My Baby Sitter

My Baby Sitter
Kucing-kucingan


__ADS_3

Setelah menyembunyikan kunci kamar Mikha kedalam saku celananya Adam kembali ke kamarnya.


Mikha yang sedang memberi ASI Millie buru-buru menutup dadanya dengan selimut. Namun selimut yang menutupi dada Mikha itu ditepiskan oleh Millie karena tidak merasa nyaman.


Adam duduk disisi ranjang memperhatikan Millie yang sedang menikmati sumber kehidupan nya dengan berbagai gaya.


"Kok mimiknya nungging begini " Adam menepuk pantat Millie.


"Iya..sudah mulai tidak bisa diam " jawab Mikha yang sedikit kerepotan karena Millie yang tidak bisa diam.


"Dek..kasian mamihnya tuh " Adam membujuk Millie agar tidak banyak bergerak saat menyusu.


"Kalau tidak bisa diam nanti mimiknya papih ambil loh " ancam Adam.


Karena takut Papihnya akan mengambil miliknya Millie pun diam tanpa melepaskan hisapannya.Kedua tangannya menangkup dada Mikha.


"Anak pintar " Adam mencium pipi Millie. Mikha menahan nafasnya karena wajah Adam yang begitu dekat dengan dadanya.


"Kamu tegang banget dekat-dekat dengan suami sendiri " Adam mengusap kepala Mikha sambil tertawa.


"Abangnya agak jauhan..akunya risih " jawab Mikha.


"Sama suami sendiri masa risih " Adam menggerutu.


Millie yang sedang anteng menikmati sumber kehidupannya tiba-tiba melepaskan hisapannya ketika terdengar suara Mama memanggil namanya.


"Millie..mau ikut sama Oma tidak " panggil Mama dari luar kamar.


"Oma..pih.." Millie langsung merengek mencari Mama.


Adam membawa Millie kepada Mamanya.Millie pun langsung berpindah kedalam gendongan Mama.


"Mau kemana mah ?" tanya Adam


"Kita mau ikut ke acara lamaran anaknya pak RT..Abang sama Mikha jaga rumah ya " jawab Mama.


"Iya Mah " jawab Adam.


Sebelum Mama membawa Millie pergi, Mikha memandikan Millie terlebih dahulu dan mengganti bajunya.


Millie tampak senang ikut pergi bersama Papa Mama dan Arin.Namun yang orang yang paling senang adalah Adam karena Ia mempunyai kesempatan berduaan dengan Mikha di rumah.


Mikha berusaha menyibukan diri mencuci piring di dapur karena merasa canggung hanya berdua saja di rumah bersama Adam.


"Ada suami di rumah malah diajak main kucing-kucingan " ujar Adam.


Mikha nyaris menjatuhkan piring ditangannya ketika Adam tiba-tiba datang dan memeluknya dari belakang.


"Abang..kaget tau " Mikha berusaha menetralkan debar jantung nya yang tidak beraturan.

__ADS_1


Adam tidak melepaskan pelukannya sampai Mikha selesai dengan pekerjaannya.


"Abang lepas....aku sudah selesai cuci piringnya " Mikha berusaha melepaskan belitan tangan Adam dipinggangnya.


"Abang tidak peduli..Abang masih ingin peluk kamu " Adam semakin mengeratkan pelukannya.


"Tapi aku pegal berdiri terus " Mikha mencubit tangan Adam agar Adam mau melepaskan nya.


Dengan enggan Adam pun mengurai belitan tangannya di pinggang Mikha.


"Abang ingin bicara sama kamu " ucap Adam setelah melepaskan pelukannya.


"Tentang apa ?" tanya Mikha


"Tentang kita " jawab Adam sambil mengambil tangan Mikha dan membawanya keluar dari dapur.


"Bicaranya disini saja " pinta Mikha ketika mereka melewati ruang keluarga.


Adam tidak mengindahkan ucapan Mikha. Adam membawa Mikha masuk ke kamarnya.


Jantung Mikha semakin berdebar tidak karuan ketika Adam mendudukannya di kasur.


"Jangan takut..Abang tidak akan memperkosa kamu " ujar Adam ketika melihat Mikha yang ketakutan.


Untuk sejenak Adam dan Mikha saling diam. Mikha menunduk ketika Adam terus menatapnya tajam.


"Kha..kenapa tidak mau melihat Abang ?" Adam mengangkat dagu Mikha agar mau menatap kearahnya.


Mikha diam..sesungguhnya ia tidak tahu perasaan nya kepada Adam saat ini.Jujur satu sisi hatinya Mikha masih tidak bisa melupakan pengkhianatan Adam..namun ia juga diam-diam sangat merindukannya.


