
Cerita ini mengandung konten dewasa harap bijak dalam membaca 🙏
Selama Adam di Bandung , Mikha nyaris tidak bisa keluar dari kamar.Adam tidak membiarkan Mikha terlalu lama jauh darinya.Baru ditinggal ke dapur saja Adam sudah berteriak-teriak memanggil dari dalam kamar.
"ABAAANG manja banget sih..aku malu tau jadi bahan ledekan Mama sama Arin " Mikha ngomel-ngomel.
"Biarin tidak usah didengerin " jawab Adam santai sambil menarik Mikha untuk duduk dipangkuannya.Mikha pun duduk dipangkuan Adam dengan kedua tungkai berada kedua sisi pinggang Adam.
Di kasur Millie sedang tertidur lelap setelah lelah bermain dengan Adam.
"Abang masih kangen Neng..besok pagi kan Abang harus balik lagi ke Jakarta " bisik Adam.
"Memang Abang tidak lelah nyangkul terus ?" tanya Mikha sambil mengalungkan tangannya dileher Adam.
"Istilah dari mana nyangkul ?" Adam tertawa sambil mencubit ujung hidung Mikha.
"Aku yang bikin " jawab Mikha sambil terkekeh.
"Untuk urusan itu Abang tidak akan lelah "Adam tertawa penuh arti.
"Dasar mesum " cibir Mikha.
Adam tidak peduli akan cibiran Mikha.Ia pun membungkam mulut Mikha dengan bibirnya.
Mikha tampak menikmati ketika Adam mengeksplorasi bibirnya dan mulai berani membalasnya.
Adam dan Mikha terpaksa harus menghentikan tautan bibir mereka ketika Millie tiba-tiba bangun dan terlihat bingung melihat Mamih dan Papihnya yang sedang pangku-pangkuan.
"Millie sudah bangun Sayang " Adam mendekat kearah Millie setelah menurunkan Mikha dari pangkuannya.
"pipih..pih " Millie bangun dan duduk diatas kasur dengan mata menyisakan kantuk.
"Waktunya makan siang " Mikha mengambil Millie.
Pada saat Mikha mengambil Millie Adam masih sempat iseng mengelus paha Mikha.
"ABAAANG ih tangannya nakal " Mikha mencubit tangan Adam.
"Papih nakal ?" tanya Millie bingung
"Iya..Papih nakal harus dicubit " jawab Mikha sambil buru-buru membawa Millie keluar dari kamar.
Adam tertawa sambil keluar kamar mengikuti Mikha dan Millie yang menuju meja makan.
"Abang pake baju sana..malu keliatan leher dan dada Abang ada kissmark nya " Mikha mengingatkan Adam yang keluar dengan bertelanjang dada.
"Biarin..Abang tidak malu..paling kamu yang malu " jawab Adam cuek.
"Abaang..sana pake baju " Mikha mendorong Adam kembali ke kamar.
"Abaang canaaa..." Millie mengikuti ucapan Mikha.
"Bukan Abang..Papih " Mikha meralat.
"Papiiih..canaaa !" Millie meralat ucapannya.
Adam kembali ke kamar kemudian memakai kaosnya.Meskipun sudah memakai kaos namun tidak dapat menutupi belang-belang dileher Adam.
"Papiiih..canaaa.." Millie yang sedang makan disuapi oleh Mikha kembali mengusir Adam. Ucapan orangtuanya begitu cepat diserap oleh memori anak kecil nan imut itu.
Bukannya pergi Adam malah semakin mendekat dan mencium pipi Millie dan Mikha bergantian.Millie hanya melongo ketika melihat Mamihnya juga mendapat ciuman yang sama dari Papihnya.
"Si cantik sudah bangun " Mama yang mendengar suara Millie langsung keluar dari kamar diikuti Papa dibelakang nya.
Mama menyiapkan piring untuk Adam dan Papa. Karena lapar kedua pria di rumah itu pun makan.
"Kha panggil Arin sana suruh makan.Biar Millie Mama yang suapin " Mama mengambil alih menyuapi Millie.
__ADS_1
Mikha beranjak menuju kamar Arin.Begitu Mikha masuk Arin yang sedang melakukan panggilan video buru-buru mematikan nya.
"Hayooo..lagi vc sama siapa ?" Mikha berusaha merebut ponsel Arin tapi tidak berhasil.
