
Pagi-pagi semua sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan, kecuali si Gemoy yang masih tertidur di kamar Adam.
Hari ini Millie sudah mulai masuk kantor karena sudah tidak terlalu sering muntah. Hanya sesekali saja Millie muntah itupun jika mencium aroma yang terlalu menyengat.
Sebetulnya Adam dan Mikha juga Wisnu melarang Millie pergi ke kantor namun Millie memaksa.
"Kakak hari ini pergi ke sekolahnya mau diantar Mommy atau Daddy ?" tanya Millie kepada Maura.
"Aku diantar Om Marvin Saja " jawab Maura dengan riangnya.
"Siapa juga yang mau nganterin kamu ke sekolah " ledek Marvin dengan wajah malas.
"Oom..kok ngomongnya begitu " Maura langsung merajuk dengan mata yang mulai merah menahan tangis.
"Marviin..kamu itu iseng banget sih pagi-pagi buat nangis Maura " omel Mikha.
"Cup..cup jangan nangis..iya Mamih suruh Om Marvin anterin kakak ke sekolah " Mikha berusaha membuat Maura tidak menangis.
"Tidak usah Mamih aku tidak jadi ingin dianterin om Marvin..aku mau pergi ke sekolahnya dianterin Mommy saja.. hikshiks " jawab Maura sambil terisak-isak.
"Eeh jangan nangis..kak Marvin cuma becanda Maura. Kak Marvin mau kok nganterin Maura ke sekolah " Marvin terlihat merasa bersalah karena telah menggoda Maura sampai menangis.
"Tidak usah..aku mau pergi sama Mommy saja " jawab Maura kekeh sambil mengusap air matanya dengan tangannya. Millie buru-buru menyusut air mata Maura dengan tisu.
"Makanya jangan suka iseng..jadi ngambek kan Mauranya " Millie menyentil kening Marvin.
"Maaf kak " jawab Marvin menyesal.
Setelah sarapan selesai ketika Maura bersiap untuk pergi ke sekolah dengan diantarkan Millie, Marvin kembali membujuk Maura agar mau pergi ke sekolah dengan diantarkan olehnya namun Maura menolak, membuat Marvin semakin merasa bersalah.
"Makanya lain kali jangan suka iseng, anak kecil itu perasaannya halus " omel Adam.
"Iya Pih " jawab Marvin sambil menunduk.
Setelah Maura pergi dengan diantarkan oleh Millie, Marvin selalu dihantui rasa bersalah. Marvin tidak menyangka jika Maura akan ngambek oleh candaannya.
Ketika mendekati waktu Maura pulang sekolah Marvin menelpon Millie meminta agar ia diijinkan menjemput Maura.
Millie sempat melarang karena tadi pagi Maura masih ngambek kepada Marvin.
Namun karena Marvin memaksa Millie pun akhirnya terpaksa mengijinkan karena kebetulan Millie juga sedang banyak pekerjaan di kantor.
Mobil Marvin tiba lima menit sebelum Maura keluar dari kelasnya. Begitu Maura keluar dari gerbang sekolah wajah cerianya langsung berubah masam ketika melihat jika Marvin lah yang menjemputnya.
Marvin turun dari mobil kemudian menuntun Maura masuk kedalam mobil.
"Jangan cemberut terus dong kak, jadi hilang cantiknya " goda Marvin sambil menjawil dagu Maura.Gadis kecil itu menepiskan tangan Marvin sambil melengos.
"Kenapa Om yang jemput aku ? aku maunya Mommy atau Daddy yang jemput aku " Maura melipat tangannya di dada dengan wajah judesnya.
"Mommy dan Daddy kamu sedang sibuk.. jadi Om Marvin yang jemput kakak " jawab Marvin.
Maura tidak menjawab, ia masih cemberut sambil melipat tangan di dada.
"Kalau kakak masih cemberut dan marah Om Marvin tidak akan jalan " ancam Marvin.
"Ya sudah aku minta jemput Mommy saja " jawab Maura.
