My Baby Sitter

My Baby Sitter
11


__ADS_3

BLUE LAND


"Oppa, bangun ayo sarapan." Gyuri membangunkan Jungkook yang masih tertidur padahal matahari sudah tinggi. Sarapan yang ditawarkannya lebih tepat disebut sebagai makan siang. Karena apa? itu karena Gyuri-pun baru bangun akibat ulah suaminya yang tanpa bosan menyentuhnya hingga pagi tiba.


"Eugh ... sebentar lagi chagia. Oppa masih mengantuk," jawab Jungkook sambil menyelimuti kembali tubuh polosnya dengan selimut.


"Haahh baiklah ... ." Gyuri hanya bisa menarik nafas kesal karena sikap suami yang kelewat mesum.


Karena sikap mesum suaminya yang semakin parah, ia bahkan belum bisa menikmati pulau biru ini walau sudah 2 hari mereka berada di sini. Dengan smrik dibibirnya Gyuri menaiki ranjang di mana suaminya masih tertidur dengan lelap. Ia ikut berbaring tapi, ia memposisikan dirinya menyamping menghadap wajah suaminya yang terlihat polos saat tidur.


"Kau tampan sekali oppa, membuatku selalu jatuh pada pesonamu yang mematikan."


Cuupp!!


Gyuri dengan sengaja mengecup permukaan bibir Jungkook dengan sedikit menekannya, tangannya merayap meraba dada bidang sang suami yang masih belum mengenakan pakaian. Jungkook yang merasa terganggu karena permainan jemari lentik sang istri hanya bisa menahan napas, mencoba untuk tenang dengan masih memejamkan matanya.


"Oppaa~ ayo bangun dulu ...," bisik Gyuri lembut ditelinga Jungkook.


Jungkook tak bergeming, ia tetap bertahan dari godaan Gyuri yang merayunya.


"Baiklah~ jika kau tidak bangun juga dan menemaniku jalan-jalan hari ini ... maka tidak akan ada jatah untukmu lagi, oppa!" ancam Gyuri dengan senyum manis. jemarinya masih bergerak lincah ditubuh Jungkook.


"Eugh ... Chagia, kau kejam sekali. Sekarang yang terbangun bukan cuma aku saja, tapi juga ..." Jungkook melirik ke arah bawah dan dengan bodohnya Gyuri mengikuti arah pandang sang suami dan seketika wajahnya memerah. "Dia juga terbangun Chagi," bisiknya di telinga Gyuri.


Entah bagaimana caranya atau kapan melakukannya, tapi yang jelas sekarang Gyuri tengah menatap Jungkook tajam. Pria itu tiba-tiba saja membalikkan posisi sehingga kini dirinya berada di bawah kungkungan tubuh pria itu, bukan hanya itu, bahkan ia merasakan ada sesuatu yang keras menusuk bagian bawah tubuhnya.


"Oppa~ apa yang kau la- hmmpp..."


Jungkook membungkam bibir Gyuri dengan bibirnya yang ingin menggerutu padanya, sepertinya siang hari ini ia akan gagal lagi menikmati keindahan pulau biru ini.


SATU MINGGU kemudian ...


"Ayo oppa cepat sedikit, kita akan ketinggalan pesawat jika oppa lambat begini," gerutu Gyuri.


"Tapi Chagi, ini belum waktunya kita kembali. Eomma pasti ada appa yang menjaganya," sahut Jungkook, ia masih sibuk dengan game di ponselnya.


Yea, hari ini mereka diharuskan untuk kembali ke Seoul. Acara bulan madu yang rencananya akan berlangsung selama sebulan harus batal karena eomma Jungkook yang tiba-tiba saja masuk rumah sakit . Itulah kenapa Jungkook enggan untuk mengikuti perkataan Gyuri untuk segera berangkat, tidak! Jungkook bukan ingin menjadi anak durhaka yang tidak memperdulikan ibunya yang sedang sakit, hanya saja ini adalah bulan madunya. Kenapa harus secepat ini, kalau sudah pulang ke Seoul dan mulai kembali bekerja ia akan kesulitan untuk bisa selalu bersama sang istri.


"Tapi Oppa, apa kau tega pada eomma. Dia pasti sakit karena merindukanmu," bujuk Gyuri.


"Chagia tapi oppa lupa menyimpan di mana paspor kita, dan tanpa itu kita tidak bisa pulang." Jungkook memberi alasan dengan wajah tanpa dosa, sebenarnya ia berat untuk pulang, ia masih ingin menikmati kebersamaan dengan Gyuri.


