
Seminggu sejak kepulangannya dari Kanada, Millie resmi bekerja di perusahaan milik Adam.
Memiliki kesibukan baru membuat Millie tidak bisa memiliki waktu banyak untuk bertemu dengan Maura dan Milea.Meskipun begitu setiap hari Millie selalui memantau perkembangan kedua anak itu.
Hari ini Ibu Wisnu mengabari jika Wisnu mempekerjakan seorang baby sitter untuk mengurus Maura dan Milea.
Meski kaget namun Millie mengerti alasan Wisnu kembali memakai jasa baby sitter.
Wisnu tidak mau selalu membebankan Maura dan Milea kepada ibu. Apalagi sekarang Millie sudah mulai bekerja di perusahaan Papihnya.
"Mas kata ibu kamu pake jasa baby sitter lagi ya ?" tanya Millie ketika mereka makan siang bersama di sebuah restoran dekat kantor Adam.
"Iya..biar tidak selalu membebankan anak-anak kepada ibu " jawab Wisnu.
"Lagian ibu kan tidak bisa terus-terusan di Jakarta, kasian Bapak di Bandung tidak ada yang ngurus " sambung Wisnu.
"Baby sitter nya cantik ?" tanya Millie.
"Lumayan " jawab Wisnu sambil melirik kearah Millie yang langsung terlihat cemberut.
"Kenapa ?" tanya Wisnu.
"Tidak apa-apa " jawab Millie.
Mendengar Maura dan Milea diasuh oleh baby sitter entah mengapa Millie merasa tidak senang. Apalagi menurut Wisnu baby sitter nya cantik.
"Nanti kapan-kapan kamu main ke rumah, biar kenal sama pengasuh baru anak-anak " ujar Wisnu.
"Iya nanti aku kesana " jawab Millie.
Setelah menyelesaikan makan siangnya Wisnu mengantarkan Millie kembali ke kantornya kemudian Wisnu pun kembali ke kantornya sendiri.
Keesokannya pada saat jam makan siang, Millie pergi ke rumah Wisnu untuk menemui Maura dan Milea.
Didalam mobil Millie penuh dengan makanan dan jajanan untuk kedua bocah yang sangat Millie rindukan itu.
Begitu sampai di rumah Wisnu, Millie mendapati rumah dalam keadaan kosong.
Menurut keterangan dari tetangga sebelah rumah, Wisnu sekeluarga pergi ke Bandung tadi pagi.
__ADS_1
Akhirnya Millie pun kembali ke kantor dengan kecewa karena tidak bertemu dengan Maura dan Milea. Terlebih lagi Wisnu tidak memberitahu jika mereka akan pergi ke Bandung.
Pada saat di kantor, Wisnu beberapa kali menghubunginya namun Millie sengaja tidak mengangkatnya.
Millie merasa kesal kepada Wisnu karena pergi ke Bandung tidak memberitahu dirinya.
"Kenapa kakak Millie tidak mau angkat ?" tanya Maura.
"Mungkin kakak Millie nya masih sibuk di kantor " jawab Wisnu.
"Sekarang kakak Millie selalu sibuk jadi susah ketemu " keluh Maura dengan wajah cemberut.
"Kakak kangen sama kakak Millie ?" tanya Wisnu.
"Iya " jawab Maura.
"Nanti malam Daddy coba telpon kakak Millie lagi " Wisnu mencoba menghibur hati Maura.
"Iya Dad " jawab Maura.
Pagi tadi Wisnu pergi ke Bandung untuk mengantarkan Ibu karena Bapak jatuh saat menguras kolam ikan di belakang rumah.
Wisnu mencoba menghubungi Millie untuk memberitahu jika mereka pergi ke Bandung namun tidak diangkat.
Bahkan sampai malam pun Millie tidak juga mau mengangkat telepon dari Wisnu.
Wisnu berada di Bandung selama dua hari. Beruntung Bapak tidak mengalami patah tulang, hanya mengalami sedikit pergeseran sendi saja. Namun meskipun begitu Ibu tidak dapat ikut kembali ke Jakarta karena harus mengurus Bapak sampai cedera kakinya benar-benar pulih.
Sampai Wisnu kembali ke Jakarta, Millie masih tidak mau menerima telepon dari Wisnu.
Keesokannya karena kebetulan hari libur, Wisnu datang ke rumah Millie bersama anak-anak dengan membawa oleh-oleh dari Bandung.
Adam dan Mikha terlihat sangat senang dengan kedatangan Maura dan Milea, apalagi si Gemoy langsung berjalan tertatih kearahnya minta di gendong.
"Gemoy kangen Papih ya " Adam menciumi pipi montok Milea. Sedangkan Mikha langsung membawa Maura ke dapur untuk dibuatkan makanan.
"Kenapa telepon Mas tidak diangkat ?" tanya Wisnu ketika mereka tinggal berdua di ruang tamu.
"Tidak keangkat " jawab Millie berbohong.
__ADS_1
"Bukan tidak keangkat tapi kamu sengaja tidak mau angkat " tebak Wisnu. Millie hanya membuang muka.
"Kamu tau.. anak-anak kangen banget sama kamu..Mas juga " ujar Wisnu lirih.
"Kan sekarang sudah ada yang baru ngurus anak-anak " sindir Millie.
Wisnu tiba-tiba menatap tajam pada Millie.
"Maksud kamu apa ?" tanya Wisnu.
"Tidak apa-apa " jawab Millie.
"Kamu cemburu ?" tanya Wisnu. Millie menggeleng.
"Makanya aku bilang kamu sekali-kali ke rumah, biar kenal sama pengasuh anak-anak yang baru " ujar Wisnu.
"Kemarin aku ke rumah..kalian tidak ada kata tetangga pergi ke Bandung " jawab Millie.
"Kamu ke rumah ?..Kita pergi ke Bandung mendadak, Bapak jatuh waktu nguras kolam dibelakang rumah.Mas mau ajak kamu juga kamunya kerja..siangnya mas telpon kamu tidak diangkat " ujar Wisnu.
"Bagaimana kondisi Bapak ?" tanya Millie.
"Sendi nya geser sedikit..untung tidak patah tulang..tapi Ibu tidak ikut lagi ke Jakarta karena harus ngurusin Bapak di Bandung " jawab Wisnu.
"Jangan-jangan kamu marah karena kita pergi ke Bandung tidak mengabari kamu ?" tebak Wisnu.
"Tidak..mau pergi kemana dan sama siapa itu hak Mas Wisnu..aku tidak berhak melarang ataupun marah " jawab Millie.
Mendengar jawaban Millie membuat Wisnu yakin jika Millie sedang marah karena kepergian mereka ke Bandung yang tiba-tiba dan tidak mengabari Millie terlebih dahulu.
"Maafin Mas ya..kamu jangan marah ya " Wisnu menggenggam tangan Millie namun buru-buru ditepiskan oleh Millie.
Menjelang sore Wisnu pamit membawa anak-anak pulang. Namun Adam melarang membawa anak-anak pulang karena Maura dan Milea tertidur di kamar Millie, sepertinya mereka kelelahan karena baru pulang dari Bandung.
Karena di rumah hanya ada pengasuh anak-anak akhirnya Wisnu mengajak Marvin menginap di rumahnya.
Sebelum pulang Wisnu mengajak Marvin jalan dan nongkrong di sebuah coffee shop. meskipun baru kenal belum lama namun Wisnu dan Marvin tampak cocok dan nyambung pada saat ngobrol.
Sementara itu di rumah Adam Millie tidur bersama Maura dan Milea. Kedua anak itu tampak tidur pulas dalam dekapan Millie.
__ADS_1