
Keesokannya Adam dan Mikha terlihat lega karena Millie sudah tidak demam.Bahkan semalam Millie tidur sangat pulas dan sama sekali tidak rewel. Sehingga Adam dan Mikha memiliki waktu untuk kembali saling melepas rindu.
"Apakah semalam Millie masih demam ?" tanya Mama ketika Mikha sedang membuat bubur untuk Millie.
"Tidak mah..semalam tidurnya nyenyak dan tidak rewel " jawab Mikha.
"Pantas leher kamu pada belang seperti macan tutul " bisik Mama menggoda.
"Mama....jangan godain aku dong " Mikha merajuk malu.
"Mama senang putra Mama bisa bahagiakan kamu " Mama mengusap puncak kepala Mikha.
Mendengar ucapan Mama, Mikha pun jadi terharu. Dipeluknya tubuh mertuanya itu erat.
"Bagi aku Mama bukan sekedar mertua.. tapi orangtua aku " Mikha mencium pipi Mama
"Kalian sedang apa di dapur cium-ciuman " tanya Papa yang kebetulan lewat di dapur.
"Mikha nih pagi-pagi sudah datang manjanya " jawab Mama sambil tersenyum.
"Manja-manja nya sana sama Abang..jangan sama mama " ujar Papa menggoda.
"Sama Abang mah sudah dari semalam " jawab Mikha sambil nyengir
"Dasar kamu " Papa menyentil kening Mikha.
Mikha membawa mangkuk berisi bubur ke kamarnya. Disana Millie yang sudah bangun tampak sedang bercanda dengan Adam diatas kasur.
"Sayaaang.. waktunya makan dulu " Mikha duduk disebelah Millie bersiap untuk menyuapi Millie makan.
Adam ikut membujuk Millie ketika mulut mungil Millie tidak mau terbuka.
"Makan Sayang..kalau Millie tidak mau makan nanti Papih pulang " ancam Adam.
Tidak ingin papihnya pulang akhirnya Millie mau membuka mulutnya dan menerima suapan dari Mikha.
"Anak pintar " puji Adam sambil mencium pipi Millie.
"Istri pintar " Adam juga memuji Mikha dan mencium bibir Mikha sekilas.
"Abang ih ada Millie juga " omel Mikha.
"Dia tidak akan mengerti " jawab Adam.
__ADS_1
*
Setelah keadaan Millie semakin pulih Adam pun kembali ke Jakarta. Sebelum kembali ke Jakarta Adam sempat pamit kepada Mikha akan pergi ke Canada selama satu Minggu untuk urusan pekerjaan. Jadi bisa dipastikan jika weekend ini Adam tidak akan pulang ke Bandung.
Entah mengapa Adam merasa enggan untuk pergi ke Canada. Jika saja bukan untuk urusan pekerjaan yang sangat penting ingin sekali Adam hanya mengutus asistennya saja yang pergi. Namun karena menyangkut kemajuan perusahaannya akhirnya Adam terpaksa pergi.
Hari pertama Adam di Canada, Martha memberikan sederet jadwal pertemuan dengan beberapa investor yang akan bekerja sama dengan perusahaannya. Bahkan salah satunya adalah perusahaan terbesar di Canada.
Untuk urusan pekerjaan Adam dan Martha merupakan pasangan yang sangat cocok. Meskipun mereka pernah terlibat skandal namun sekarang keduanya benar-benar bekerja secara profesional.
Martha bahkan sempat menanyakan kabar Mikha dan Millie. Sempat menampung Mikha dan Millie di apartemen nya membuat Martha sangat menyukai keduanya, apalagi Millie yang menurutnya sangat menggemaskan.
"Mikha sedang menyelesaikan kuliahnya satu tahun lagi, sedangkan Millie sekarang hampir satu tahun dan sedang belajar jalan "
"Pasti lucu sekali.." ujar Martha
"Ya " jawab Adam.
"Jadi kalian masih tinggal berpisah ?" tanya Martha.