"Oppa tak khawatir pada eomma eoohh?" tanya Gyuri dengan memicingkan kedua matanya menatap Jungkook yang kini tengah cemberut karena sang istri yang mencurigainya.


"Kenapa kau berkata begitu, tentu saja oppa sangat khawatir pada eomma, tapi ini ... ." Jungkook tak jadi melanjutkan kata-katanya karena tatapan tajam sang istri.


"Baiklah ... sesuai keinginanmu! kita akan kembali hari ini juga." Jungkook pergi meninggalkan Gyuri dan berjalan menuju keluar.


"Oppa~ oppa mau kemana?"


Jungkook tak menjawab, ia terus saja berjalan tanpa menghiraukan Gyuri yang berteriak memanggilnya. wanita itu tahu jika suaminya sedang merajuk, nanti saja ia akan membujuknya. Akhirnya setelah cukup lama berdebat dan membujuk akhirnya Gyuri berhasil membawa Jungkook pulang. Walau harus dengan cara memaksa sekalipun.


***


Seoul

__ADS_1


"Hahahaha ... kenapa kau takut sekali pada istrimu itu Jungkook-aa?" ledek Taehyung.


"Tertawalah sepuas hatimu sekarang Hyung! nanti jika kau sudah memiliki istri kau baru tahu bagaimana rasanya berada diposisiku sekarang," sinis Jungkook.


Taehyung tak mengindahkan perkataan Jungkook, ia masih saja tertawa terbahak-bahak dan Jungkook semakin jengkel dibuatnya. Jungkook baru saja tiba di Seoul sore ini, setelah menemui sang eomma ia pamit untuk bertemu dengan Taehyung dengan alasan pekerjaan. Padahal ia ingin curhat tentang kekesalannya terhadap Gyuri yang tidak bisa ia salurkan, alhasil kini ia jadi bahan tertawaan.


"Maaf pak, ada rapat sebentar lagi. Jadi-"


"Yuri, rapat direksi hari ini di batalkan saja. Katakan pada mereka di undur hingga bulan depan," jawab Taehyung.


"Tapi pak ... Minggu lalu anda baru saja membatalkan rapat dewan direksi juga," sahut Yuri takut-takut.


"Jam berapa rapatnya sekretaris Kwon?" tanya Jungkook sambil menatap Taehyung tajam.


"J-jam 03-00 sore ini s-sajangnim," jawab Yuri.


"Kalau begitu kau persiapkan saja semua berkasnya, aku yang akan menghadiri rapat sore ini. Dan kau wakil Presdir ... jangan mencoba kabur dariku," ancam Jungkook.


"Hahh ... baiklah tuan Presdir! saya mengerti," ejek Taehyung kesal. "Aku paling kesal kalau harus berhadapan dengan dewan direksi yang sudah tua tapi sangat menyebalkan! untung saja nenekku sangat pengertian," gerutu Taehyung.


"Sekretaris Kwon, kau bisa menjemput istriku di rumah sakit. Temani dia dan anggap saja ini liburan untukmu," ucap Jungkook sambil tersenyum.


"Baik Presdir, anda yang terbaik. Saya permisi dulu ... selamat siang Taehyung sajangnim selamat bersenang-senang," ledek yuri sambil bergegas pergi dari ruangan itu.


Ting!


Sebuah pesan chat dari Yuri masuk ke ponsel Jungkook.


"Terimakasih Oppa, aku menyayangimu!"


"Hyung~ kau urus semua keperluan rapat sore ini. Jangan pertanyakan kenapa aku meliburkan Yuri, karena ini adalah hukuman untukmu!" tegas Jungkook.


"Tapi Jungkook-aa, aku ...,"


Taehyung tak melanjutkan ucapannya saat melihat tatapan tajam mengarah padanya, Jungkook bangkit dari sofa dan berjalan menuju meja kerja. Ia duduk masih dengan menatap sang sahabat yang mengkerut takut,


"Baiklah Presdir Jeon, siap laksanakan!"


Blamm!


Pintu tertutup dengan keras sebagai wujud kekesalan Taehyung, Jungkook hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Siapa yang dewasa di sini? dia sangat kekanak-kanakan," gumamnya.


Jungkook mulai membuka berkas yang ada di meja, ia takjub melihat semuanya sudah di selesai oleh Taehyung. Ia tersenyum sambil terus melihat-lihat tiap lembar dokumen dengan teliti.


"Kerja bagus Hyung!"


