
Hari ini rumah Adam lebih ramai dari biasanya. Sejak beberapa jam yang lalu banyak tamu yang berdatangan ke rumah megah itu.
Seluruh keluarga besar Adam dan besannya sudah berkumpul sejak hari kemarin. Kedua keluarga besar itu akan mengadakan acara syukuran dan Aqiqah bayi Millie dan Wisnu.
Hari ini Wisnu menyembelih dua ekor kambing untuk acara aqiqah putranya.
Para tamu undangan yang akan mengikuti pengajian sudah mulai memenuhi rumah Adam.
Adam dan besannya juga Wisnu terlihat sibuk menerima tamu yang datang untuk mengikuti acara pengajian.
Ditengah kesibukannya ada bocah mungil yang selalu mengikuti kemanapun Adam pergi. Bocah mungil itu tak lain adalah si Gemoy.
Ketika acara pengajian akan dimulai si Gemoy terlihat anteng duduk dipangkuan Adam. Sementara Maura duduk didekat Mikha dan Marvin.
Lantunan ayat suci Alquran dan doa-doa mengiringi acara sebagai wujud syukur atas kelahiran putra Wisnu dan Millie.
Maura mengikuti acara pengajian itu sambil sesekali mempermainkan jari-jari Marvin yang ada di sebelahnya.
Marvin terlihat santai dan sama sekali tidak merasa terganggu dengan apa yang Maura lakukan.
Semua orang ikut memberikan doa terbaik bagi bayi Millie dan Wisnu yang diberinama Malik Putra Wisnutama itu.
Bayi merah itu terlihat anteng tidur dalam gendongan Wisnu pada saat acara pengajian berlangsung, begitu juga dengan Mile yang akhirnya tertidur dalam pangkuan Adam.
"Dedek Mile sama dedek Malik pada tidur..kakak tidak ikutan tidur ?" tanya Marvin berbisik ditelinga Maura.
"Tidak Om..aku kan sudah besar " jawab Maura sambil menggelendot di bahu Marvin.
Marvin tertawa sambil memeluk kepala Maura dan mencium puncak kepalanya yang kini tertutup hijab.
Meskipun terbilang masih kecil namun menurut Marvin Maura selalu wangi sehingga membuat pria tampan itu betah menghirup aroma tubuh dan rambut gadis kecil itu.
Setelah acara pengajian selesai Maura terlihat ikut sibuk membagikan hampers kepada para tamu.
Adam pamit kepada besannya untuk menidurkan Mile yang tertidur dipangkuannya. Sementara Wisnu membawa baby Malik untuk ditidurkan di kamar bayi. Mikha dan Ibu Wisnu menunggui bayi merah itu sambil mengobrol.
Mama dan Papa Adam sore itu langsung pamit pulang karena Arin, Seno dan kedua putrinya akan menginap dirumah mereka.
Selama berada di kamar bayi, Ibu terlihat sangat berterimakasih sekali kepada keluarga besannya yang sudah sangat menyayangi Maura dan Milea seperti cucu mereka sendiri.
"Saya sangat beruntung sekali putra saya bisa menjadi bagian keluarga ini " Ibu menyentuh tangan Mamih Mikha.
"Sama..Kami juga merasa beruntung karena putri kami menikah dengan Wisnu yang pekerja keras dan sangat bertanggung jawab kepada keluarga " balas Mikha.
Malam itu Ibu dan Bapak meminta ijin untuk tidur di kamar bayi karena mereka tidak bisa bertemu setiap hari dengan bayi tampan itu.
"Mumpung Ibu dan Bapak sedang disini..jangan Mamih dan Papih kalian saja yang selalu direpotkan mengurus anak-anak " ucap Ibu kepada Millie dan Wisnu.
"Mamih dan Papih tidak merasa direpotkan Bu..justru mereka yang menyuruh kita untuk tinggal disini " jawab Millie.
"Iya Bu..kita tinggal disini juga atas keinginan mereka " tambah Wisnu sambil memeluk bahu Millie.
"Kamu istirahat saja sana..nanti kalau Malik ingin mimik ibu bangunkan " Ibu menyuruh Millie untuk istirahat. Ibu sangat paham jika mengurus bayi itu membutuhkan energi yang cukup.
