorang kakak perempuan bernama Jeon nammi, namun kini berubah menjadi Kim nammi setelah menikah dengan Kim Seok jin. Yang kini tinggal di London mengikuti suaminya. Jeon Jungkook seorang yang menyenangkankan, mudah bergaul dan ramah. Tapi itu dulu, sebelum kecelakaan itu merubah dunianya.


.


.

__ADS_1


.


Setelah memerintah dengan seenaknya kepada Gyuri, Jungkook kembali memasuki kamarnya. Dia menekan tombol agar kursi rodanya segera berjalan. Sesampainya ia di kamar, terdengar handphone miliknya bersuara dengan nyaring. Dan saat ia melihat ponselnya ternyata sudah 3 kali tak terjawab. Dan saat berdering kembali ia dengan segera mengangkatnya.


"Nee." Jawaban singkat ia memulai percakapan.


"......"


"Ne Hyung, terserah padamu saja"


"......"


"Jika memang begitu, Hyung bisa langsung kemari. Kau taukan aku tak akan bisa kesana?"


"...."


" Nee ... Nee terserah padamu Hyung."


"...."


TOk ... TOk ... TOk ...


"Permisi tuan. Ini makanannya," ucap Gyuri sedikit keras karena ia berada di luar kamar tuan mudanya yang masih tertutup rapat.


"Kau bisa mengecek lokasi dan lihat keadaan,


Sudah dulu Hyung, kau bisa kemari jika ingin."


Plliip ...


Tanpa menunggu jawaban dari seberang telefon, Jungkook segera mematikan sambungan telefonnya.


"Masuklah dan letakkan saja di meja.


sekarang kau boleh pergi." Jungkook kembali memerintah setelah melihat Gyuri meletakan bawaannya.


"Tapi tuan, sayakan ... ." Belum selesai Gyuri berbicara, Jungkook sudah mendorongnya keluar kamar, walau tidak kasar tapi Gyuri tetap kesal.


"Aku tidak suka makan ditemani orang asing."

__ADS_1


singkat, padat, dan jelas Jawaban Jungkook. kemudian ia menutup pintu kamarnya sedikit keras tepat di depan Gyuri.


__ADS_2