My Baby Sitter

My Baby Sitter
Season 2 # Mencari Perhatian


__ADS_3

Menginjak usia kehamilan ke 4 bulan Millie dan Wisnu sudah kembali ke rumah mereka.


Meski berat namun Adam dan Mikha menghargai keputusan Wisnu untuk membawa anak dan istrinya kembali tinggal di rumahnya.


Walau bagaimanapun Wisnu adalah kepala rumahtangga dan Millie wajib menuruti semua keputusan Wisnu.


Setelah sarapan pagi Wisnu terlebih dahulu mengantarkan Maura ke sekolah, setelah mengantarkan Maura dilanjutkan mengantarkan si Gemoy ke rumah mertuanya bersama pengasuhnya.


"Tumben dedek belum mandi " Mikha menggendong Mile yang datang masih mengenakan piyamanya.


"Mile lagi mogok mandi Mih " jawab Millie berbisik ditelinga Mikha.


"Ya sudah biar nanti Mamih yang mandikan " Mikha mencium pipi bulat si Gemoy.


"Walaupun belum mandi tapi dedek masih wangi " Adam ikut mencium pipi si Gemoy.


"Papih malah bilang begitu..nanti Mile tambah tidak mau mandi " bisik Millie ditelinga Papihnya.


"Biarin..kalau tidak mau jangan dipaksa daripada nangis " jawab Adam sambil mengelus rambut ikal si Gemoy.


Setelah mengantar Milea, Wisnu pun melanjutkan mengantarkan Millie ke kantornya.


"Mas sepertinya lebih baik aku bawa mobil sendiri saja supaya kamu tidak repot setiap hari harus antar jemput aku dan anak-anak " saran Millie.


"Tidak..kamu sedang hamil Sayang. Mengendarai mobil disaat hamil itu resikonya besar..Mas tidak mau ambil resiko itu " jawab Wisnu tegas.


"Tapi aku kasihan lihat kamu pagi-pagi repot " ujar Millie.


"Mas repotnya tidak seberapa dibanding kamu..sedang


Meskipun sudah tidak satu rumah dengan mertuanya namun setiap hari anak-anak masih bersama mertuanya sesuai keinginan mereka.


Bahkan setiap hari Marvin lah yang selalu menjemput Maura sepulang sekolah. Meskipun sudah ada sopir namun Maura lebih senang jika dijemput oleh Om nya yang tampan itu.


Wisnu dan Millie baru menjemput Maura dan Milea sepulang mereka dari kantor.


Mobil Wisnu berhenti di depan kantor perusahaan Adam. Hari itu Wisnu tidak ikut turun seperti biasanya.


"Mas langsung ke kantor ya " ucap Wisnu ketika membuka seatbelt yang membelenggu tubuh istrinya.


"Iya Mas " jawab Millie.


"Setelah melepaskan seatbelt Millie, perlahan Wisnu merunduk kemudian mencium perut Millie yang sudah semakin terlihat menonjol karena mulai memasuki usia 4 bulan.


Setelah puas menciumi perut Millie, kini bibir kenyal itu menyasar bibir Millie dan melu matnya dengan lembut.


Setelah berhasil membuat bibir Millie sedikit bengkak Wisnu pun melepaskan nya.


Sebelum turun Millie merapikan kembali penampilannya yang sedikit berantakan oleh ulah suaminya.


"Masih cantik Sayang " ucap Wisnu sambil tersenyum.


"Aku masuk ya.. hati-hati di jalan " pesan Millie sambil melambaikan tangannya begitu turun dari mobil.


"Iya Sayang " jawab Wisnu.


Setelah Millie masuk ke kantornya Wisnu pun melanjutkan perjalanan menuju ke kantornya.

__ADS_1


Sejak menikahi putri dari seorang pengusaha terkenal, Wisnu menjadi semakin termotivasi untuk lebih maju seperti mertuanya.


Wisnu menjadi semakin semangat bekerja apalagi sekarang istri tercintanya sedang mengandung. Wisnu bertekad untuk memberikan yang terbaik untuk istri dan anak-anak nya.


Setibanya di kantor Wisnu pun mulai tenggelam dengan pekerjaannya. Begitu juga Millie. Wanita yang sedang berbadan dua itu anteng dengan komputer di mejanya sambil sesekali makan kudapan yang dibawanya dari rumah.


Jam 11 siang Millie menelpon Marvin untuk mengingatkan agar jangan sampai terlambat menjemput Maura di sekolah. Padahal Marvin saat itu sudah dalam perjalanan menuju sekolah Maura.


Setibanya di sekolah ternyata Maura sudah keluar dari 10 menit yang lalu. Ketika melihat mobil Marvin datang Maura pun masuk kedalam mobil dengan wajah cemberut.


"Kakak tumben sudah bubar, biasanya kalau Om datang baru bubar " tanya Marvin.


"Iya..pulangnya lebih cepat dari biasanya jadi aku lama nunggunya " jawab Maura masih dengan wajah cemberut.


"Tapi jangan cemberut begitu dong. Om Marvin kan tidak salah " ujar Marvin sambil mulai melajukan mobilnya meninggalkan halaman sekolah Maura.


"Iya..tapi tetap saja aku kesel " jawab Maura sambil melipat kedua tangannya di dada.


"Kalau kakak cemberut begitu Om Marvin tidak akan mau jemput-jemput kamu lagi " ancam Marvin.


"Eeeh tidak-tidak..aku tidak cemberut lagi " Maura memperlihatkan deretan gigi rapinya dan tersenyum manis.


"Nah kalau begitu kan cantik " puji Marvin.