Selama tidur dengan kakek dan neneknya Malik tidur sangat nyenyak.
Bayi tampan itu hanya sekali terbangun karena haus. Setelah kenyang menyusu bayi itu kembali tidur bersama kakek dan neneknya.
Malam itu Millie dapat tidur lebih nyenyak dalam pelukan Wisnu. Saking nyenyaknya Millie tidak menyadari jika tangan Wisnu diam-diam menyusup dibalik bajunya dan mempermainkan dada Millie yang berukuran lebih besar dari biasanya karena sedang menyusui.
Wisnu yang sedang mere mas dada Millie kaget ketika merasakan telapak tangannya basah karena ASI nya keluar cukup banyak.
__ADS_1
"Mas ngapain sih pake remas-remas segala..jadinya rembes kan " Millie yang terbangun langsung ngomel-ngomel.
"Maaf Sayang.. Mas tidak tau kalau ASI nya akan keluar " jawab Wisnu sambil mengeluarkan tangannya dari dada Millie.
"Makanya jangan suka nakal, ingat Mas kan lagi puasa " Millie mengingatkan sambil menyusupkan wajahnya di dada Wisnu.
"Puasa yang dibawah..kalau yang diatas kan boleh " jawab Wisnu.
"Boleh..tapi takutnya kebablasan Sayang " gumam Millie.
Millie yang nyaris memejamkan matanya kembali terbangun ketika Wisnu mencolek-colek pipinya.
"Apalagi sih Mas ?" tanya Millie.
Wisnu tidak menjawab namun ia mengambil tangan Millie dan menuntunnya untuk mengelus benda pusakanya yang sudah terbangun dengan gagahnya.
"Ya ampun Mas..kalau sudah begini bagaimana ?" tanya Millie bingung.
"Pakai mulut kamu ya Sayang " pinta Wisnu dengan wajah memelas.
Millie terlihat ragu menatap pada benda pusaka milik Wisnu itu.
"Mau ya Sayang " bujuk Wisnu.
"Makanya tangannya jangan nakal, kalau sudah begini kamu yang blingsatan sendiri " omel Millie sambil bangun kemudian merundukkan kepalanya menghadap ke bagian bawah tubuh Wisnu.
Wisnu memejamkan matanya ketika kepala Millie bergerak-gerak dibawah sana.
"Aarrggh Sayaang..aargh.. Sayaang " Wisnu terus mengerang menikmati permainan mulut dan lidah Millie dibawah sana.
*
Maura dan Milea melambaikan tangannya ketika kedua orangtua Wisnu masuk kedalam mobil dan mulai meninggalkan rumah megah Adam.
Maura yang akan masuk kedalam tiba-tiba berbalik ketika melihat Marvin sudah siap akan pergi.
"Om mau kemana ?" tanya Maura
"Mau ke rumah kak Nisa " jawab Marvin sambil berjalan menuju motornya.
"Om..aku ikut " Maura menarik-narik tangan Marvin.
"Jangan..Om disana akan lama nanti kamu bosan " Marvin menolak mengajak Maura.
Malam ini Marvin memang akan mengajak Nisa makan malam berdua untuk merayakan ulangtahun Nisa.
Millie dan Wisnu yang memang sudah tau jika Marvin akan pergi dengan Nisa melarang Maura ikut dengan Marvin.
Karena dilarang ikut oleh Mommy dan Daddy nya akhirnya Maura pun masuk ke kamarnya dengan wajah cemberut.
Jam sembilan malam Marvin pulang setelah acara makan malam dengan Nisa selesai.
Di jalan sebelum pulang Marvin mampir ke sebuah supermarket membeli Coklat untuk Maura.
Sepanjang acara makan malam tadi hati Marvin merasa tidak tenang karena terus teringat wajah Maura yang cemberut ketika dilarang ikut oleh Millie dan Wisnu.
Setibanya di rumah ternyata Maura belum tidur. Gadis kecil itu tampak sedang anteng membaca buku cerita sambil berbaring diatas kasur empuknya.
"Kakak..Om Marvin bawa coklat untuk kakak " Marvin duduk disisi ranjang sambil memberikan dua batang coklat kepada Maura.
