My Baby Sitter

My Baby Sitter
Season 2 # Maaf


__ADS_3

Sejak mendapatkan tamparan dari Wisnu, Millie tidak pernah datang lagi mengunjungi Maura dan Milea.


Millie berusaha melupakan kedua bocah itu dan mulai menata kembali hatinya tanpa bayang-bayang Wisnu dan kedua anaknya.


Dalam keadaan patah hati Millie dapat menyelesaikan kuliahnya dengan cepat, ini tentu saja sangat membanggakan Adam dan Mikha juga seluruh keluarganya.


Setelah menyelesaikan kuliahnya Millie dan beberapa temannya pergi ke Bandung untuk mengunjungi beberapa tempat wisata di daerah Lembang.


Tempat wisata yang pertama Millie dan teman-temannya kunjungi adalah sebuah tempat wisata yang mengusung konsep edukasi budaya karena menampilkan bangunan ikonik dari 7 negara yang ada di Benua Asia Afrika. Selain itu tempat wisata ini juga menyajikan budaya dan kuliner khas masing-masing negara.


Ketika Millie dan teman-temannya sedang menjelajahi tempat itu tiba-tiba Millie terkejut ketika melihat dua bocah kecil yang tampak lucu mengenakan pakaian khas Jepang.Tidak jauh dari sana sang ayah sibuk mengabadikan momen cantik kedua putrinya itu.


Millie mengucek matanya ketika menyadari jika kedua bocah lucu itu adalah Maura dan Milea. Disaat yang bersamaan Maura pun menoleh kearah Millie.


"Kakak Ninaaaa " suara lengkingan bocah itu membuat Millie semakin yakin jika kedua bocah lucu berpakaian Yukata itu adalah Maura dan Milea, dan pria yang sedang sibuk memegang kamera itu adalah Wisnu. Sepertinya mereka juga sedang pulang ke Bandung.


Millie berusaha menghindar dengan mempercepat langkahnya. Millie sempat mendengar Maura meyakinkan Wisnu jika ia benar-benar melihat Millie disana.


"Beneran Daddy..tadi aku lihat kakak Nina " Maura berusaha meyakinkan Wisnu.


"Tidak mungkin..kakak pasti salah lihat " jawab Wisnu.


Maura yang merasa kesal karena Wisnu tidak mempercayainya langsung berlari kearah Millie pergi bersama teman-temannya.


"Kakak tunggu jangan lari nanti jatuh " Wisnu buru-buru menggendong Milea dan mengikuti Maura yang berlari untuk menyusul Millie.


"Kakak Ninaaaa "


Millie kembali mendengar suara bocah yang sangat dirindukan itu memanggilnya. Millie terus melangkah dan berusaha tidak mempedulikannya. Namun suara jeritan beberapa pengunjung dibelakangnya membuat Millie langsung menoleh ke belakang.


Beberapa pengunjung tampak sedang menolong Maura yang terjatuh. Tidak lama kemudian Wisnu pun yang baru berhasil menyusul Maura langsung memburu Maura yang tersungkur di lantai batu.


Kepanikan terjadi ketika dari dahi Maura mengucur darah segar. Sepertinya kepala Maura terantuk lantai batu pada saat terjatuh.


Melihat Maura yang terjatuh Millie pun langsung berlari memburu Maura.


Wisnu buru-buru menggendong Maura keluar dari tempat itu, sedangkan Millie menggendong Milea yang ikut menangis melihat kakaknya terluka.


Wisnu membawa Maura ke klinik terdekat, disana Maura mendapat beberapa jahitan karena luka robek dikepalanya.


Selama Maura dalam penanganan dokter tangan bocah itu terus menggenggam erat tangan Millie, seolah ia takut akan ditinggalkan lagi oleh Millie. Tidak jauh dari sana Wisnu berdiri sambil menggendong Millie.


"Kakak Nina tadi aku panggil-panggil kenapa tidak menjawab ?" tanya Maura setelah dokter memasang perban di kepalanya.


"Kakak Nina tidak dengar Sayang " jawab Millie berbohong.


Wisnu membuang muka, ia tahu jika Millie memang sengaja mengabaikan panggilan dari Maura. Gadis itu sedang berusaha menghindarinya.


"Apakah kepala kakak masih sakit ?" tanya Millie.


"Sedikit " jawab Maura.

__ADS_1


"Lain kali kakak tidak boleh lari-lari seperti itu lagi ya..kakak harus hati-hati " nasehat Millie.


"Iya " jawab Maura.


Disaat Millie masih berada di ruang tindakan, diam-diam Wisnu keluar untuk menemui teman-teman Millie yang ikut menyusul ke klinik.


"Teman kalian akan pulang bersama saya..sebaiknya kalian tidak usah menunggunya " ucap Wisnu.


Akhirnya teman-teman Millie pun pulang meninggalkan Millie yang masih menunggui Maura di klinik.


Setelah penanganan luka di kepala Maura selesai mereka pun keluar dari klinik. Begitu keluar Millie memarahi teman-temannya karena mereka telah meninggalkannya pulang ke Jakarta.


Karena Maura terus merengek ingin agar Millie ikut pulang bersamanya akhirnya Millie pun mengalah ikut pulang ke rumah orangtua Wisnu di Bandung.


Sepanjang perjalanan Millie dan Wisnu saling diam.Millie tidak mempedulikan Wisnu yang diam-diam menatap kearahnya. Millie hanya berbicara kepada Maura dan Milea saja.