"Bagaimana caranya ? Kakak kan tidak punya ponsel " tanya Marvin
Maura terlihat bingung namun tidak lama kemudian Maura langsung menangis dengan kencangnya.
"Mommyyy..Om Marvin jahat ke kakak huwaa..huwaa "
"Eeh..stop..stop..jangan menangis, nanti orang lain mengira Om mau culik kamu " Marvin berusaha menghentikan tangis Maura.
__ADS_1
"Dadyyy..Om Marvin nakal.. huwaa.. huwaaa " Maura memanggil Mommy dan Daddynya.
Karena tangis Maura tidak kunjung berhenti Marvin pun meraih tubuh mungil itu kemudian mendekap kepalanya ke dadanya.
"Om Marvin cuma becanda, maafin Om Marvin ya " pinta Marvin sambil mencium puncak rambut Maura yang wangi.
"Om Marvin nakal..Om Marvin tidak sayang sama aku hikshiks " Maura terisak di dada Marvin.
"Siapa bilang tidak Sayang..Om Marvin itu Sayang sama kamu. Buktinya walaupun kamu sedang ngambek tapi Om Marvin tetap jemput kamu " jawab Marvin.
"Kakak mau kan maafin Om Marvin ?" tanya Marvin setelah tangis Maura mulai mereda.
"Iya " jawab Maura sambil menyusut ingusnya dengan kemeja Marvin.
"Kakak jorok ih " Omel Marvin.
"Tuh kan marah lagi " Maura kembali cemberut.
"Iya tidak marah " jawab Marvin sambil melepaskan pelukannya.
"Kita langsung pulang atau jalan-jalan dulu ? kebetulan Om hari ini libur sekolah karena gurunya ada rapat "
"Jalan-jalan dulu..terus jajan yang banyak " jawab Maura dengan riangnya.
"Baik Boss " jawab Marvin sambil menyalakan mesin mobilnya.
Marvin melajukan mobilnya meninggalkan gedung sekolah Maura.
Mereka terlihat sudah akur lagi setelah sebelumnya saling menautkan jari kelingking.
"Oom..aku mau kita main di mall seperti dulu " pinta Maura sambil menarik-narik tangan Marvin.
"Baiklah " jawab Marvin.
"Tapi sudah main aku mau makan ayam goreng yang banyaaak " tambah Maura
"Baiklah "
"Boleh..apa lagi ?" tantang Marvin.
"Sudah itu saja " jawab Maura.
Hari itu Marvin tidak langsung membawa Maura pulang tapi mereka langsung pergi ke area permainan di sebuah Mall.
Selama mereka bermain Mikha beberapa kali menghubungi Marvin karena mereka belum pulang juga.
Marvin pun mengatakan kepada Mamihnya jika ia sedang membujuk Maura agar tidak marah lagi dengan mengajak bermain di Mall dan Mikha pun mengerti.
Marvin menemani Maura mencoba semua permainan. Tidak terasa mereka bermain sampai memasuki jam makan siang.
"Om mainnya sudah dulu ya..aku lapar " Maura memegang perutnya yang terasa lapar.
"Om Marvin juga lapar..kita cari McDonald sekarang yuk " ajak Marvin sambil menuntun Maura ke tempat gerai ayam goreng.
Pada saat mereka berjalan menuju gerai ayam goreng, mereka tidak sengaja berpapasan dengan Wisnu yang akan memasuki sebuah restoran Jepang. Rupanya Wisnu akan makan siang bersama beberapa orang staf nya.
"Daddyyyy aku.." Maura berlari kearah Wisnu.
"Kakak sedang apa disini..kenapa belum pulang ?" tanya Wisnu sambil menatap Maura dan Marvin bergantian.
"Aku sedang nyogok Maura agar tidak ngambek lagi sama aku Mas " jawab Marvin setengah berbisik agar tidak terdengar oleh Maura.
"Ooh begitu..memang kamu tidak sekolah ?" tanya Wisnu sambil melirik jam tangannya. Seharusnya jam segini waktunya Marvin pergi ke sekolah.
