My Baby Sitter

My Baby Sitter
Season 2 # Maukah Kamu Menjadi Ibu Untuk Kedua Putri Saya


__ADS_3

Seharian ini Milea tidak mau turun dari gendongan Millie. Bayi berusia satu tahun itu terus nemplok di gendongan Millie dengan tubuh yang sedikit demam.


Mikha berusaha menasehati Millie agar tidak panik. Menurut Mikha bayi seusia Milea wajar jika sesekali mengalami demam.Karena putrinya sedang demam Wisnu pun pulang dari kantor lebih cepat.


"Nina apakah Mile mau makan ?" Wisnu menempelkan punggung tangannya di kening Milea.


"Tidak mau pak.. seharian ini hanya minum susu saja " jawab Millie dengan wajah khawatir.


Karena demamnya masih belum turun juga ditambah tidak mau makan akhirnya Wisnu dan Millie membawa Milea ke dokter. Mereka sengaja menitipkan Maura dirumah bersama pelayan.


"Kamu sudah makan ?" tanya Wisnu ketika melihat wajah Millie yang terlihat pucat.


"Tidak sempat pak karena Mile tidak mau lepas dari gendongan saya " jawab Millie jujur.


"Kamu itu..nanti kalau sakit bagaimana " omel Wisnu.


Setelah sampai di tempat praktek dokter anak, ketika sedang menunggu dipanggil Wisnu pergi sebentar meninggalkan Millie. Tidak lama kemudian pria tampan beranak dua itu sudah datang kembali dengan membawa roti dan satu cup coklat hangat untuk Millie.


"Sebaiknya kamu makan dulu, biar Mile saya yang gendong " Wisnu hendak mengambil Milea dari tangan Millie namun Milea malah menangis.


"Ma..ma..ma.." rengek Milea tidak mau lepas dari pelukan Millie.


"Biar Mile sama saya pak..saya bisa makan sambil gendong " Millie mempertahankan Millea dalam gendongannya.


"Ya sudah..kamu makan roti dulu. Pulang dari dokter kita cari makan " ujar Wisnu sambil membuka kemasan roti kemudian diberikan kepada Millie.


Millie mengunyah rotinya sambil sesekali mengusap punggung Milea, sementara Wisnu duduk di sebelah Millie sambil memegang cup coklat hangat milik Millie.


Karena lapar roti itupun langsung tandas. Wisnu langsung memberikan cup coklat ditangannya kepada Millie.


Tidak lama kemudian Milea pun dipanggil.Millie dan Wisnu pun membawa Milea ke ruang periksa.


Dokter memeriksa suhu tubuh Milea dan beberapa bagian tubuh lainnya seperti telinga , mata dan mulut.


"Berat badannya bagus..ini sih demam karena mau tumbuh gigi " ucap dokter ketika memeriksa mulut Milea.


"Mau tumbuh gigi dok ?" tanya Millie.


"Iya Bu..ketika akan tumbuh gigi ada sebagian anak yang mengalami demam.Demam ini terjadi karena sikecil mengalami peradangan gusi. Tumbuh gigi juga memicu stres bagi si kecil sehingga daya tahan tubuh melemah dan rentan sakit " Dokter memberikan penjelasan.


"Tapi tidak mau makan dok " ucap Millie khawatir.


"Tapi susunya masuk kan ?" tanya dokter


"Masuk dok " jawab Millie


"Kalau masih mau minum susu ibu tidak usah khawatir. Nutrisi nya masih tercukupi dari susu yang dia minum " ujar dokter.


"Biasanya berapa hari dok demamnya ?" Millie terus bertanya. Ia tidak sadar jika dokter beberapa kali menyebutnya ibu.


"Biasanya 3 sampai 7 hari..tapi untuk sicantik ini saya yakin 3 hari juga sudah mau makan lagi " ujar dokter yakin.


Mendengar jawaban dari dokter Millie dan Wisnu tampak lega.


"Apakah ini anak pertama ?" tanya dokter

__ADS_1


"Ini anak kedua kami dok " jawab Wisnu.


Blush..wajah Millie tiba-tiba terasa hangat ketika Wisnu mengatakan ini anak kedua kami.


Setelah selesai merekapun keluar dari ruang pemeriksaan. Millie duduk sambil mengusap kepala Milea yang tertidur dibahunya ketika Wisnu menebus obat di apotek.Setelah mendapatkan obatnya mereka pun pulang.


"Kita cari makan dulu..kamu juga harus menjaga kesehatan kamu " ucap Wisnu ketika mereka dalam perjalanan pulang.


"Makan di rumah saja pak " jawab Millie


"Baiklah " jawab Wisnu.


Setibanya di rumah pun Millie tidak bisa langsung makan karena Milea tetap tidak mau turun dari gendongan Millie.


"Apa perlu kamu saya suapi ?" tanya Wisnu bernada menggoda.


"Tidak perlu pak " Millie menolak.


Setelah Milea tertidur barulah Millie bisa makan. Selama Millie makan Wisnu menunggui Milea di kamar bersama Maura.


Mungkin karena obat yang mulai bereaksi, Milea pun tidur sangat pulas di dalam ranjang bayinya. Sementara Wisnu dan Maura akhirnya tertidur di ranjang yang biasa Millie tiduri.


Millie yang baru selesai makan tampak bingung harus tidur dimana karena Wisnu dan Maura tidur di ranjangnya.


Ketika rasa kantuk mulai menyerang akhirnya Millie memutuskan tidur di sofa kamarnya. Sebenarnya bisa saja Millie tidur di kamar Maura, namun Millie takut jika nanti Milea menangis mencarinya.


