My Baby Sitter

My Baby Sitter
Cerai


__ADS_3

Sepulang dari rumah sakit bersama Papa, Adam pulang ke rumah. Rasa rindu kepada Mikha dan Millie yang sudah diubun-ubun membuat Adam buru-buru mencari keduanya di kamar.


Sesampainya di kamar Adam sedikit kecewa karena Mikha dan Millie tidak ada disana.


"Mikha dan Millie dimana Mah ?" tanya Adam.


"Dikamar " jawab Mama


"Dikamar tidak ada " ujar Adam


"Maksud Mama dikamar Mikha " jawab Mama


Mendengar jawaban Mama Adam pun bergegas menuju kamar Mikha dirumah sebelah.


Tanpa mengetuk pintu Adam langsung masuk kedalam kamar. Mikha yang sedang ganti baju tentu saja kaget ketika Adam tiba-tiba masuk ke kamarnya.


"Abaang..kalau mau masuk ketuk pintu dulu dong..aku kan sedang ganti baju " omel Mikha.


"Kenapa kalian tidur disini..kenapa tidak kembali ke kamar kita ?" tanya Adam tanpa mengindahkan omelan Mikha.


"Aku tidak mau pindah ke kamar Abang..aku mau disini saja " jawab Mikha sambil buru-buru memakai bajunya.


"Kha.. maksud kamu apa sih..lalu buat apa kamu ikut papa nyusul Abang ke Surabaya kalau kamu masih menghindari Abang " Adam terlihat emosi, ia duduk di sofa sambil menatap tajam kearah Mikha.


"Aku sama Millie mau tidur disini saja " jawab Mikha kekeh.


"Abang tidak mau tau.. sekarang juga kalian pindah ke kamar kita " Adam hendak mengangkat Millie dari atas ranjang Mikha.


"Abaaang..Millie sedang tidur....nanti dia bangun " Mikha mendorong Adam yang hendak mengambil Millie.


"Kha..sedari awal Abang dijebak oleh Cintya Abang berusaha bersabar menghadapi sikap kamu yang selalu tidak percaya sama Abang.. Tapi sekarang setelah semua terbukti jika Abang tidak bersalah kenapa kamu masih menolak Abang ?" tanya Adam dengan mata merah menahan marah.


"Aku bukan menolak Abang..aku cuma tidak mau kembali lagi ke kamar Abang..aku mau tidur disini saja " jawab Mikha


"Kamu itu keras kepala " keluh Adam masih mencoba menahan sabar.


'Terserah Abang mau bilang apa juga..yang jelas aku tidak mau kembali ke kamar Abang " ucap Mikha tegas.


"Iya..tapi kenapa kamu tidak mau tidur dikamar kita ?" Adam berusaha melembutkan suaranya.


"Aku tidak mau tidur dikamar yang sudah ditiduri oleh wanita lain " jawab Mikha.

__ADS_1


"Selama Abang pergi, kak Cintya tinggal disini.. dia tidur disana..dikamar kita " lanjut Mikha.


Adam termangu mendengar jawaban dari Mikha. Adam tidak tau jika selama ia tidak ada Cintya pernah tinggal di Bandung.


Hati Adam tiba-tiba merasa sakit mengingat bagaimana sakitnya perasaan Mikha melihat ada wanita lain tidur didalam kamar mereka.


"Kenapa kamu ijinkan dia tidur dikamar kita ?" tanya Adam.


"Lalu dia harus tidur dimana?..dikamar aku ?" sindir Mikha.


"Maksud Abang dia kan tinggal di Jakarta bersama Arin " jawab Adam


"Mendekati waktu melahirkan Mama dan Papa minta ijin sama aku untuk membawa kak Cintya kesini " jawab Mikha.


"Maafkan Abang Sayang..Abang tidak tau kalau Cintya sempat tinggal disini " Adam buru-buru memeluk Mikha.


"Ya sudah kalau begitu..kita pindah kesini saja Abang juga tidak ingin tidur disana lagi " ujar Adam akhirnya.


"Abang juga mau pindah kesini ?" tanya Mikha


"Iya...kenapa..masih tidak boleh ?" Adam balik bertanya sambil menatap wajah Mikha yang basah oleh air mata.


"Kalau masih tidak boleh Abang akan balik lagi ke Surabaya " ancam Adam


"Jangaaaan..boleh kok..Abang boleh tidur dikamar aku " Mikha memeluk pinggang Adam tidak ingin Adam pergi lagi darinya dan Millie.


