
Hari-hari berikutnya bukan hanya Maura dan Milea saja yang selalu meneror Millie, tapi Daddy nya juga.
"Kamu kenapa tidak bilang Mas kalau mau ke rumah ?" tanya Wisnu ketika mengetahui jika Millie berada di rumahnya sedang bermain dengan Maura dan Milea.
"Oh jadi aku harus lapor Mas Wisnu dulu ya kalau mau ketemu anak-anak ?" tanya Millie.
"Bukan begitu..kalau tau kamu mau ke rumah Mas kan bisa pulang dulu " jawab Wisnu.
"Aku kesini mau main sama anak-anak..Mas Wisnu fokus saja kerja cari uang yang banyak buat anak-anak " ujar Millie.
"Buat kamu juga ya " tambah Wisnu.
"Tidak usah buat aku..aku masih bisa cari makan sendiri " jawab Millie sambil tertawa.
"Kamu jangan pulang dulu ya..tunggu Mas pulang dari kantor " pinta Wisnu.
"Ngapain ?" tanya Millie.
"Pokoknya tunggu saja " jawab Wisnu sambil memutuskan sambungan telepon.
"Kakak Nina..Daddy bilang apa ?" Maura tampak penasaran dengan obrolan Millie dengan Daddy nya.
"Daddy minta kak Nina jangan dulu pulang sampai Daddy kalian pulang dari kantor " jawab Millie.
"Mungkin Daddy juga ingin ikutan main dengan kita " ujar Maura sambil terkikik.
"Bukan ingin ikutan main kak..tapi Daddy juga kangen sama kak Nina " ujar Ibu sambil mencolek tangan Millie.
"Ibu bisa saja " ujar Millie tersipu malu.
"Ma..ma..Nina..Mimi "Milea yang sedari tadi anteng dengan mainannya tiba-tiba bangun kemudian memberikan botol susu nya yang sudah kosong kepada Millie.
"Biar ibu saja yang bikin " Ibu buru-buru mendahului Millie membuatkan susu untuk Milea.
Sambil menunggu susu nya, Milea menggelendot dipangkuan Millie sambil menghisap mpeng nya.
Tidak lama kemudian ibu datang dengan satu botol susu ditangannya kemudian diberikan kepada Milea.
Disaat yang bersamaan terdengar suara deru mesin mobil yang masuk ke pekarangan..ternyata mobil Wisnu yang datang.
"Daddy pulaaang " Maura berlari menyambut Wisnu begitu juga Milea yang ikut berlari tertatih sambil memegang botol susunya.
Dua bocah lucu itu pun langsung nemplok didepan dan belakang tubuh Wisnu.
Wisnu tertawa bahagia kepulangan nya disambut kedua buah hatinya dan juga pujaan hatinya.
"Kamu tidak ikut menyambut Mas pulang seperti Maura dan Milea ?" tanya Wisnu.
"Cih..maunya " cibir Millie. Wisnu hanya tertawa mendengarnya.
Diantara Maura dan Milea, Maura yang berada di punggung Wisnu yang lebih dulu turun. Sedangkan Milea masih anteng memeluk erat leher Wisnu sambil menyedot susu botolnya.
"Tumben pulangnya cepat Mas ?" tanya Millie. Hari ini Wisnu pulang satu jam lebih cepat dari biasanya.
"Biar bisa puas ketemu kamu dulu " jawab Wisnu sambil duduk disebelah Millie dengan Milea dalam pangkuannya.
"Apakah hari ini anak-anak nakal ?" tanya Wisnu sambil menyandarkan tubuhnya disandaran kursi.
"Tidak...mereka anak-anak yang manis " jawab Millie sambil mempermainkan rambut ikal Milea.
Tangan mungil Milea mengotak-atik dasi Wisnu berniat mengurai simpul dasi yang melingkar di leher Daddynya.
"Seharusnya ini nantinya akan jadi tugas kamu " ucap Wisnu sambil melirik kearah Millie.