" Sedang libur Mas..gurunya ada rapat " jawab Marvin.
__ADS_1
"Baiklah..apakah kalian mau makan disini sekalian " tanya Wisnu.
"Tidak Daddy..aku mau makan ayam goreng..iya kan Om ?" Maura memeluk tangan Marvin.
"Iya " jawab Marvin.
"Ya sudah kalau begitu Mas makan disini " Wisnu mengeluarkan beberapa lembar uang ratusan ribu dari dalam dompetnya kemudian diberikan kepada Marvin.
"Terimakasih Mas " ucap Marvin.
Meskipun melihat Daddynya memberikan uang kepada Marvin namun Maura terlihat tidak iri dan tidak minta uang kepada Daddynya karena semua keinginannya akan dipenuhi oleh Om kesayangannya.
"Dadah Daddy.." Maura melambaikan tangannya ketika ia dan Marvin akan masuk ke gerai ayam goreng kesukaannya.
Wisnu menatap Marvin yang menuntun Maura sampai masuk ke gerai ayam goreng.
Ditempat gerai ayam goreng Marvin membiarkan Maura makan ayam sebanyak yang ia mau.
Marvin sesekali membersihkan mulut Maura yang belepotan oleh saus tomat.
"Oom nanti besok sepulang sekolah kita kesini lagi ya " pinta Maura.
"Tidak bisa..kalau besok kita kesini lagi Om terlambat pergi ke sekolah karena besok om tidak libur " jawab Marvin.
"Kalau begitu weekend saja " pinta Maura.
"Baiklah " jawab Marvin.
Pada saat makan perhatian mereka tertuju pada kedatangan seorang wanita bersama putrinya yang seusia Maura, mereka mendorong stroller berisi bayi yang sangat lucu.
Karena mereka duduk tidak jauh dari Maura dan Marvin, Maura sempat melirik kedalam stroller dimana disana ada seorang bayi laki-laki tampak menggemaskan dengan mpeng di mulutnya.
"Bayinya lucu ya kak " bisik Marvin
"Iya Om..lucu seperti boneka " jawab Maura sambil terus melirik kearah bayi dalam stroller itu.
"Kakak mau punya adik seperti itu tidak ?..kalau mau minta sama Mommy dan Daddy " Marvin mulai mengompori Maura.
Maura terdiam sejenak, namun matanya terus melirik kearah bayi dalam stroller itu.
"Punya banyak adik itu menyenangkan loh kak..Om Marvin saja ingin punya adik " ujar Marvin.
"Nanti kalau Mommy punya bayi aku sama Mile tidak disayang..nanti Mommy sibuk ngurus dedek bayi " jawab Maura.
"Tidak akan begitu Kak..Mommy pasti tetap sayang..malah lebih asik rumah menjadi rame " ujar Marvin.
"Begitu ya Om ?" tanya Maura.
"Percaya deh sama Om " jawab Marvin meyakinkan.
"Baiklah..aku akan minta adik sama Mommy dan Daddy " ucap Maura akhirnya.
Marvin diam-diam tersenyum. Ternyata tidak susah memberi pengertian kepada bocah cantik ini.
Setelah selesai makan Marvin mengabulkan permintaan terakhir Maura yaitu membeli buku cerita.
Maura membeli beberapa buku cerita yang nanti malam akan ia bacakan sebelum Milea tidur.
"Masih ada yang ingin dibeli ?" tanya Marvin ketika mereka keluar dari toko buku.
"Tidak Om aku lelah " jawab Maura.
"Ya sudah kita pulang " Marvin menuntun Maura menuju parkiran.
Ketika sudah masuk kedalam mobil Marvin terhenyak ketika Maura tiba-tiba mencium pipinya.
__ADS_1
"Terimakasih ya Om sudah ajak aku jalan-jalan..makan..dan beli buku... Hari ini aku senaaaang banget " ucap Maura setelah mencium pipi kiri Marvin.
"I..iya..jawab Marvin sambil mengusap pipi kirinya.