"Besok Abang pindahin baju-baju Abang kesini, kamu bantu ya ! " Adam merangkum wajah Mikha dan menatap nya dalam.


"Iya..besok aku bantu pindahin baju Abang kesini " jawab Mikha diantara sisa tangisnya.


"Abang tadi sama Papa habis pergi darimana ?" tanya Mikha setelah tangisnya mereda.


"Dari rumahsakit " jawab Adam


"Mau ngapain..tuh kan Abang masih nyamperin dia " Mikha kembali marah.


"Abang kesana untuk menceraikan dia " jawab Adam sambil merengkuh bahu Mikha kedalam pelukannya.


"Beneran Abang ?" tanya Mikha, Adam menjawab dengan anggukan.


"Kamu senang ?" tanya Adam

__ADS_1


"Seneng banget " jawab Mikha sambil menyandarkan kepalanya dibahu Adam


"Abang lebih senang lagi karena bisa membuktikan pada kalian jika Abang tidak bersalah " ujar Adam sambil memindahkan tubuh Mikha agar duduk dipangkuannya.


Mikha tidak menolak ketika Adam mulai menyatukan bibir mereka. Diawali dengan *******-******* kecil lama-lama menjadi ciuman yang panas dan memabukan. Adam menahan tengkuk Mikha untuk lebih memperdalam ciuman mereka.


Mikha perlahan beringsut hendak turun dari pangkuan Adam ketika ia mulai merasa tidak nyaman dalam duduknya, namun Adam menahannya.


"Sudah disini saja " bisik Adam sambil menciumi leher Mikha. Suara nafas Adam yang tidak beraturan menyentuh kulit leher Mikha menghadirkan geleyar rasa yang sudah lama tidak ia rasakan.


"Ga nyaman duduknya..ada yang ganjel " bisik Mikha sambil terkikik.


"Dia juga kangen sama kamu..sudah sembilan bulan dia tidak nyangkul " jawab Adam dengan suara parau. Mikha tambah terkikik mendengar jawaban Adam.


"Sst..jangan berisik, nanti Millie bangun " bisik Adam.


Adam akhirnya membungkam kembali mulut Mikha dengan bibirnya agar istrinya itu berhenti tertawa.


Adam khawatir Millie akan terbangun dan mengacaukan hasratnya yang sudah diubun-ubun.


Kekhawatiran Adam akhirnya terbukti ketika Millie tiba-tiba duduk dengan mata terpejam menangis memanggil Mamih nya.


Mikha buru-buru loncat dari pangkuan Adam dan menidurkan Millie kembali. Adam bersandar di sandaran sofa sambil mengacak rambutnya.


Sambil mengusap-usap punggung Millie, diam-diam Mikha mencuri pandang kearah Adam sambil menahan tawanya. Terlihat sekali Adam sangat tersiksa karena harus menahan hasratnya yang sudah diubun-ubun.


"Sudah tidur lagi belum Millie nya ?" tanya Adam dengan suara setengah berbisik.


"Belum nyenyak Bang " jawab Mikha sambil terus mengusap punggung Millie.


Adam yang terlihat tidak sabar akhirnya menunggu Millie tidur dengan berbaring diatas sofa sambil memainkan ponselnya. Sesekali Adam masih mendengar suara Millie yang merengek ketika Mikha berhenti mengusap punggungnya.


Setelah hampir satu jam menunggu, akhirnya Adam tidak lagi mendengar suara rengekan Millie.


Perlahan Adam turun dari sofa dan menghampiri Mikha untuk melanjutkan pekerjaan mereka yang sempat tertunda. Namun Adam langsung terlihat kecewa ketika melihat Mikha pun malah ikut tertidur sambil memeluk Millie.


"Ya ampuun Sayang..Abang tungguin malah ikutan tidur " keluh Adam.


Meskipun kecewa namun Adam tidak tega untuk marah ataupun membangunkan Mikha. Perlahan dirapikannya anak rambut yang sedikit menutupi wajah cantiknya.


"Abang sayang banget sama kalian " Adam mencium kening Millie dan Mikha bergantian.Kemudian Adam ikut berbaring disamping Millie. Adam memejamkan matanya sambil memeluk dua wanita tersayang nya.

__ADS_1


__ADS_2