"Ya..setiap weekend aku pulang ke Bandung " jawab Adam
"Mikha itu meskipun masih muda sifatnya keras..kamu harus hati-hati jangan sampai salah jalan..kalau sampai kamu menyakiti dia lagi aku jamin dia akan pergi dari kamu " nasehat Martha.
"Syukurlah " jawab Martha
"Kamu sendiri..sudah insyaf ?" tanya Adam lagi.
Martha tidak menjawab, ia hanya tertawa membuat Adam langsung menoyor kepala Martha.
"Bisa saja nasehati orang " cibir Adam.
"Mending cari pasangan yang bener Tha..terus nikah " kini Adam yang menasehati Martha.
"Belum ada yang benar-benar cocok " jawab Martha santai.
*
Dihari terakhir Adam di Canada, Adam diundang ke acara ulangtahun teman kuliahnya di sebuah club. Adam dan Martha pergi bersama karena Adam dan Martha kuliah di tempat yang sama.
Di club tidak sengaja Adam bertemu dengan Cintya..Adam pun mengenalkan Cintya kepada Martha.
Disaat acara belum selesai tiba-tiba Martha pamit pulang duluan. Meskipun Martha pergi dengannya tapi Adam tidak melarang ketika Martha pulang lebih dulu bersama teman pria nya.
__ADS_1
"Aku pikir dia pacar kamu " ujar Cintya
"Bukan..dia teman kuliah " jawab Adam.
Sebelum acara selesai Adam pamit kepada teman-temannya untuk pulang duluan.
Ketika sampai di parkiran, Adam melihat Cintya yang terlihat panik mencari sesuatu didalam tas nya.
"Kamu kehilangan sesuatu ?" tanya Adam
"Ya..kunci mobil aku " jawab Cintya.
Karena kunci mobil Cintya tidak dapat ditemukan, akhirnya Adam menawarkan diri untuk mengantarkan Cintya pulang. Cintya pun menerima tawaran Adam dengan senang hati.
"Kamu jadi bercerai dengan istri kamu ?" tanya Cintya tiba-tiba.
"Tidak.. sekarang kami bersama lagi " jawab Adam.
"ooh.."
"Istri kamu itu yang dulu nempelin permen karet di motor aku ya ?" tanya Cintya
"Ya " jawab Adam sambil terkekeh.
Adam ingat dulu ia sempat memarahi Mikha karena iseng menempelkan permen karet di motor Cintya.
Setelah menempuh perjalanan hampir setengah jam Adam pun sampai di rumah Cintya.
Cintya mengajak Adam untuk mampir, namun Adam menolak.
"Ayolah mampir sebentar..kamu kelihatan ngantuk bahaya jika menyetir dalam keadaan ngantuk..biar aku buatkan kopi untuk kamu sebelum pulang " bujuk Cintya.
Karena ucapan Cintya ada benarnya, akhirnya Adam pun bersedia mampir sebentar di rumah Cintya.
Cintya meninggalkan Adam di ruang tamu rumahnya untuk membuatkan kopi. Tidak lama kemudian Cintya datang dengan secangkir kopi panas untuk Adam.
Adam menyesap kopinya sambil mengobrol tentang masa-masa SMA mereka di Bandung. Disela obrolan mereka beberapa kali Cintya menyindir Adam yang tidak pernah membalas cintanya dan malah memilih menikah dengan sahabat adiknya.
Setelah menghabiskan kopinya tiba-tiba Adam merasa sangat mengantuk. Matanya terasa sangat berat dan akhirnya Adam ambruk di ruang tamu rumah Cintya.
Keesokannya Adam merasa dunianya tiba-tiba hancur ketika ia mendapati dirinya berada satu ranjang dengan Cintya dan tidak ada satu helai benangpun menempel di tubuh mereka.
Bagaimana dengan nasib Adam selanjutnya ya?..
__ADS_1
Tetap dukung ya readers.. Happy reading 😘😘😘