"Apaan sih ..ini temen kuliah aku " jawab Arin panik dan buru-buru memasukan ponselnya kedalam saku celananya.
"Tapi kok kamu panik sih ?" Mikha menatap dalam wajah Arin penuh curiga.
"Bukan panik..cuma kaget saja kamu tiba-tiba masuk ke kamar tanpa ngetuk pintu dulu " jawab Arin.
"Kamu mencurigakan " Mikha menatap wajah Arin menyelidik.
"Kamu ngapain kesini..sudah selesai ngelonin Abangnya ?" Arin berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Apaan sih..orang aku ngelonin Millie "
"Muka kamu merah loh...eh leher kamu juga merah.." Arin menunjuk leher Mikha sambil terkikik.
"Habis berapa ronde semalam ?" ledek Arin
"Anak kecil tidak perlu tau...buruan ditunggu Mama di meja makan " Mikha menoyor kepala Arin sambil buru-buru keluar sebelum adik iparnya itu semakin mengorek urusan ranjang nya.
"Gila bilang anak kecil..heh kamu juga anak kecil tapi sudah bisa bikin anak kecil " ledek Arin sambil mengejar Mikha.
"Kalian ngapain sih pake kejar-kejaran..seperti anak kecil saja " Mama mengomel Arin dan Mikha.
"Aku mergoki dia lagi pacaran mah " Mikha mengadu.
"Bohong..fitnah " Arin berusaha mengelak.
"Masih kecil jangan dulu pacaran..kuliah yang bener " Adam menatap tajam kearah Arin.
"Tadi Mikha yang bilang aku anak kecil.. sekarang Abang..lalu istri Abang itu apa bukan anak kecil ?" ledek Arin.
Mendengar jawaban Arin Adam hanya nyengir begitu juga Mikha.
"Siapa yang sudah punya pacar ?" Arin berusaha mungkir dengan wajah yang merah, membuat Mikha semakin yakin jika Arin diam-diam sudah punya pacar.
Selama makan Arin dan Mikha tidak berhenti saling ledek.Bahkan Adam pun ikut menjadi sasaran ledekan Arin karena kissmark di lehernya yang sama dengan Mikha.
Sementara Millie hanya melongo sambil mengunyah makannya tidak mengerti dengan apa yang sedang dibicarakan oleh orang dewasa dihadapannya.
"Tuh kan aku jadi malu diledekin Arin.. gara-gara Abang sih " Mikha menyalahkan Adam atas jejak dilehernya.
"Kamu bisanya nyalahin Abang..ini dileher Abang juga kamu yang bikin.. Abang tidak protes " Adam membela diri.Jika sudah seperti itu Mikha tidak bisa ngomel-ngomel lagi.
Malam terakhir Adam di Bandung, Ia mengajak Mikha keluar.Untungnya dari selepas magrib Millie sudah tidur pulas di kamar Mama.
"Duuh yang mau kencan " Arin meledek Adam dan Mikha yang sudah siap hendak pergi.
"Mau ikut ga ?" tanya Adam dengan bersungguh-sungguh.
"Ga ah..males jadi nyamuk " Arin menolak.
Arin sengaja menolak ikut karena memberi kesempatan kepada Adam dan Mikha yang baru berbaikan.
Karena Arin menolak ikut akhirnya Adam dan Mikha pun pergi berdua.Orang lain tidak akan menyangka jika mereka adalah sepasang suami istri karena mereka lebih terlihat seperti sepasang kekasih.
"Anggap saja kita sedang pacaran..karena kita memang tidak sempat pacaran dulu " bisik Adam sambil menggenggam tangan Mikha ketika mereka memasuki kawasan PVJ.
Memasuki sebuah outlet yang ada disana Adam meminta Mikha memilihkan beberapa kemeja dan kaos untuknya.
"Abang pilih sendiri saja..takutnya Abang tidak suka sama pilihan aku " Mikha menolak memilihkan baju untuk Adam.
"Sayang..kamu itu istri Abang.Jadi apapun pilihan kamu pasti akan Abang pake " ujar Adam.
Mikha pun akhirnya memilihkan beberapa baju dan kemeja untuk Adam.Bahkan Mikha membeli beberapa kaos couple untuk mereka.
__ADS_1
Ketika memasuki outlet baju wanita Mikha dibuat kesal karena Adam melarang ketika Mikha ingin membeli sebuah rok mini.