****


Coffee House


"Bagaimana pekerjaanmu Cheon-aa? Taehyung Oppa tidak mempersulit kamu-kan?" tanya Gyuri sambil meletakkan gelas kopinya.


"Tenang saja eonni, dia tidak menggangguku. Hanya saja dia selalu menyuruhku seenaknya saja," jawab Cheonsa sambil tersenyum.

__ADS_1


"Itu bagus! jadi aku tidak perlu memberikan dia pelajaran," ujar Gyuri.


"Tapi dia tidak mengetahui siapa aku sebenarnya, aku menyamar saat bekerja bersamanya. Aku harap eonni tidak membocorkan tentang jati diriku," kata Cheonsa serius.


"Kenapa? apakah kau menyukainya, atau kau takut dia menyukaimu?" goda Gyuri.


"A-apa yang kau b-bicarakan e-eonni hehe ...," gugup Cheonsa.


"Hanya kau yang tahu,"


"Aku tidak-"


"Chagia ... kau di sini?"


Entah bagaimana, tapi kini Jungkook dan Taehyung sudah berada di depan meja Gyuri dan Cheonsa.


'Glup!'


Cheonsa langsung merasakan atmosfer disekitar seakan memberikan tekanan padanya, sementara Gyuri hanya tersenyum manis pada Jungkook dan segera berdiri kemudian merangkul lengan suaminya.


"Oppa kenapa bisa ada di sini?" tanya Gyuri manja.


"Oppa merasa lapar dan ingin sesuatu yang manis setelah menyelesaikan rapat yang menyebalkan itu, makanya oppa mengajak Taehyung-hyung untuk keluar." Jungkook mendudukkan Gyuri kembali dan kemudian ia juga segera duduk di sisi sang istri.


"Hallo Tae Oppa ... kau terlihat lebih tampan sekarang," goda Gyuri sambil tersenyum. Mengacuhkan tatapan tajam Jungkook yang mengarah padanya.


"Terimakasih, kau juga semakin cantik." Taehyung malah membalas godaan Gyuri dengan santainya.


"Kalian ini, selingkuh didepanku!" sinis Jungkook yang merasa terabaikan.


"Mana ada begitu Oppa, jika aku ingin selingkuh~ sudah dari dulu aku melakukannya," sahut Gyuri kalem.


"Kau selalu bisa mendebatku!" kesal Jungkook.


"Oh yea hampir lupa, Taehyung oppa~ kenalkan dia Cheonsa ... adikku," ucap Gyuri sambil menyeringai menatap sang adik.


"Aku baru tahu jika kau memiliki seorang adik," kata Taehyung, tapi dia tidak berminat untuk berkenalan bahkan mengacuhkan keberadaan gadia itu.


"Salam kenal oppa, aku Hann Cheonsa ... adik Gyuri eonni," ujar Cheonsa sambil membalas tatapan sang kakak.


Taehyung berdiam saat mendengar suara gadis bernama Cheonsa, ia langsung menatap lekat wajah itu seperti sedang mencari sesuatu. Taehyung sadar jika ia telah berhalusinasi mendengar suara Cheonsa yang benar-benar serupa dengan suara sekretaris Kwon Yuri. Tapi ia segera menepis prasangka itu, karena gadis yang duduk di hadapannya ini sangat berbeda dengan Yuri. Gadis sederhana yang sudah memikat hatinya.


"Nee, senang berkenalan denganmu." Taehyung berusaha untuk terlihat ramah.


Sore itu mereka habiskan dengan santai di kafe itu dengan sesama gurau, setelah menghabiskan makanan dan minuman. Juga hari mulai larut malam, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang.


"Hyung, kau bisakah tolong antarkan Cheonsa pulang. Ini sudah larut tidak baik jika gadis pulang sendiri," ucap Jungkook saat mereka sudah tiba di parkiran.


"Tidak usah oppa, aku bisa pulang send-"


"Tidak menolak Cheon!" potong Gyuri.


"Baiklah jangan ribut, aku akan mengantarmu pulang dengan selamat." Taehyung segera berjalan menuju mobil sport merah miliknya, dan mau tak mau Cheonsa terpaksa ikut masuk mobil itu.


Jungkook dan Gyuri tersenyum, mereka memang berusaha untuk menjodohkan sahabat Jungkook dan adik Gyuri. Mereka juga memasuki mobil dan segera meninggalkan kafe tersebut dengan harapan jika Taehyung dan Cheonsa bisa bersama.

__ADS_1


__ADS_2