Tengah malam Wisnu terbangun.Ia kaget mendapati Millie tertidur di sofa. Millie tampak tertidur nyenyak, sepertinya ia kelelahan karena seharian harus menggendong Milea.


Karena merasa kasihan melihat Millie tidur di sofa akhirnya Wisnu memindahkan tubuh Millie ke atas ranjang bersama Maura.


Setelah memindahkan Millie keatas ranjang, Wisnu tidak kembali ke kamarnya namun ia tidur di sofa yang tadi Millie tiduri.


Keesokannya Wisnu sengaja tidak membangunkan Millie ketika Maura akan pergi ke sekolah.Bahkan Wisnu sendiri yang membantu menyiapkan perlengkapan sekolah Maura.


Begitu Millie terbangun ia kaget ketika mendapati dirinya tidur di ranjang. Seingatnya semalam ia tidur di sofa karena ada Wisnu yang tidur di ranjang bersama Maura.


Setelah mengantarkan Maura ke sekolah Wisnu tidak pergi ke kantor seperti biasanya, namun ia kembali pulang ke rumah. Hari ini Wisnu memutuskan untuk tidak ke kantor karena Milea sedang demam.


Begitu sampai ke rumah setelah mengantarkan Maura, Wisnu mendapati Millie sedang menggendong Milea. Tampak Milea anteng menyedot susu botolnya.


"Apakah masih demam ?" tanya Wisnu


"Sudah tidak pak " jawab Millie


Meskipun sudah tidak demam, namun Milea masih tidak mau lepas dari gendongan Millie. Bahkan ketika Millie ke kamar mandi pun Milea harus menunggu di depan pintu kamar mandi bersama Wisnu sambil menangis.Begitu Millie keluar dari kamar mandi tangis Milea pun langsung berhenti.


Millie baru bisa beristirahat hanya ketika Milea tidur saja. Itu pun Millie tidak berani pergi jauh dari ranjang Milea.


Millie sedang duduk di ranjang sambil mengawasi Milea yang tengah tertidur di dalam box nya ketika Wisnu masuk ke kamar.


"Nina..ada yang ingin saya bicarakan sama kamu " ucap Wisnu sambil duduk di sisi ranjang tidak jauh dari Millie.


"Iya pak " jawab Millie.


"Saya mau tanya sama kamu..apakah kamu mau menjadi ibu untuk kedua putri saya ?" tanya Wisnu sambil menatap dalam kearah Millie.

__ADS_1


"A..apa pak ?" tanya Millie


"Maukah kamu menjadi ibu untuk kedua putri saya " Wisnu mengulangi ucapannya.


"Tapi pak saya kan hanya baby sitter " jawab Millie.


"Saya tidak peduli.. karena saya lihat anak-anak sangat cocok sama kamu " jawab Wisnu.


"Saya harap kamu mau menjadi ibu untuk anak-anak saya, karena mereka sangat membutuhkan sosok seorang ibu yang penyayang seperti kamu " ucap Wisnu.


"Bapak yakin ?" tanya Millie


"Ya..saya sangat yakin " jawab Wisnu.


"Saya tunggu jawaban kamu secepatnya " ujar Wisnu.


Setelah Wisnu keluar dari kamar Millie pun termenung. Ini seperti mimpi saja bagi Millie ketika tiba-tiba Wisnu ingin menjadikan dirinya ibu untuk Maura dan Milea.


Rasa sayang Millie untuk Maura dan Milea sudah tidak bisa diragukan lagi, namun menjadi istri Wisnu adalah hal yang tidak pernah terpikirkan sama sekali oleh Millie.


Beberapa hari kemudian Milea pun sudah sembuh dari demamnya dan sudah mau makan lagi.


Setelah sembuh dari sakit Milea malah semakin manja saja kepada Millie.Yang lebih merepotkan Maura pun seolah tidak mau kalah dengan adiknya.


Bahkan Maura sudah tidak mau lagi tidur dikamarnya, ia lebih memilih tidur dengan Millie dan Milea.


Memasuki tanggal gajian Millie dipanggil ke ruang kerja Wisnu.Setelah menidurkan Maura dan Milea Millie pun mendatangi Wisnu di ruang kerjanya.


"Nina..mulai bulan ini saya tidak akan menggaji kamu lagi " ujar Wisnu.


"Kenapa pak..apakah saya dipecat ?" tanya Millie.Meski suatu saat ia akan meninggalkan Maura dan Milea namun ia belum siap jika harus pergi sekarang.


"Karena kamu bukan lagi baby sitter anak-anak, kamu sekarang adalah calon ibu mereka " jawab Wisnu.


"Mulai sekarang kamu pegang ini..kamu bisa ambil untuk kebutuhan kamu dan anak-anak " Wisnu memberikan sebuah kartu kepada Millie.


"Tapi pak..." Millie tampak bingung.


"Oh iya satu lagi..saya tidak mau mendengar lagi kamu memanggil saya bapak " tambah Wisnu.


"Baik pak " jawab Millie.


"Kali ini saya maafkan " ujar Wisnu.


"Ya sudah kamu bisa kembali ke kamar kamu sekarang..atau kamu mau menemani saya lembur disini ?" tanya Wisnu.


"Tidak pak..saya kembali ke kamar saja " jawab Millie sambil buru-buru keluar dari ruang kerja Wisnu.


........


Jika suka tolong tinggalkan jejak ya Readers


karena like, komen, dan vote kalian sangat berarti buat Author


happy reading 😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2