My Baby Sitter

My Baby Sitter
6


__ADS_3

DIKEDIAMAN KELUARGA JEON:


Lagu BTS 'dangerous' terdengar memekakan telinga, seorang pemuda yang sedang tertidur merasa terganggu, ia baru saja tertidur jam 5 pagi dan sekarang siapa yang berani mengganggunya di saat ia baru saja terlelap beberapa jam. Tangannya menggapai- gapai berusaha mengambil ponselnya yang terus berbunyi. Ia sudah siap untuk menyemprot pengganggu tidurnya, namun batal setelah mendengar suara Yang amat ia rindukan.


"Oppa... ini aku,"


Jungkook langsung bangkit dari berbaringnya begitu suara gadisnya terdengar dari balik telpon, rasa kantuknya seketika hilang dan kini ia bersemangat. Jungkook beranjak dari ranjangnya begitu selesai menerima telfon dari kekasih tercintanya. Bahkan ia belum mandi, tapi tetap saja masih terlihat tampan.


Ia segera membuka lemarinya dan mengambil sebuah kunci yang sudah lama tak ia gunakan. Kunci sebuah mobil sport, Lamborghini terbaru di beberapa tahun silam berwarna silver. Tanpa pamit pada kedua orangtuanya Jungkook pergi menuju tempat yang telah diberi tahukan oleh kekasihnya.


Sebelum ia menghidupkan mesin mobil, ia menarik nafas dalam2, ia masih trauma sebenarnya, dan sekarang ia sedang melawan rasa takutnya. Ia harus bisa membawa mobil ini membelah jalanan seperti dulu.


Kekasihnya sedang menunggu menyelamatkannya.


Brruuuummm ... Brruuuummm ...


Akhirnya ia berhasil melawan rasa trauma dan takutnya, perlahan ia mengendarai mobilnya keluar dari garasi, dan mulai meninggalkan halaman rumah. Ia menuju tempat di Gyuri berada melalui GPS dan pelacak melalui ponsel, dan sebelumnya ia telah juga menelfon semua temannya.


Tiga jam perjalanan ia telah memasuki kawasan daerah Daegu. Dibelakang mobilnya telah mengikuti mobil-mobil sport yang di kemudikan oleh teman-temannya. Mereka tiba di tujuan bersama'an, serentak ketujuh mobil itu berhenti di sebuah halaman luas yang tak terurus, tepatnya vila tak terpakai di daerah Daegu, dekat hutan. 7 buah mobil berbaris mengelilingi rumah itu, dan yang pertama keluar dari dalam mobil adalah


Namjon, ia memeriksa vila itu yang tampak kosong. Yang lain satu persatu keluar dari mobil masing-masing. Jungkook mencoba menelfon Gyuri. Namun, entah kenapa ponselnya tak aktif.


Di lain tempat tepatnya didalam vila, Hansung sudah panik saat ia tahu ada 7 mobil yang ia ketahui siapa mereka. Dan yang membuatnya kaget adalah Jungkook yang dapat berdiri di atas kakinya sendiri. Yea, ia dapat melihat aktifitas di sekitarnya karena vila ini memiliki kelengkapan fasilitas cctv.


"Hansung, mereka pasti akan mengamuk. Kita lebih baik pergi dari sini," gugup Hanbin, ia ketakutan.

__ADS_1


"Yaaakk!!!! Pengecut. Lebih baik kau diam jika tidak bisa membantuku," hardik Hansung membuat Hanbin terdiam.


Kepanikan Hanbin membuat Hansung tambah panik dan gagal fokus. Namun, tiba-tiba ia menyeringai licik saat sebuah ide gila lainnya terbersit di otaknya kecilnya.


DIDALAM KAMAR ...


Gyuri tengah tidur nyenyak karena tadi makanan yang diberikan padanya diberi obat tidur. Ia bahkan tidak tahu jika Jungkook sudah tiba di sana. Dan ponsel Gyuri, Hansung yang mematikannya. Setelah berfikir cukup lama akhirnya mereka bertujuh mendobrak masuk rumah itu, cukup sulit namun mereka berhasil pada dobrakan ke tiga.


Mereka berpencar mencari disetiap ruangan hingga tiba pada satu pintu, yang digembok dari luar. Jungkook segera mencari sesuatu agar bisa merusak gembok itu. Ia frustasi karena tak menemukan apa-apa atau sesuatu untuk merusak. Sementara itu Hansung dan Hanbin sudah kabur lewat pintu belakang saat mereka berhasil masuk. Namun, sebelum pergi, Hansung menyiramkan bensin di sekitar rumah itu dan kemudian membakarnya. Karena menggunakan bensin, apinya dengan cepat membesar. Hal tersebut tentunya membuat Jungkook dan teman-temannya panik luar biasa.


At home ...


Orangtua Jungkook sudah khawatir saat tau putranya pergi menggunakan mobilnya sendiri. Mereka Ingin menyusul tapi urung dilakukan karena sang appa percaya kalau putranya bisa menangani hal ini.


" Matilah kalian semua, itu malah lebih bagus ..." Hansung yang merasa rencana berjalan lancar hanya tertawa sambil menatap api yang semakin membesar dan sudah hampir melahap keseluruhan villa tersebut.


Angin berhembus membuat api Dengan cepat membesar. Sementara itu Jungkook sudah panik karena belum dapat membuka pintu.


Di saat sebagiannya dari rumah tua ini sudah terbakar.


"Kalian keluarlah dari sini, Selamatkan diri kalian jangan membuatku merasa bersalah jika sesuatu terjadi pada kalian," perintah Jungkook sambil mengambil jarak.


Ia berencana untuk mendobrak pintu itu.


Dan ke enam temannya sudah berbaris bersamanya. "Kami tidak akan meninggalkan mu," ucap Seok jin yakin.

__ADS_1


"Bersama kita selamatkan Gyuri dan keluar dari sini," tambah Hoseok dan di angguki yang lain.


Tap ... tap ... tap ...


mereka bertujuh melangkah menjauh beberapa meter dari pintu.


Bruukk ...


Bruukk ...


Bruukk ...


BRAAKK...


Pintupun terhempas lepas dari engselnya pada dobrakan ke tiga. Jungkook merasa lega karena berhasil mendobrak pintu.


"Chagi ... chagi ... Kenapa tidur di saat begini seh," Kesal Jungkook menggrutu. Namun, ia tetap menggendong ala bridal style kekasihnya yang terlihat lelap dalam tidurnya.


"Kenapa dengannya?" tanya Taehyung.


"Entahlah, seperti tidur ..." ucap Jungkook.


"Dia bukan tidur bodoh, dia di bius obat tidur," sergah Namjon.


"Kenapa malah berdebat seh, ayo kita keluar dari sini sebelum kita menjadi manusia panggang!" teriak Jimin panik.

__ADS_1


__ADS_2