"Urusan buka dasi dedek Mile juga bisa ya " jawab Millie.
__ADS_1
"Berarti tugas kamu buka yang lain " ujar Wisnu sambil nyengir.
"Heh..apa maksud Mas " tanya Millie
"Buka sepatu maksudnya " jawab Wisnu sambil tertawa karena melihat wajah Millie yang menjadi merah.
"Sudah sore aku pulang ya Mas " Millie melirik jam tangannya sudah hampir jam 4 sore.
"Jangan dulu dong..masa Mas datang kamu langsung pulang " Wisnu menahan tangan Millie.
"Sudah sore Mas.. sekarang giliran kamu jaga anak-anak " ucap Millie.
"Mas antar ya..sekalian ingin ketemu sama orangtua kamu "
"Eeh jangan..nanti saja.Lagian aku kan bawa mobil sendiri " jawab Millie.
"Beneran Mas ingin sekali kenal sama keluarga kamu " Wisnu menatap Millie dengan wajah yang serius.
"Iya nanti Mas aku ajak ke rumah ketemu sama mereka " jawab Millie.
"Kapan ? bahkan rumah kamu pun Mas tidak tau dimana " Wisnu menatap dalam wajah Millie.
"Aku janji nanti kalau sudah waktunya aku akan ajak Mas Wisnu dan anak-anak ke rumah ketemu sama orangtua aku " janji Millie.
"Baiklah " jawab Wisnu.
Setelah melalui drama akhirnya Millie pun pulang meninggalkan Maura yang terus cemberut, sedangkan Milea disembunyikan dulu ke kamar ibu.
*
Hari ini Wisnu kembali bertemu dengan Adam disebuah restoran untuk membicarakan masalah proyek kedua yang dikerjakan oleh perusahaan Wisnu.
Adam yang sangat puas akan proyek pertama yang dikerjakan oleh perusahaan Wisnu akhirnya menyerahkan proyek pembangunan pabrik baru yang di Surabaya kepada Wisnu.
Sepulang dari kantor pada saat makan malam Adam mengatakan akan mengenalkan Millie dengan rekan bisnisnya.
"Papih mau jodohin kakak ?" tanya Millie dengan wajah tidak senang.
"Bukan jodohin kak, cuma mengenalkan saja siapa tau cocok. Orangnya baik kak..ganteng lagi "
"Kakak tidak suka dikenal-kenalin seperti itu " Millie langsung cemberut.
Melihat Millie langsung cemberut Adam pun tertawa lucu sambil mengacak rambut Millie.
"Abang apa-apaan sih pake acara begituan segala " Mikha ikut cemberut tidak setuju dengan ide Adam.
"Iya Pih..seperti zaman Siti Nurbaya saja " timpal Marvin.
"Sudah kalian tidak usah protes..ikuti aturan Papih saja " ujar Adam tidak mau dibantah.
Sehari sebelum kepergian Adam dan Wisnu ke Surabaya, Adam mengundang Wisnu untuk makan malam di rumahnya.
"Lebih baik tidak usah bawa anak-anak nanti kamu repot " saran Ibu ketika Wisnu akan membawa Maura dan Milea.
"Pak Adam menyuruh agar anak-anak dibawa Bu " jawab Wisnu.
Sebetulnya Wisnu juga heran ketika Adam menyuruhnya membawa kedua putrinya, namun demi menghormati Adam akhirnya Wisnu pun datang dengan membawa Maura dan Milea.
Kedatangan Wisnu ke rumah Adam tentu saja membuat Mikha dan Marvin kaget.
"Kakak Marviin " Maura langsung menghampiri Marvin yang masih melongo karena tidak menyangka jika Maura akan datang ke rumahnya.
"Ma..mih.." Milea langsung turun dari pangkuan Wisnu dan berjalan tertatih menuju kearah Mikha.