"Jangan..itu kependekan Sayang.Abang tidak mau paha kamu dilihat banyak orang " ujar Adam
"Tapi ini bagus Abang " Mikha merajuk.
"Boleh beli itu tapi dipakenya di rumah saja, itu pun cuma di depan Abang " Adam akhirnya mengijinkan Mikha membeli barang yang diinginkannya.
Setelah puas berbelanja Adam membawa Mikha menuju sebuah cafe yang ada di daerah Punclut yang terkenal dengan spot photo lereng anteng dan suasana perbukitan yang dingin.
"Sayang..Abang ingat dulu waktu sekolah Abang cuma bisa traktir kamu bakso atau ice cream kalau punya uang dari hasil ngajar les " Adam terkekeh mengingat masa sulit dulu.
"Buat antar jemput kamu ke sekolah pun Abang pake mobil Papih kamu " lanjut Adam.
"Iya..dulu aku sama Arin suka rebutan ingin duduk di depan " Mikha tertawa mengingat masa kecilnya bersama Arin.
"Dari dulu kamu sudah pengen selalu dekat Abang ya ?" Adam menjawil dagu Mikha.
"Enak saja " sangkal Mikha.
"Kamu tau tidak Sayang..waktu Abang diluar negri Abang sempat mencuri photo kamu dari kamar Arin " ujar Adam sambil tertawa.
"Idiiih..Abaaang " Mikha mencubit perut Adam
"Habisnya kamu selalu menolak kalau Abang telpon kamu..padahal Abang kangen banget sama kamu "
"Aku mana tau kalau Abang kangen aku " jawab Mikha.
"Dulu kamu sombong ke Abang " Adam mencubit ujung hidung Mikha.
Karena malam semakin larut Adam dan Mikha pun memutuskan pulang.Mereka takut jika Millie bangun dan menangis mencari mereka.
Ketika mereka sudah berada didalam mobil di area parkir, Adam tidak juga melajukan mobilnya padahal mobil Adam sudah menyala.
"Kenapa Bang..ada yang tertinggal ?" tanya Mikha.Adam menggeleng.
Mikha menjerit tertahan ketika Adam tiba-tiba mengangkat tubuhnya dan mendudukan di pangkuannya.
"ABAAANG ...ini diparkiran tau " Mikha protes ketika Adam menciumi seluruh wajah Mikha.
"Memangnya ada tulisannya dilarang pacaran di parkiran ?" tanya Adam
"Ya engga sih..tapi... Abaang ..mpth.." Mikha tidak melanjutkan ucapannya karena Adam langsung membungkam mulut Mikha dengan bibirnya.
Mikha hanya bisa pasrah ketika Adam mulai membuka kancing kemeja bagian atasnya dan mulai melahap dua benda bulat didalamnya.
Kegilaan Adam tidak hanya sampai disitu. Adam dengan mudah meloloskan ****** ***** Mikha karena istrinya itu memakai rok.
"Abang nanti ada yang lihat " Mikha tampak ketakutan.Namun Adam tidak mengindahkannya. Adam malah memutar lagu dengan volume sedikit kencang sambil membuka sabuk dan resliting celananya.
Mikha tidak percaya jika mereka benar-benar melakukannya didalam mobil.Tubuh Mikha terus bergerak diatas pangkuan Adam dengan bibir saling bertautan. Mereka tidak menyadari jika mobil mereka pun ikut bergerak seirama dengan gerakan yang mereka lakukan.
"Abaang " Mikha menjambak rambut Adam ketika bibir Adam melahap dada Mikha dengan rakus.Mereka terhentak hebat ketika akhirnya mereka sampai pada puncak kenikmatan.
"Abang gila " bisik Mikha dengan nafas tersengal dan masih berada diatas pangkuan Adam.Adam hanya tersenyum penuh kepuasan.
Mikha buru-buru turun dari pangkuan Adam ketika seorang security mengetuk-ngetuk kaca mobil mereka.
Adam pun buru-buru melajukan mobilnya meninggalkan area parkir cafe yang baru saja menjadi saksi kegilaan mereka.
"Abang gila..Abang gila..."Sepanjang perjalanan pulang Mikha terus mengoceh.Adam menanggapi dengan tawa.
Udah puas beluuum..hihihi
Author lagi baik nih manjain readers tersayang
tapi jangan lupa dong dukungannya biar author tambah semangat nulisnya
__ADS_1
Happy reading 😘😘😘