
Sepanjang perjalanan pulang Mikha terus mengoceh dan mengatai Adam gila.Adam hanya menanggapi dengan senyuman tipis.
Di luar negri hal seperti itu sudah bukan hal yang aneh.Adam sering sekali mendapati teman-temannya melakukannya, bahkan dengan Martha pun ia pernah melakukannya sepulang dari clubbing.
Namun setelah menikah dengan Mikha, Adam tiba-tiba merasa ada yang tidak normal pada dirinya.Adam tidak lagi tertarik kepada wanita termasuk Martha sekalipun.
Petualangannya di dunia malam dan wanita berakhir setelah ia menyandang status sebagai suami dari gadis yang diam-diam ia sukai.
Bahkan disaat rumah tangganya dengan Mikha nyaris kandas pun Adam benar-benar tidak berselera kepada wanita,termasuk Cintya yang pernah nekad mengajaknya tidur bersama namun dengan tegas Adam tolak.
Adam bahkan sempat berkonsultasi ke dokter untuk memastikan kesehatan alat reproduksi nya.Sejauh ini dokter mengatakan jika alat reproduksi Adam seratus persen sehat.
Sesampainya di rumah,Mikha langsung berlari ke kamar mandi untuk membersihkan sisa percintaannya tadi di mobil. Sedangkan Adam langsung merebahkan dirinya diatas kasur.
Setelah selesai membersihkan dirinya Mikha pun keluar dari kamar mandi dalam balutan bathrobe nya.
"Abaang mandi sana "ujar Mikha sambil mengganti bajunya di sudut kamar.
Adam bukannya mandi malah menonton Mikha yang sedang memakai bajunya.
"Abaaang mandi..malah nonton aku pake baju " omel Mikha sambil membelakangi Adam.
"Iya.." dengan enggan Adam pun beranjak menuju kamar mandi.
Selesai mandi Adam keluar dalam balutan handuk di pinggangnya.
Mikha memberikan piyama kepada Adam berikut dengan **********.Dengan santainya Adam memakai bajunya dihadapan Mikha.
"Tidur yuk..besok Abang harus kembali ke Jakarta pagi-pagi " Adam menarik Mikha untuk tidur dalam pelukannya.
"Kapan Abang balik lagi ?" tanya Mikha sambil menyusupkan wajahnya di dada Adam.
"Pergi saja belum sudah nanya kapan pulang " Adam terkekeh.
"Millie pasti kangen sama Papihnya " ucap Mikha lirih.
"Cuma Millie yang kangen..Mamihnya tidak kangen ?" tanya Adam.
"Ya kangen juga " jawab Mikha malu.
"Setiap weekend Abang usahakan pulang.. Kalau Abang tidak bisa pulang kamu sama Millie yang ke Jakarta " Adam mengelus rambut Mikha penuh Sayang.
"Iya " jawab Mikha.
"Kalau ke Jakarta aku mau mampir ke apartemen kak Martha..boleh ?" tanya Mikha
"Ngapain ? Martha sudah tidak di Jakarta.Papa mempekerjakan dia di Canada lagi "
"Di Canada lagi ?" tanya Mikha. Adam mengangguk.
__ADS_1
"Kamu jangan dekat-dekat Martha..dia itu penipu " gumam Adam.
"Penipu? masa sih setau aku dia baik..waktu aku bawa kabur Millie dia banyak bantu aku "
Mikha tidak percaya jika Martha disebut penipu.Buktinya disaat keuangannya menipis ketika membawa kabur Millie dari Canada Martha lah yang mencukupi semua kebutuhannya dan Millie dan juga menampungnya di apartemen nya.
"Dia sudah menipu Abang..Waktu Abang suruh cari kamu dia bilang kamu ada di pesantren di Surabaya..taunya kamu ada di rumah Abang..
kalian berdua sudah menipu Abang " Adam terlihat kesal.
"Abang suruh kak Martha cari aku ? bukannya waktu Papa bilang aku hilang Abang bilang tidak peduli ?" tanya Mikha.
"Mana mungkin Abang tidak peduli pada istri sendiri.. buktinya Abang nyuruh Martha cari kamu " jawab Adam.
Mikha semakin menenggelamkan wajahnya di dada Adam.Mikha sangat terharu dan tidak menyangka, disaat hubungan mereka sedang sangat buruk Adam masih peduli padanya dengan menyuruh Martha mencarinya.
"Aku sayang Abang " bisik Mikha tapi Adam tidak mendengarnya karena pria itu sudah tertidur sambil memeluk tubuhnya.
"Aku sayang Abang " bisik Mikha lagi sambil mencium bibir Adam sekilas.
"mmmhh..Abang ngantuk Sayang " gumamnya dengan suara nyaris tidak terdengar.Tidak lama kemudian Mikha pun tidur dalam pelukan Adam.
