My Baby Sitter

My Baby Sitter
Season 2 # Aku Ingin Punya Adik


__ADS_3

Setibanya di rumah Marvin mendapat Omelan dari Mikha karena terlalu lama mengajak Maura main.


"Bagaimana kalau kakak kamu tau kalau kalian jam segini baru pulang " omel Mikha.


"Tidak apa-apa Mih..tadi di Mall aku juga sempet ketemu Mas Wisnu waktu mau makan..malah Mas Wisnu kasih aku uang " jawab Marvin.


"Ooh..ya sudah kalau begitu " Mikha terlihat lega.


"Kakak Maura ganti baju dulu terus makan " perhatian Mikha langsung tertuju pada Maura.


"Aku tadi sudah makan ayam goreng banyak Mih sama Om Marvin " Maura menolak ketika disuruh makan, namun ia menurut mengganti baju sekolahnya dengan baju rumah.


"Beneran Vin Maura sudah makan ?" tanya Mikha kepada Marvin.


"Beneran Mih..dia makannya banyak banget " jawab Marvin.


" Ya sudah kalau begitu sekarang kakak tidur siang..Mile juga sedang tidur siang " Mikha menuntun Maura ke kamarnya agar tidur siang bersama si Gemoy yang sudah lebih dulu tidur.


"Iya Mih..aku juga ngantuk " jawab Maura sambil menguap. Tidak lama kemudian Maura pun tampak terkapar di sebelah si Gemoy.


Sementara di lain tempat Wisnu yang baru saja selesai makan di restoran Jepang tidak langsung kembali ke kantornya. Wisnu memilih mampir ke kantor Millie.


Millie yang baru pulang dari makan siang kaget ketika mendapati Wisnu sudah ada di dalam ruangan kerjanya. Diatas meja teronggok satu kotak cake coklat.


"Kapan datang Mas ?" tanya Millie sambil duduk di sebelah Wisnu yang tampak duduk santai diatas sofa.


"Baru saja..habis makan siang sama anak-anak pemasaran langsung kesini " jawab Wisnu.


"Kangen sama kamu " sambung Wisnu sambil mengusap perut Millie.


"Yaelah..baru tidak ketemu dari pagi saja bilang kangen " Millie tertawa sambil mengambil satu potong cake coklat kemudian memakannya . " Ini kamu yang bawa Mas ?" tanya Millie.


"Iya " jawab Wisnu.


Setelah habis satu potong Millie mengambil lagi satu potong kemudian ia menyuapi Wisnu dengan tangannya.


"Sayang tadi waktu makan siang aku ketemu sama Marvin dan Maura di Mall " ucap Wisnu sambil mengunyah cake coklatnya.


"Jam segitu Maura belum pulang ?" Millie terlihat kesal. Seharusnya Maura sudah sampai rumah jam segitu.


"Marvin lagi nyogok Maura agar tidak ngambek lagi gara-gara kejadian tadi pagi " Wisnu berusaha menjelaskan.


"Ooh..emang dasar iseng tu anak. Suka banget ledekin Maura " Millie menggerutu.


"Tidak apa-apa..namanya juga anak-anak " jawab Wisnu sambil merunduk kemudian mencium perut Millie.


"Apakah hari ini ada mual dan muntah ?" tanya Wisnu masih menciumi perut Millie.


"Tidak..mual dan muntah ya sudah mulai jarang..makan juga sudah mulai enak " jawab Millie.


"Bagus kalau begitu Mas jadi tidak khawatir lagi " jawab Wisnu.


"Mas tadi aku meeting sama Papih bahas proyek yang di Kalimantan. Sepertinya kamu sama Papih ada kemungkinan berangkat kesana lagi dalam waktu dekat ini " Millie memberi bocoran.

__ADS_1


"Oh ya ?" ucap Wisnu.


"Kamu dan anak-anak tidak apa-apa kan ditinggal lagi ?" tanya Wisnu


"Tidak apa-apa " jawab Millie sambil menyisir rambut Wisnu dengan jarinya.


"Kalau kamu dan anak-anak ada di rumah Mamih Mas tenang pergi keluar kota juga " ujar Wisnu.


"Iya " jawab Millie.


Wisnu yang masih betah berada di ruangan Millie terpaksa harus buru-buru kembali ke kantornya karena tidak lama lagi Wisnu ada meeting di kantornya.


"Mas balik dulu ke kantor ya " Wisnu meraih tubuh Millie kedalam pelukannya dan mencium bibirnya lembut.


"Jangan dulu pergi " pinta Millie manja sambil memeluk perut Wisnu erat.


"Mas ada meeting Sayang " Wisnu membujuk Millie agar mengijinkannya kembali ke kantor. " Mas janji sudah meeting selesai langsung kesini lagi "


"Beneran Sayang " jawab Wisnu.


"Ya sudah pergi sana !" Millie melepaskan belitan tangannya dipinggang Wisnu dengan wajah cemberut.


"Mas pergi dulu ya..jangan cemberut begini dong " Wisnu mencolek bibir Millie sebelum keluar dari ruangan kerja Millie.


Di lobby Wisnu sempat bertemu dengan Adam. Wisnu berbincang sebentar dengan mertuanya sebelum ia buru-buru berjalan menuju parkiran.


