
Dua Minggu sebelum hari pernikahan Wisnu dan Millie tidak pernah bertemu karena kedua keluarga melarang mereka untuk bertemu.
Selama dua Minggu tidak bertemu dengan Wisnu bukan masalah besar bagi Millie. Namun yang membuat Millie merasa sangat berat adalah ia tidak dapat bertemu dengan Maura dan Milea.
Hampir setiap hari Maura menelponnya menggunakan ponsel Ibu atau ponsel Wisnu hanya untuk sekedar berbicara dengan Millie. Bahkan tidak jarang Millie mendengar suara tangis si Gemoy yang memanggil-manggilnya Mama.
"Kakak sedih itu karena tidak bertemu dengan Wisnu atau tidak bertemu dengan anak-anak ?" tanya Arin ketika melihat Millie terlihat sedih Setelah mendapat telepon dari Maura.
"Ya dua-duanya dong aunty..tapi yang paling kakak rindu sih Maura sama Milea " jawab Millie jujur.
"Anak-anak sudah deket banget sih sama kamu ya " Arin mengusap-usap punggung Millie.
"Iya Aunty " jawab Millie.
"Sabar kak..besok juga ketemu " Mikha berusaha menghibur hati putrinya. Walaupun sebenarnya Mikha dan Adam juga sudah sangat merindukan kedua bocah itu.
"Iya Mih " jawab Millie.
"Sekarang kakak tidur, banyak istirahat..kakak tidak mau kan sakit di hari pernikahan " ujar Mikha.
"Iya Mih " jawab Millie sambil menarik selimut hingga menutupi dadanya.
Millie yang beberapa hari ini telah melewati serangkaian upacara adat menjelang pernikahan terlihat lelah dan akhirnya tertidur.
Keesokannya hari yang paling dinantikan oleh Wisnu dan Millie juga keluarga besar mereka pun tiba. Pagi itu Millie dan Wisnu sudah duduk berdampingan dalam balutan pakaian pengantin berwarna putih.
Wisnu sudah berhadapan dengan Adam siap untuk melakukan ijab Kabul. Tidak jauh dari mereka tampak Milea duduk dalam pangkuan Mikha.
Mikha berusaha menahan si Gemoy yang merengek ingin mendekat kepada Wisnu dan Millie. Sementara Maura terlihat serius menyaksikan acara akad nikah yang akan dilaksanakan tidak lama lagi.
Saya terima nikah dan kawinnya Millie Ananta Wijaya dengan mas kawin seperangkat alat solat dan satu set perhiasan emas dibayar tunai
"Bagaimana para saksi Sah ?"
"Saaaaahh...." jawab para saksi serentak.
Selesai acara akad nikah Mikha pun tidak dapat menahan si Gemoy dan Maura yang langsung berlari memeluk Millie.
Masih dalam balutan kebaya pengantin Millie tampak kerepotan memegang Milea yang tidak mau lepas darinya.
"Kebayang malam pengantin kakak Millie pasti kacau " bisik Arin ditelinga Seno.
"Iya " jawab Seno sambil tertawa tertahan.
Selesai akad nikah yang penuh drama, acara dilanjutkan dengan acara resepsi pada hari itu juga sesuai keinginan Wisnu dan Millie agar semua rangkaian acara tuntas dalam satu hari.
Millie hari itu tampak cantik dengan gaun pengantin berwarna nude senada dengan gaun yang dikenakan oleh Maura dan Milea. Wisnu pun terlihat sangat tampan mengenakan setelan jas dengan warna yang senada.
Adam tampak menyapa para tamu undangan sambil menggendong si Gemoy.Sementara Maura tampak sibuk berlari kesana kemari menikmati hidangan pesta dengan ditemani oleh kedua putri Arin.
__ADS_1
Diantara para tamu undangan tampak hadir kedua orangtua Meta. Mereka tIdak dapat menyembunyikan kesedihannya ketika melihat menantu kesayangan nya telah mendapatkan jodohnya yang baru, yang akan menggantikan posisi putri mereka untuk merawat dan membesarkan kedua cucu mereka.
Meskipun terlihat sedih namun mereka tidak boleh egois, walau bagaimanapun kedua cucu mereka yang masih kecil sangat membutuhkan bimbingan dan perhatian seorang ibu, dan sepertinya Millie memang orang yang tepat untuk menjadi ibu bagi Maura dan Milea.
Kedua orangtua Meta terlihat terharu ketika melihat Maura dan Milea begitu lengket kepada Adam dan Mikha sehingga mereka tidak mempunyai alasan untuk tidak merestui pernikahan Wisnu dengan Millie.
Ketika hari semakin malam acara resepsi pernikahan Wisnu dan Millie pun usai.
Adam dan Mikha membawa Maura dan si Gemoy pulang ke rumahnya. Sementara Millie dan Wisnu pulang ke hotel yang khusus disiapkan untuk pasangan pengantin baru itu.
Sedangkan kedua orangtua Meta pulang bersama orangtua Wisnu, mereka malam ini akan menginap di rumah Wisnu sebelum besoknya kembali ke Jogja.
Wisnu yang sudah mengenakan piyamanya tampak duduk diatas ranjang pengantin mereka sambil memijit kaki Millie yang terasa pegal-pegal setelah berjam-jam mengenakan highills.
"Anak-anak sekarang sedang apa ya Mas ?" tanya Millie.
"Jam segini pasti mereka sudah tidur" jawab Wisnu sambil terus memijit betis mulus Millie.
"Pijit nya betis saja tidak usah naik " Millie protes ketika tangan Wisnu mulai naik kearah bokong Millie.