"Kha..jawab pertanyaan Abang " ucap Adam lembut.


"Aku tidak tau " jawab Mikha menghindari mata Adam yang terus menatapnya dalam.


"Apakah kamu belum bisa memaafkan Abang ?" tanya Adam lirih.


Mikha tertegun ketika menangkap mata Adam yang berembun.


"Kha..kasih tau Abang..apa yang harus Abang lakukan agar kamu mau memaafkan Abang ?" tanya Adam.


"A..aku sudah maafin Abang..tapi jika ingat Abang sudah mengkhianati aku..aku jadi benci sama Abang " jawab Mikha dengan suara terbata-bata.


"Kenapa kamu selalu berpikir jika Abang telah mengkhianati kamu ?" tanya Adam lirih.


" Memang kenyataannya begitu kan...Abang selingkuh dengan kak Martha " jawab Mikha.


Adam turun kemudian berlutut di depan kaki Mikha.Kedua tangan Adam menggenggam tangan Mikha yang berada dipangkuan Mikha.


"Kha..Abang itu tidak pernah mengkhianati kamu..hubungan Abang sama Martha berakhir ketika Abang memutuskan menikahi kamu.Jadi Abang tidak pernah mengkhianati pernikahan kita.Perlu kamu tau Abang bisa dekat dengan Martha juga karena kamu "

__ADS_1


"Kenapa Abang jadi nyalahin aku ?" Mikha langsung melotot.


"Waktu Abang akan pergi kamu bilang ingin selalu sama-sama dengan Abang,Mama dan Arin..tapi setelah Abang pergi justru kamu yang dengan cepat melupakan Abang..kamu tidak pernah mau bicara sama Abang..dan kamu pacaran dengan lelaki lain " ucap Adam lirih.


"Mendengar kamu sudah punya pacar hati Abang sakit Kha..disaat itu Martha adalah satu-satunya orang yang mengerti perasaan Abang..dia selalu menghibur Abang "


"Terus Abang melampiaskan kekecewaan Abang padaku dengan tidur dengan kak Marta.. iya kan !" Mikha mendorong tubuh Adam.


"Aku benci sama Abang " tangis Mikha pun pecah


"Maafin Abang...Abang akui telah salah jalan " Adam buru-buru meraih tubuh Mikha dan memeluknya erat.


"Aku benci Abang..Aku benci Abang " Mikha berusaha melepaskan diri dan memukul-mukul dada Adam.


Adam membiarkan Mikha melampiaskan kemarahannya dengan memukul-mukul dadanya.


"Sudah hilang marahnya ?" tanya Adam ketika Mikha berhenti memukuli dadanya.


"Belum " jawab Mikha sambil menyusut ingus nya.


"Kalau belum hilang marahnya kenapa berhenti pukulin Abang ?" tanya Adam.


"Aku takut Abang mati..kasian Millie nanti masih kecil sudah jadi yatim " jawab Mikha diantara Isak tangisnya.


Adam tersenyum kemudian diraihnya tubuh Mikha kedalam pelukannya.Kali ini Mikha tidak menolak..ia kembali menumpahkan air matanya didada Adam. Beberapa kali Mikha menyusut ingusnya dengan baju Adam.


"Sudah dong nangisnya Kha " bujuk Adam sambil mengusap kepala Mikha.


"Abang sih pake ngajak bahas lagi..jadi aku kan ingat lagi " Mikha menyalahkan Adam.


"Iya Abang yang salah " jawab Adam.


"Kha..Abang kangen " bisik Adam lirih ditelinga Mikha.


"Besok Abang ke Jakarta lagi..boleh tidak Abang minta jatah Abang malam ini ?" tanya Adam penuh harap. Mikha menggeleng


"Kenapa ?" Adam terlihat kecewa


"Aku sedang datang bulan " jawab Mikha


Adam mengacak rambutnya frustasi.Ia terpaksa harus kembali menahan hasratnya yang sudah diubun-ubun.Mikha menatap wajah Adam penuh iba.


"Tunggu seminggu lagi ya..aku juga mau KB dulu " Mikha mengelus wajah tampan Adam.


"Kenapa harus pake KB ?" Adam terlihat tidak setuju.


"Millie masih kecil Bang..selain itu aku ingin menyelesaikan kuliah dulu..Arin sebentar lagi diwisuda.Aku keduluan Arin wisudanya " jawab Mikha.


"Baiklah " Adam pun dapat menerima alasan Mikha.

__ADS_1


Meskipun masih harus menunggu satu Minggu lagi,namun Adam cukup bahagia karena malam ini ia bisa kembali tidur sambil memeluk istrinya yang sudah lama ia rindukan.


__ADS_2