Keesokannya Adam kembali ke Jakarta pada saat Mikha masih terlelap.Adam sengaja tidak membangunkan Mikha dan Millie karena Adam tidak tega melihat Millie yang selalu menangisi kepergiannya.
Meskipun tidak melihat Papihnya pergi,namun pada saat bangun Millie tetap menanyakan Adam.
"Papih kerja.. cari uang yang banyak untuk Millie " jawab Mikha.
"Piiihh anaaa..huhuhu.." Millie mulai menangis.
Beruntung Millie menangis tidak terlalu lama.Tangisnya langsung berhenti ketika Papa mengajaknya membeli ice cream ke minimarket depan rumah.
Bahkan ketika Mikha dan Arin pergi kuliah pun Millie terlihat cuek karena sudah ada ice cream ditangannya.
Millie hanya melambaikan tangannya dalam gendongan Papa ketika mobil yang Mikha kendarai mulai melaju meninggalkan halaman rumah.
Dalam perjalanan menuju kampus Arin beberapa kali mendapat panggilan telepon namun selalu ia abaikan.Ia hanya melirik sekilas ponsel ditangannya tanpa berniat untuk mengangkatnya.
"Rin...itu angkat telepon nya dari tadi bunyi terus " Mikha mengingatkan Arin.
"Biarin..tidak penting " jawab Arin.
Mikha melirik wajah Arin yang terlihat gelisah. Entah mengapa Mikha merasa jika Arin sedang menyembunyikan sesuatu darinya.
"Rin..memangnya siapa yang daritadi telpon kamu nyampe segitunya tidak mau angkat ?" tanya Mikha memancing.
"Teman kuliah " jawab Arin
"Heloooo..teman kuliah kamu itu teman kuliah aku juga " ujar Mikha.
__ADS_1
"Kenapa sih kamu kepo banget " Arin mencubit pipi Mikha berusaha menyembunyikan kegelisahannya.Tapi Mikha sudah terlanjur melihatnya.
"Itu dari cowok kan ?" selidik Mikha
"Apaan sih..bukan tau " jawab Arin
Mikha tau jika Arin berbohong karena wajah Arin terlihat merah.
"Kamu sudah punya pacar ya ? Kenapa tidak mau cerita sama aku ?..dari dulu kan aku tidak pernah punya rahasia dari kamu "
"Tidak Kakak ipar ku yang cerewet " Arin tertawa sambil kembali mencubit pipi Mikha.
Meskipun Arin tidak mau mengakuinya tapi Mikha yakin jika diam-diam Arin sudah memiliki kekasih.Namun Mikha heran kenapa Arin tidak mau jujur kepadanya ? Biasanya hal sekecil apapun Arin selalu cerita padanya.
Sesampainya di kampus, mereka pun berpisah karena Arin dan Mikha sekarang berbeda kelas karena Mikha sempat cuti kuliah.
Sebelum berpisah Arin mengatakan jika ia akan pulang terlambat dan menyuruh Mikha pulang sendiri.
Jadwal kuliah hari ini yang lumayan padat membuat Mikha tidak sempat menerima beberapa panggilan dari Adam.
Disaat ada sedikit waktu senggang Mikha pun mengirim pesan singkat kepada Adam dan mengabari jika jadwal kuliahnya sedang padat, Adam pun mengerti.
" Jangan lupa makan " pesan Adam.Mikha tersenyum membaca pesan singkat dari suaminya itu.
"Iya Abang " jawab Mikha.
Selesai kuliah Mikha benar-benar pulang sendiri sesuai permintaan Arin.
Karena sudah lelah Mikha pun memutuskan untuk tidak ke butik dan memilih langsung pulang.
"Kenapa pulang sendiri..Arin kemana Kha ?" tanya Mama.
"Arin nyuruh Mikha pulang duluan Mah.. katanya ada urusan " jawab Mikha.
"Ya sudah kamu makan sana..dari tadi Abang telpon Mama terus untuk mengingatkan kamu supaya jangan telat makan " ujar Mama.
"Iya Mah " jawab Mikha sambil mencium pipi Millie yang sedang berada dalam gendongan Mama.
Ketika hari menjelang gelap Arin baru pulang. Mikha langsung memberondong Arin dengan pertanyaan karena adik iparnya itu pulang dengan berjalan kaki.
"Kok jalan Rin ?" tanya Mikha heran.
"Aku nebeng teman sampe gerbang komplek " jawab Arin.
"Kenapa tidak sampai kesini kan dekat ?" tanya Mikha.
"Teman akunya buru-buru " jawab Arin sambil buru-buru masuk ke kamarnya.
Mikha menatap punggung Arin yang menghilang dibalik pintu kamarnya. Dalam hati Mikha yakin jika Arin sedang menyembunyikan sesuatu darinya.
__ADS_1