"Tapi sebelum pulang jajan dulu ya Om " pinta Maura manja sambil menarik-narik tangan kiri Marvin.


"Iya..iya..tapi jangan tarik-tarik tangan Om bahaya " jawab Marvin sambil tersenyum.


"Iya Om " Maura buru-buru melepaskan tangannya dari tangan Marvin sambil tertawa lucu.


"Iya aku tidak akan cemberut lagi..tapi Om harus ajak aku kemana Om pergi " jawab Maura.


"Kalau Om Marvin ngapel ke rumah Kak Nisa kamu mau ikut juga ?" tanya Marvin.


"Iya dong " jawab Maura.


"Tidak..tidak..nanti kamu ganggu " ucap Marvin.


"Pokoknya aku harus ikut " ucap Maura memaksa.


"Dasar pemaksa " Marvin menjitak kepala Maura pelan.


Di jalan seperti biasa Marvin menemani Maura membeli jajanan kesukaannya terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah.


"Sudah kenyang jajannya ?" tanya Marvin sambil menuntun Maura menuju mobil.


"Sudah Om " jawab Maura, baru saja gadis kecil itu sudah menghabiskan dua sosis bakar ukuran jumbo dan satu cup ice Boba.


Setelah masuk kedalam mobil Marvin membersihkan mulut Maura yang belepotan oleh saus dan mayonaise.


"Kita pulang ya..Om sebentar lagi harus sekolah " Marvin mulai melajukan mobilnya menuju arah pulang.


"Iya Om " jawab Maura patuh.


Setibanya di rumah Marvin langsung bersiap untuk pergi ke sekolah. Sejak ia resmi berpacaran dengan Nisa Marvin pergi ke sekolah lebih awal karena harus menjemput Nisa dulu di rumahnya.


*

__ADS_1


Wisnu melirik jam yang melingkar ditangannya sudah menunjukkan jam setengah 12.


Karena sebentar lagi waktunya makan siang Wisnu pun mematikan laptopnya kemudian berangkat menuju kantor Millie untuk makan siang bersama dengan istrinya.


Setibanya di kantor ternyata Adam hendak mengajak Millie makan siang. Kebetulan Wisnu datang akhirnya mereka pun makan siang bersama di sebuah restoran yang berada tidak jauh dari kantor.


Jika sudah bertemu kedua pria itu selalu serius membicarakan masalah proyek, seolah tidak ada topik yang lebih menarik untuk dibahas selain membicarakan pekerjaan.


Disela-sela obrolan mereka Wisnu menceritakan keinginan Marvin untuk kuliah di luar negri.


"Papih sih tidak keberatan..tapi Papih yakin jika Mamih tidak akan mengijinkan " jawab Adam.


"Aku juga keberatan kalau Marvin kuliah di luar negri..ga ada dia itu sepi " ujar Millie sambil terkekeh.


"Maura dan Mile pasti akan sedih kehilangan Om nya " tambah Millie.


"Kalau Mamih mengijinkan kita kan bisa nengok kesana " ujar Wisnu.


"Iya juga sih " jawab Millie.


"Apakah Marvin serius ingin kuliah di luar ?" tanya Adam kepada Wisnu.


"Dari ucapannya sih sepertinya Marvin serius Pih..hanya saja dia tidak berani bicara sama Papih dan Mamih " jawab Wisnu.


"Biar nanti Papih bicarakan dulu dengan Mamih " ucap Adam.


Sebetulnya Adam juga pernah mendengar putranya itu mengatakan ingin mengikuti jejaknya kuliah di Kanada. Namun saat itu Mikha dengan tegas menolaknya.


Adam sangat paham alasan Mikha melarang Marvin kuliah di Kanada. Semua adalah karena kesalahannya di masa lalu yang telah terjerumus pada pergaulan bebas.


Sejak saat itu Marvin tidak pernah berani lagi membahas keinginannya itu. Adam tidak menyangka jika keinginan untuk kuliah di Kanada belum sepenuhnya hilang dari kepala putranya itu.


Setelah makan siang selesai mereka kembali ke kantor. Wisnu memilih tetap tinggal di kantor Millie karena istrinya itu tidak mengijinkan Wisnu kembali ke kantornya.


Karena hari itu Millie tidak terlalu sibuk dengan pekerjaan akhirnya Wisnu pun memutuskan membawa Millie pulang. Kebetulan Adam memang menyuruh Wisnu membawa Millie pulang untuk beristirahat.


Adam tidak mau membebani Millie dengan pekerjaan, jadi Millie bisa pulang kapanpun semaunya.


Setibanya di rumah Wisnu dan Millie disambut dengan Mile yang sedang dibujuk makan oleh Mikha dan pengasuhnya.


"Dedek kenapa tidak mau makan ?" tanya Millie.


"Aku mau makannya sama Mommy saja " si Gemoy memeluk perut Millie dengan manja.


"Baiklah makannya Mommy yang suapin " Millie pun mengambil mangkuk dari tangan pengasuhnya.


Si Gemoy makan dengan lahap setelah Millie yang menyuapinya.


"Kalau mau punya adik ya begitu..suka lebih manja dan mencari perhatian " ujar Mikha.


"Iya Mih..dulu Maura juga begitu waktu Mommy nya hamil Mile " jawab Wisnu.


"Tuh bener kan " ujar Mikha.


"Kakak mau Mommy siapin tidak ?" tanya Millie kepada Maura yang sedang anteng menonton tv.


"Tidak Mom..aku sudah besar. Lagian aku tadi sudah makan sama Om Marvin sebelum Om Marvin pergi ke sekolah " jawab Maura.

__ADS_1


__ADS_2