Sesampainya di kantor Wisnu langsung pergi menuju meeting room dimana semua kepala divisi sudah menunggunya untuk meeting.


Wisnu berada di meeting room hampir dua jam. Setelah selesai Wisnu pun kembali ke ruangannya untuk mengambil tas dan bersiap untuk kembali menemui istrinya.


"Sudah selesai meeting nya ? " tanya Millie.


"Sudah " jawab Wisnu sambil menjatuhkan bokongnya di sofa empuk yang ada di depan meja kerja Millie.


"Aku pikir Mas bohong mau balik lagi kesini " Millie turun dari kursi kerjanya kemudian menghampiri Wisnu dan duduk dipangkuannya.


"Masa Mas bohong " Wisnu memeluk bokong Millie kemudian mencium bibir Millie lembut.


"Masih banyak kerjaannya ?" tanya Wisnu.


"Sudah selesai " jawab Millie.


"Berarti sudah bisa pulang dong ?" tanya Wisnu sambil mengusap-usap paha Millie.


"Kalau mau daritadi pun sudah bisa pulang " jawab Millie sambil mengelus rahang Wisnu.


"Oh iya Mas lupa kalau kamu itu putri boss disini " Wisnu terkekeh sambil menjawil dagu Millie.


"Pulang yuk..aku kangen anak-anak " ajak Millie sambil beringsut turun dari pangkuan Wisnu.


"Ayok " Wisnu pun bangkit kemudian bersiap untuk pulang.


Sebelum pulang Millie melapor dulu kepada Papihnya untuk pulang lebih awal karena Wisnu sudah datang untuk menjemputnya, Adam pun tidak keberatan.

__ADS_1


"Kita langsung pulang atau mau beli sesuatu dulu ?" tanya Wisnu setelah mereka masuk kedalam mobil.


"Mampir ke supermarket dulu beli susu anak-anak sama pempers Mile sepertinya mau habis " jawab Millie.


"Baiklah " jawab Wisnu sambil melajukan mobilnya meninggalkan halaman perusahaan mertuanya.


Dijalan mereka mampir ke supermarket untuk membeli susu untuk anak-anak juga susu ibu hamil untuk Millie dan diapers si Gemoy juga aneka cemilan karena Millie mulai senang ngemil dimalam hari.


Setelah memasukan semua belanjaannya kedalam mobil mereka pun melanjutkan perjalanan pulang.


Maura dan Milea yang sedang nonton tv bersama Mikha langsung berlari menyambut kedatangan Mommy dan Daddy nya.


"Mommy beli apa ?" Maura meraih kantung belanjaan dari tangan Wisnu.


"Ini pempers buat dedek biar tidak ngompol hihi " Maura terkikik memberikan diapers kepada si Gemoy.


"Ini susu untuk aku sama dedek..ini jajanan aku sama dedek ..tunggu..ini susu mama hamil buat siapa mom ?" tanya Maura ketika menemukan beberapa kotak susu hamil milik Millie.


Millie, Wisnu dan Mikha saling pandang, mereka terlihat bingung harus menjawab apa kepada Maura.


"Itu susu untuk Mommy sayang " jawab Wisnu akhirnya.


"Mommy hamil ?..aku mau punya dedek lagi ? " tanya Maura.


"I..iya kak..kalian akan punya adik " jawab Millie lirih.


"Aku mau punya adik..aku mau punya adik " Maura langsung berjingkrak-jingkrak kegirangan, si Gemoy pun ikut- ikutan berjingkrak-jingkrak.


Millie, Wisnu dan Mikha melongo melihat reaksi Maura yang terlihat senang.


"Kakak senang mau punya adik ?" tanya Wisnu bingung.


"Iya Daddy..tadi waktu aku sama kak Marvin makan aku lihat ada bayi lucu..jadi aku ingin punya adik bayi yang lucu..kata Om Marvin kalau punya adik banyak itu asik..rumah jadi rame " jawab Maura.


"Hahh.. Marvin " gumam Millie dan Wisnu lega. Rupanya si jahil Marvin diam-diam sudah membantu menghilangkan ketakutan Maura jika memiliki adik.


"Kalau kakak dan dedek senang punya adik sini dong adik di perut Mommy nya dipeluk " Millie merentangkan kedua tangannya.


Maura dan si Gemoy pun berhamburan memeluk perut Millie.


Mikha dan Wisnu tersenyum bahagia melihat Millie dan anak-anaknya saling berpelukan.


"Ada apa ini peluk-pelukan " tanya Marvin yang baru keluar dari kamarnya.


"Terimakasih ya Vin sudah bantuin Mas kasih pengertian ke Maura, sekarang Maura sudah tidak ngambek lagi tau Mommy nya lagi hamil " Wisnu memeluk bahu Marvin.


"Ooh itu " jawab Marvin.


"Kalian peluk-pelukan..lalu Mamih siapa yang peluk ?" tanya Mikha pura-pura sedih.


"Mamih Papih saja yang peluk " jawab Adam yang tiba-tiba sudah muncul di pintu.


"Papih pulaaaang " Maura dan Milea langsung berlari memeluk Adam yang baru pulang dari kantor.

__ADS_1


"Maaf Mih..Mamih keduluan anak-anak " ujar Adam sambil menggendong kedua bocah itu dikiri dan kanan tangannya.


__ADS_2