Millie memang sering membawa Milea ke rumah jadi bocah itu sudah sangat mengenal Mikha.
__ADS_1
"Gemoy " Mikha pun langsung menggendong bocah lucu yang diam-diam sangat ia rindukan itu.
Wisnu tampak bengong tidak mengerti bagaimana kedua putrinya bisa kenal dengan keluarga Adam. Juga apa hubungannya Marvin dengan keluarga Adam.
Melihat Wisnu yang tampak bingung Adam pun memperkenalkan Mikha dan Marvin kepada Wisnu.
"Kenalkan ini istri saya, dan ini putra saya namanya Marvin "
"Marvin ini putra bapak ?" tanya Wisnu. Adam mengangguk.
"Ya..Marvin putra saya..dia adiknya Millie..maksud saya Nina " jawab Adam.
"Jadi Nina itu putri anda ?" Wisnu tampak kaget.
"Iya..Nina itu putri kami,nama aslinya Millie .. Saya dan keluarga minta maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian kecelakaan itu " ujar Adam dengan wajah sendu . Wisnu mengangguk.
Mendekati waktu makan malam Adam dibuat jengkel karena Millie belum pulang juga, padahal Adam sudah mengingatkan jika mereka ada acara makan malam.
Karena Millie belum pulang juga akhirnya mereka pun makan malam tanpa Millie.
Wisnu dibuat tidak enak hati ketika melihat Mikha dengan telaten menyuapi Milea.
"Dulu sewaktu Millie masih jadi baby sitter di rumah kamu dia sering membawa si Gemoy kesini..makanya dia sudah kenal dengan istri saya " ujar Adam.
"Milea Pih.. kebiasaan Papih suka panggil si Gemoy " ujar Marvin.
"Kakak Marvin nanti kita main lagi ya " ajak Maura.
"Oke siapa takut " jawab Marvin.
Wisnu merasa ini seperti sebuah mimpi, ia tidak menyangka jika kedua putrinya sudah begitu dekat dengan keluarga Millie. Namun Wisnu merasa penasaran kenapa Millie tidak ada pada saat makan malam.
Setelah makan malam Adam tampak menerima telepon dari seseorang. Setelah mengakhiri sambungan telepon Adam terlihat sangat kesal.
"Siapa yang telpon Bang ?" tanya Mikha sambil menyuapi si Gemoy puding buah.
"Martha....dia bilang kakak ada disana " jawab Adam.
"Kakak kabur ke Kanada ?" Mikha memastikan pendengarnya.
"Iya " jawab Adam.
"Papih sih pake acara mau jodohin kakak segala jadinya kakak kabur " Marvin menyalahkan Adam.
Wisnu yang mendengar perdebatan keluarga itu hanya diam tidak mau ikut campur masalah intern keluarga Adam.
"Besok Mamih sama Marvin susul kakak ke Kanada, Papih tidak bisa pergi karena mau ke Surabaya sama Wisnu " ujar Adam.
"Kakak itu keras kepala..dia tidak akan mau diajak pulang " ucap Mikha.
"Kalau begitu ajak anak-anak saja, kakak pasti mau pulang " Adam memiliki ide cemerlang.Jika Maura dan Milea ikut Adam yakin jika Millie akan mau diajak pulang.
"Maura mau ikut tidak jemput kak Nina ke Kanada ?" tanya Marvin.
"Mau..mau.." jawab Maura senang.
"Gemoy mau ikut Mamih ke Kanada ?" Mikha bertanya pada Milea yang sibuk mengunyah puding buahnya.
Mikha langsung tertawa ketika melihat si Gemoy langsung mengangguk.
"Besok anak-anak akan ikut ke Kanada, tolong kamu siapkan semua dokumen mereka " ujar Adam.
Wisnu tidak ada alasan untuk menolak karena Maura dan Milea ingin ikut ke Kanada menyusul Millie.
"Baik Pak " jawab Wisnu.
__ADS_1