Sesampainya di rumah orangtua Wisnu, mereka tidak mengijinkan Millie pulang apalagi Maura dan Milea yang tidak mau jauh sedikitpun dari Millie.


"Kakak Nina kenapa tidak pernah datang lagi ? bukannya kakak janji akan sering-sering ke rumah..kakak kan tau kalau bohong itu dosa " oceh Maura


"Kakak sedang sibuk Sayang...maaf ya " jawab Millie.


"Katanya sibuk tapi sekarang kakak main sama teman-teman kakak " Maura terus mengoceh sambil mengerutkan bibirnya.


"Maafkan kakak ya Sayang " Millie tidak dapat mencari alasan selain tersenyum dan meminta maaf.


Jika Maura terus mengoceh, lain lagi dengan Milea. Bocah itu tidak mau turun sebentar pun dari gendongan Millie.Bahkan Milea sampai tertidur dalam gendongan Millie.


Setelah Menidurkan Maura dan Milea, Millie pergi ke teras, disana Millie menghubungi Mamihnya dan mengabari jika ia tidak akan pulang. Millie terpaksa berbohong kepada Mamihnya dengan mengatakan jika ia akan menginap di rumah Arin dan untungnya Mikha pun tidak keberatan.


Millie yang akan kembali ke kamar setelah menghubungi Mamihnya kaget ketika Wisnu tiba-tiba sudah berdiri di pintu masuk dan menghalangi jalannya.


"Maaf pak saya mau masuk " ucap Millie.


Wisnu diam tidak bergeser sedikitpun dari pintu, tidak memberi jalan bagi Millie untuk masuk.


"Maaf pak saya mau masuk " Millie kembali mengulangi ucapannya.


Diluar dugaan Wisnu malah menangkap kedua tangan Millie dan menggenggamnya erat.


"Nina..maafkan Mas ya " ucapnya lirih nyaris tidak terdengar.


"Mas salah karena sudah bertindak kasar sama kamu "


"Kalau kamu mau balas..balas saja " Wisnu memukulkan tangan Millie ke wajahnya.


"Pak lepaskan tangan saya " pinta Millie sambil menatap tajam kearah Wisnu.


Bukannya melepaskan Wisnu malah menempelkan tangan Millie di bibirnya. Millie buru-buru menarik paksa tangannya dengan tatapan tidak suka.


Millie mendorong tubuh Wisnu dari pintu dan ia pun buru-buru masuk ke kamar Maura dan Milea.

__ADS_1


"Nina..Mas masih mau bicara " Millie masih sempat mendengar Wisnu memanggilnya namun Millie tidak menghiraukan nya.


"Sudah jangan ganggu Nina " Ibu menegur Wisnu yang terus memanggil-manggil Millie.


"Bukan mengganggu Bu, aku hanya ingin minta maaf " kilah Wisnu.


"Iya..tapi Nina tidak mau bicara sama kamu. Tolong hargai dia..jangan sampai dia merasa tidak nyaman berada disini karena kamu terus memaksa mengajaknya bicara " nasehat Ibu.


Mendengar ucapan Ibu, Wisnu menunduk dengan wajah yang sedih


"Baiklah Bu " ujar Wisnu lirih.


Setelah menasehati putranya, Ibu masuk ke kamar Millie.


"Nina..ganti baju dulu pakai daster Ibu saja..ini baru belum pernah dipake " Ibu memberikan daster batik kepada Millie.


"Terimakasih Bu " ujar Millie sambil menerima daster batik dari tangan ibu dan memakainya di kamar mandi.


Malam itu Millie tidur sambil memeluk kedua gadis kecil yang selama ini sangat ia rindukan.Millie tidur sangat nyenyak karena rasa rindunya telah terobati.


Keesokannya pagi-pagi Millie memandikan Maura dan Milea. hampir satu jam mereka berada di kamar mandi.


Mereka mandi sambil bercanda.Mereka baru keluar dari kamar mandi setelah ibu menegur dan menyuruhnya keluar untuk sarapan.


Setelah membuat Maura dan Milea cantik dan wangi mereka pun keluar dan bergabung di meja makan.


"Apakah masih sakit ?" Wisnu memeriksa luka di kepala Maura.


"Sedikit " jawab Maura.


"Nanti lukanya diberi salep lagi ya yang dari dokter " ucap Wisnu.


"Iya Dad " jawab Maura.


Millie makan sambil menyuapi Milea makan, sedangkan Maura sudah biasa makan sendiri.


"Nasi gorengnya enak Bu " puji Millie sambil mengunyah makanannya.


"Ini Wisnu yang masak..dia memang jago bikin nasi gorengnya " jawab Ibu.


"Uhuk..Uhukk.." Millie terbatuk-batuk karena tersedak. Wisnu buru-buru memberikan segelas air sambil menepuk-nepuk punggung Millie.


Millie menyesal telah memuji nasi goreng yang memang rasanya sangat enak itu. Jika saja Millie tau jika nasi goreng itu buatan Wisnu Millie tidak Sudi memakannya apalagi memujinya.


"Katanya nasi gorengnya enak, kenapa tidak dihabiskan ?" tanya Wisnu.


"Sudah kenyang " jawab Millie dengan wajah judesnya. Wisnu tersenyum getir..Millie tidak menghabiskan nasi gorengnya karena tau itu adalah buatannya.


Dukungannya pliiisss


Biar Author tambah semangat nulisnya.. Happy reading 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2