"Takutnya ini pegal juga " jawab Wisnu sambil tersenyum.
"Sudah kaki saja " Millie menepiskan tangan Wisnu dari bokongnya.
"Pelit banget sih kamu orang dipegang suami sendiri juga " sungut Wisnu sambil kembali memijit betis Millie.
"Sudah enakan " Millie meminta Wisnu berhenti memijit, ia pun bangun kemudian duduk diatas ranjang berhadapan dengan Wisnu.
"Terimakasih ya Sayang sudah mau menjadi istri dan ibu bagi kedua putriku " ucap Wisnu sambil menatap wajah Millie dengan lembut.
"Iya Mas " jawab Millie.
"Mas minta tolong sayangi Maura dan Milea juga Daddy nya dengan sepenuh hati kamu " pinta Wisnu.
mendengar Wisnu menyebut Daddy nya membuat Millie tertawa.
"Kenapa tertawa ?" tanya Wisnu.
"Daddy nya minta disayang juga " Millie tertawa.
"Ya iya dong Sayang..jangan anak-anaknya saja yang disayang, tapi Daddy nya juga..kan satu paket " jawab Wisnu.
"Kamu lucu Mas " Millie tertawa.
Namun tawa Millie seketika berhenti ketika jari Wisnu mengangkat dagu Millie kemudian Wisnu pun menyapukan bibirnya di bibir Millie dengan lembut.
Millie memejamkan matanya menikmati ciuman bibir Wisnu yang mampu membawanya terbang ke awan.
Millie membuka matanya ketika Wisnu melepaskan tautan bibir mereka.
__ADS_1
Untuk sesaat keduanya kembali saling tatap dengan penuh cinta.
Millie pasrah ketika Wisnu mengangkat pinggang Millie dan mendudukkannya dipangkuannya dengan kedua tungkai Millie berada di kedua sisi pinggang Wisnu.
Millie kembali memejamkan matanya ketika bibir Wisnu kembali melahap bibirnya dengan rakus, Millie pun membalasnya.
"Mash.." Millie mendesah ketika bibir Wisnu mulai merambat turun dan menyusuri leher Millie yang putih mulus. Hisapan dan gigitan kecil bibir Wisnu meninggalkan beberapa jejak disana.
Puas menyusuri leher kini bibir kenyal itu mulai turun menuju dua benda bulat yang padat dan kenyal di dada Millie.
Perlahan jari Wisnu mulai membuka satu persatu kancing bagian atas piyama yang Millie kenakan sehingga kedua benda bulat itu pun terpampang sempurna dihadapannya karena memang Millie tidak mengenakan bra.
Wisnu yang sudah berpengalaman tentu saja sudah sangat ahli bagaimana cara memperlakukan kedua benda bulat nan kenyal itu.
Millie menggeliatkan tubuhnya dengan kedua tangan mencengkram rambut Wisnu ketika Wisnu melahap kedua buah dadanya dengan rakus.
Pergerakan tubuh Millie tanpa sadar telah membangunkan sesuatu dibawah sana yang sudah tertidur selama hampir dua tahun.
Millie buru-buru mengangkat bokong nya dari pangkuan Wisnu karena merasakan jika ia sedang menduduki benda tumpul yang hidup namun tangan Wisnu menahannya.
Meski masih mengenakan pakaian lengkap namun Millie bisa merasakan jika benda yang ia duduki itu seperti merangseg menekan bagian intimnya menimbulkan sensasi rasa yang membuat perutnya seperti dipenuhi oleh ribuan kupu-kupu.
Namun sejurus kemudian ribuan kupu-kupu itu terbang ketika tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu kamar.
"Biar Mas yang buka " Wisnu menurunkan Millie dari atas pangkuannya. Pada saat Wisnu turun Millie buru-buru mengancingkan kembali piyamanya.
"Mamaaa..huwa..huwa..." begitu pintu terbuka Wisnu melongo ketika melihat Adam dan Mikha tengah berdiri didepan pintu kamar sambil menggendong Milea yang tengah menangis kencang.
"Dedek kenapa Sayang ?" Wisnu langsung mengambil Milea dari gendongan mertuanya.
"Si Gemoy tidak mau tidur, malah nangis kejer..tidak biasanya begini " jawab Adam.
"Mamih kasian makanya kita antarkan kesini " ujar Mikha.
"Kalau Maura sih aman..dia sudah tidur " tambah Mikha.
"Ya sudah biar Mile tidur disini saja " jawab Wisnu.
"Ya sudah kalau begitu Papih dan Mamih pulang dulu " Adam dan Mikha pun pamit pulang.
Setelah Adam dan Mikha pergi, Wisnu membawa Milea ke ranjang pengantin mereka. Tangis Milea pun langsung berhenti setelah Wisnu menurunkan Milea dipangkuan Millie.
"Sepertinya dedek belum mengijinkan Daddy nya bersenang-senang malam ini " keluh Wisnu.
"Sabar dong Mas namanya juga anak kecil..kan masih bisa nanti " omel Millie sambil mengusap-usap punggung Milea dengan penuh kasih sayang.
"Baiklah Mommy " jawab Wisnu lesu sambil ikut mengelus punggung Milea.
Millie membaringkan Milea di ranjang pengantin mereka. Kini tangan Millie berganti mengusap perut Milea. Setelah beberapa waktu akhirnya Milea pun tertidur begitu juga Millie yang ikut tertidur dengan tangan masih berada diperut Milea.
__ADS_1
"Sayang..kenapa ikut tidur ?" Wisnu mengusap pipi Millie namun Millie sudah tertidur sangat pulas.