
Keesokannya Wisnu menepati janjinya untuk menemui anak-anak di rumah mertuanya.
"Mommyyy.." Maura dan si Gemoy berlari menyambut kedatangan Millie dan Wisnu. Millie langsung memeluk Maura dan Milea dengan kedua tangannya.
"Mommy sudah sembuh ?" tanya Maura.Millie mengangguk kemudian menciumi pipi kedua putrinya bergantian.
"Mommy kangen sama kalian " Millie terus menciumi pipi Maura dan Milea
"Saran Mamih sih kalian lebih baik disini saja dulu sampai kondisi Millie stabil " saran Mikha.
"Biar kalian bisa bertemu dengan anak-anak setiap hari " sambung Mikha.
"Aku sih bagaimana Mas Wisnu saja " jawab Millie sambil melirik kearah Wisnu.
"Aku menurut saja bagaimana baiknya " jawab Wisnu.
"Jadi Daddy sama Mommy mau tinggal disini juga ?" tanya Maura.
"Iya kak " jawab Wisnu.
"Asiik..kita tidak akan jauh lagi sama mommy dan Daddy " Maura dan si Gemoy berjingkrak-jingkrak kegirangan.
"Nanti malam Mas minta antar Marvin bawa baju kerja Mas ke rumah " ujar Wisnu kepada Millie.
"Iya Mas " jawab Millie.
Sepertinya tinggal sementara di rumah Papih dan Mamih nya adalah keputusan yang paling tepat agar kedua buah hatinya tetap mendapatkan kasih sayang darinya meskipun dalam kondisi ngidam.
"Vin..antar Mas ke rumah yuk ambil baju " ajak Wisnu ketika Marvin pulang sekolah.
"Iya Mas..aku mandi dulu sebentar " jawab Marvin.
"Iya " Wisnu mengangguk.
Setelah mandi dan beristirahat sebentar Marvin dan Wisnu pun pergi ke rumah Wisnu untuk mengambil beberapa baju Wisnu.
"Kenapa Maura dilarang dikasih tau kalau kak Millie hamil ?" tanya Marvin ketika membantu memasukan beberapa baju Wisnu kedalam tas.
"Dia belum ingin punya adik.. takutnya ngamuk " jawab Wisnu sambil tertawa.
"Terus kalau lihat perut kak Millie semakin besar bagaimana ?" Marvin tampak bingung.
"Sekarang-sekarang juga dikasih pengertian pelan-pelan " jawab Wisnu.
"Nanti aku juga bantu kasih pengertian ke Maura " ujar Marvin.
"Makasih ya Vin " Wisnu menepuk pundak adik iparnya.
Setelah selesai paking mereka pun pulang.
"Mau nongkrong dulu ga Vin ?" tanya Wisnu.
"Boleh " jawab Marvin.
__ADS_1
"Kita nongkrong di coffee shop langganan Mas ya..biasanya jam segini ada life musik nya " ajak Wisnu. Marvin mengangguk.
Wisnu dan Marvin tidak langsung pulang tapi mereka mampir di sebuah coffee shop tempat Wisnu dan teman-teman kantornya nongkrong.
"Kamu sudah punya pacar Vin ?" tanya Wisnu ketika mereka sedang menikmati dua cangkir cappucino sambil menikmati alunan musik pop.
"Belum Mas " jawab Marvin sambil tersipu malu.
"Belum banyak maksudnya ?" tanya Wisnu sambil tertawa.
"Punya pacar itu ribet..seperti terikat begitu..aku masih ingin bebas merdeka " jawab Marvin.
"Bagus..lebih baik sekolah dulu yang bener..ingat..kerajaan bisnis Papih kelak ada di pundak kamu " Wisnu menepuk pundak Marvin.
"Aku tidak yakin bisa memikul tanggung jawab sebesar itu Mas " Marvin tampak tidak percaya diri.
"Jangan pesimis gitu dong Vin..Mas yakin kamu pasti bisa " Wisnu terus menyemangati adik iparnya.
"Sekarang usia kamu berapa ?" tanya Wisnu sambil menatap lekat kepada Marvin.
"16 tahun Mas " jawab Marvin.
"16 tahun..berarti beda 7 tahun sama Maura.." gumam Wisnu. " keluar SMA kamu harus sudah fokus belajar Vin " nasehat Wisnu.
"Iya Mas " jawab Marvin.
"Mau ikut jejak Papih kuliah di Kanada ?" tanya Wisnu.