Melihat kedatangan Marvin Maura langsung berbalik memunggungi Marvin.
__ADS_1
" Beneran tidak mau coklatnya ? kalau tidak mau nanti om kasih Mile " ucap Marvin.
"Kasih Mile saja " jawab Maura dengan judesnya.
"Ya sudah kalau tidak mau " Marvin pun bangun kemudian beranjak menuju kamarnya.
Sebelum keluar dari kamar Maura, Marvin menyimpan dua batang coklat itu diatas meja belajar Maura.
Maura melirik kearah coklat itu namun tidak berniat mengambilnya. Gadis itu malah menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut dan mencoba untuk tidur.
Keesokannya Maura masih terlihat cemberut kepada Marvin. Gadis itu menolak ketika Marvin mengajaknya naik sepeda ke taman.
Adam dan Mikha juga Millie dan Wisnu tampak heran melihat Marvin dan Maura yang terlihat tidak seakrab biasanya.
"Tumben saling diam..lagi berantem ya ?" tanya Millie berbisik ditelinga Marvin.
"Maura ngambek sama aku karena semalam tidak diajak " jawab Marvin sambil menatap lembut kearah keponakannya itu.
"Ooh.." hanya itu yang keluar dari mulut Millie.
Maura yang merasa sedang menjadi bahan perbincangan Om dan Mommy nya mendelik sambil menjulurkan lidahnya kepada Marvin dengan judes nya.
Melihat Maura menjulurkan lidah kepadanya Marvin hanya tersenyum sambil mengacak rambut Maura.
"Diaaaamm..jangan pegang-pegang " bentak Maura galak.
"Baiklah..tapi kalau cium boleh kaan " goda Marvin sambil mencium pipi Maura.
"Tidak mau dicium sama Om Marvin " Maura pun murka dan menangis kencang sambil memeluk Millie.
"Marviiiin..awas kamu " Millie mengepalkan tangannya kearah Marvin yang langsung kabur ke kamarnya.
Meskipun Marvin telah membuat Maura menangis karena Keisengan nya namun tidak membuat Wisnu kesal kepada adik iparnya itu.
Wisnu sangat yakin jika Marvin sangat menyayangi putrinya sama seperti kedua mertuanya yang sangat menyayangi Maura dan Milea meskipun diantara mereka tidak memiliki hubungan darah.
Hari Jumat pagi Wisnu menuntun Maura dan Milea yang tampak cantik mengenakan baju muslim menuju ke sebuah tempat pemakaman umum.
Ditangan keduanya memegang seikat bunga mawar. Hari itu Wisnu mengajak kedua putrinya berziarah ke makam Meta.Maura meletakan bunga mawar itu diatas pusara Mommy nya.
Di depan pusara Meta Wisnu tampak khusyu membacakan doa. Sementara Maura dan Milea duduk disamping Wisnu sambil mengelus batu nisan Mommy mereka.
Setelah selesai berdoa, Wisnu mengelus batu nisan yang berukir nama istrinya dan tanggal kelahiran juga tanggal meninggalnya.
"Sayang yang tenang ya disana..jangan khawatirkan kami karena banyak orang baik yang sangat menyayangi anak-anak.
Sayang..meskipun kita sudah berbeda alam namun Mas dan anak-anak akan selalu mendoakan kamu agar mendapatkan tempat terbaik di sisinya " ucap Wisnu lirih
"Aamiin.." jawab Maura dan Milea bersamaan.
Setelah selesai berdoa Wisnu pun menuntun kedua putrinya meninggalkan tempat pemakaman umum tempat istrinya bersemayam.
Sebetulnya kisah ini tidak sepenuhnya selesai ya Readers..hanya ganti judul saja.
Terimakasih buat readers yang sudah setia membaca My Baby Sitter hingga selesai..Maaf jika cerita yang Author buat ini tidak memuaskan karena sesungguhnya Author sedang dalam proses belajar 🙏
Kisah Maura dan Marvin tidak Author lanjutkan disini karena tidak sesuai dengan judulnya.
Ini adalah kelanjutan dari My Baby Sitter
__ADS_1