Mikha memang memiliki trauma jika Marvin ingin kuliah di luar negri. Mikha takut Marvin akan terbawa pergaulan bebas seperti Adam dulu.
"Kalau kamu yakin ingin kuliah di luar negri nanti Mas bantu bujuk Papih dan Mamih " ujar Wisnu.
"Bener ya Mas " Marvin menatap Wisnu penuh harap.
"Beneran " jawab Wisnu yakin.
Setelah beberapa jam nongkrong di coffee shop Wisnu dan Marvin pun pulang.
Setibanya di rumah Wisnu disambut tatapan menyelidik dari Millie.
"Kalian itu darimana dulu sih..bawa baju saja lama banget ?" tanya Millie.
"Abis dari rumah kita nongkrong dulu di coffee shop " jawab Wisnu sambil membawa tas berisi baju-baju miliknya ke kamar.
"Enak banget ya kamu masih bisa nongkrong..nah aku di rumah tersiksa sendiri muntah-muntah " sindir Millie.
Wisnu menarik tangan Millie kemudian menyuruhnya duduk dipangkuannya.
"Maafin Mas ya Sayang.. karena mengandung benih Mas membuat kamu jadi tersiksa begini " Wisnu menenggelamkan wajahnya di dada Millie.
"Tidak usah minta maaf..aku senang aku hamil..tapi aku tidak mau kamu tinggal terlalu lama..aku maunya kamu selalu ada disisi aku " Millie memeluk kepala Wisnu.
"Mas pikir kamu terpaksa menjalani kehamilan ini " Wisnu menatap lembut mata Millie.
__ADS_1
"Tidak..aku bahagia dengan kehamilan ini..ya walaupun pada awalnya aku belum siap karena Maura yang belum ingin punya adik " jawab Millie.
"Kakak lambat Laun pasti mengerti " ujar Wisnu yakin.
"Iya " jawab Millie.
"Anak-anak dimana ?" tanya Wisnu karena sejak ia pulang bersama Marvin ia tidak mendengar suara keributan dua bocah itu.
"Sudah tidur sama Papih dan Mamih " jawab Millie sambil turun dari pangkuan Wisnu.
"Bawa bajunya cuma segini Mas ?" tanya Millie sambil membongkar isi tas yang dibawa Wisnu dari rumah.
"Iya..gampang nanti balik lagi " jawab Wisnu.
Millie memindahkan semua baju-baju Wisnu kedalam walk in closet.
Setelah selesai Millie kembali menghampiri Wisnu kemudian duduk diatas pangkuannya.
"Sudah minum susunya ?" tanya Wisnu. Millie mengangguk.
"Apakah mau sesuatu ?" tanya Wisnu.
"Mau nasi goreng buatan kamu " jawab Millie manja.
"Memangnya tidak bosan hampir setiap hari makan nasi goreng buatan Mas ?" tanya Wisnu.
"Tidak..nasi goreng buatan kamu enak " jawab Millie.
"Ya sudah kita buat sekarang " Wisnu menuntun Millie menuju ke dapur.
Seperti biasa Millie hanya menonton Wisnu menyiapkan semua bahan dan meracik bumbunya.
"Sedang bikin apa Mas ?" tanya Marvin yang kebetulan ke dapur untuk mengambil minum.
"Kakak Millie ingin nasi goreng..kamu mau Vin ? kalau mau Kaka buatkan sekalian " tawar Wisnu.
"Mau Mas " jawab Marvin sambil duduk di meja makan bersama Millie
"Jangan cuma duduk..bantuin sana " Millie menyentil tangan Marvin.
"Iya..iya..aku bantuin " Marvin pun mendekat kearah Wisnu untuk membantu sebisanya.
"Kamu iris timun sama tomat saja Vin " titah Wisnu.
"Iya Mas " Marvin menurut, diambilnya timun dan tomat kemudian diiris dan disimpan diatas piring sebagai pelengkap.
Setelah nasi goreng buatan Wisnu matang, ia pun mengisi piring yang sudah diisi irisan timun dan tomat dengan nasi goreng.
"Mmhhmm..nasi goreng buatan Mas Wisnu enak " puji Marvin.
"Kamu baru tau ya..hampir setiap malam kakak minta dibuatkan sama Mas Wisnu " ujar Millie sambil menyantap nasi gorengnya.
"Kalau Papih tau bisa ikutan minta dibikinkan ini " ujar Marvin sambil menyantap nasi gorengnya hingga tandas tak bersisa.
__ADS_1