My Baby Sitter

My Baby Sitter
Season 2 # Marvin vs Maura


__ADS_3

Wisnu duduk di sofa sambil diam-diam memperhatikan Millie yang terlihat sibuk mencari sesuatu didalam laci.


"Mencari apa mom ?" tanya Wisnu


"Obat flu " jawab Millie berbohong.


"Kamu flu sayang ?" tanya Wisnu. Millie mengangguk


"Nanti Mas suruh pelayan beli ke apotik depan " ujar Wisnu.


"I..iya Mas " jawab Millie.


Wisnu tersenyum melihat apa yang sedang Millie lakukan. Wisnu sebetulnya tau obat yang Millie cari itu bukanlah obat Flu tapi pil KB.


Wisnu yang tidak sengaja menemukan pil KB beberapa hari yang lalu di dalam laci diam-diam membuangnya tanpa sepengetahuan Millie.


Ketika menemukan pil KB itu Wisnu sempat kesal karena Millie tidak meminta ijin darinya dulu sebelum memutuskan menkonsumsi pil penunda kehamilan itu.


Namun Wisnu yang tidak mau ribut akhirnya memilih membuangnya tanpa sepengetahuan istrinya.


Setelah kehilangan pil KB nya keesokannya Millie membeli yang baru, namun nasibnya sama..pil KB itu selalu hilang entah kemana.


Millie yang memang sedikit pelupa tidak menyadari jika Wisnu lah yang telah menghilangkan pil penunda kehamilan miliknya.


Karena tidak menemukan barang yang dicarinya Millie pun beranjak menuju ruang keluarga dimana Maura dan Mile sedang anteng nonton tv sambil disuapi makan oleh pengasuh.


Melihat Millie muncul Mile langsung naik ke pangkuan Millie dan melanjutkan nonton tv sambil mengunyah makanannya.


Jika sudah menonton film kartun kesukaan mereka, kedua bocah itu tampak anteng sampai film selesai.


Bahkan Maura tampak tidak mempedulikan Wisnu yang muncul dan langsung duduk disebelahnya.


"Serius banget kak nontonnya " Wisnu mengacak rambut Maura namun bocah kelas 3 SD itu tidak bergeming sedikitpun.


Selesai menyuapi kedua bocah itu makan pengasuh membawa piring yang sudah kosong ke belakang untuk di cuci.


"Hari libur tumben kalian tidak minta diantar ke rumah Papih dan Mamih ?" tanya Wisnu Setelah film kartun yang anak-anak tonton selesai.


"Aku mau disini saja Dad " jawab Maura.


"Ya sudah kita di rumah saja " Wisnu mengacak rambut Maura.


"Hari ini Mommy mau pergi ke salon.. kalian mau ikut tidak ?" tanya Millie.


"Mau mom " jawab Maura bersemangat.


"Mau ikut " si Gemoy langsung memeluk leher Millie takut tidak diajak.


"Kalian pergi bertiga saja ya..Mas malas ngantar ke salon, nunggunya lama " ujar Wisnu.


"Enak saja..pokoknya Mas Wisnu harus antar " Millie langsung melotot.


"Baiklah " jawab Wisnu dengan terpaksa.


Siang itu Wisnu mengantarkan ketiga perempuannya ke salon untuk melakukan perawatan rambut.


Sesampainya di salon Millie memilihkan paket perawatan rambut khusus anak untuk kedua buah hatinya dan merapikan rambut mereka yang sudah panjang tidak beraturan.

__ADS_1


Millie pun melakukan serangkaian perawatan rambut yang rutin ia lakukan sejak sebelum menikah dengan Wisnu.


Wisnu menunggui istri dan anak-anaknya di ruangan tunggu yang cukup nyaman dengan ditemani secangkir kopi.


Setelah beberapa jam menunggu akhirnya ketiga perempuannya keluar dengan wajah yang lebih segar. Rambut Maura yang panjang terurai terlihat lebih rapi begitu juga rambut Mile.


"Kamu potong rambut Sayang ?" tanya Wisnu ketika melihat ada perubahan pada potongan rambut istrinya.


"Iya sedikit " jawab Millie.


"Tambah cantik " puji Wisnu.


"Mommy..nanti aku mau perawatan rambut lagi ke salon " pinta Maura


"Iya sayang..kita akan rutin melakukan perawatan rambut " jawab Millie.


"Dedek juga mau ?" tanya Millie. Si Gemoy mengangguk.


Setelah pulang dari salon mereka melanjutkan dengan mencari makan. Wisnu membawa anak-anak dan istrinya makan di sebuah restoran cepat saji kesukaan anak-anak.


Maura yang sedang asik makan langsung cemberut ketika tiba-tiba ada Marvin menghampiri mereka.


"Kamu sama siapa Vin ?" tanya Wisnu begitu melihat adik iparnya itu.


"Sama teman-teman Mas " jawab Marvin sambil menunjuk temannya yang berada di meja sudut.


"Rambut baru ya " Marvin iseng mencolek poni Maura yang sedari tadi anteng makan.


"Iiih..diaaam " Maura langsung melotot marah.


"Bagi duit dong kak " sebelum pergi Marvin menodong kakaknya.


"Sudah makan langsung pulang jangan kelayapan " Wisnu mengambil lima lembar uang berwarna merah dari dompetnya dan diberikan kepada Marvin.


"Baik Mas.. makasih " sebelum pergi Marvin mencium pipi si Gemoy yang sedang berada dalam pangkuan Millie.


"Dasar dia itu..padahal aku yakin di dompetnya masih ada uang " Millie menggerutu sambil menatap adik tampannya yang kembali bergabung bersama teman-temannya.


"Sebetulnya dia itu bukan semata-mata minta uang..tapi sedang minta perhatian kakaknya dengan cara meminta uang " jawab Wisnu.


"Masa sih ?" gumam Millie sambil meneruskan menyuapi Mile makan.


"Ya " jawab Wisnu yakin.


"Sepertinya Mas Wisnu lebih mengerti Marvin dibanding aku kakaknya "


"Karena kita sama-sama laki-laki " jawab Wisnu sambil tersenyum.


"Tapi sekarang aku tidak suka sama kakak Marvin..dulu sebelum Mommy menikah sama Daddy kakak Marvin tidak menyebalkan seperti sekarang " cibir Maura.


"Kakak Marvin itu suka menggoda kakak karena dia itu sayang sama kakak " Wisnu mengelus kepala Maura sambil tersenyum.


Wajah Maura tiba-tiba cemberut lagi ketika Marvin yang sudah selesai makan kembali menghampiri mereka.


"Mas..Mamih sama Papih dari kemarin nanyain Mile..cuma Mile saja yang ditanyain Maura tidak " ujar Marvin sambil buru-buru ngeloyor pergi karena Millie hendak mencubitnya.


"Daddyyyy..hikshiks.." Maura pun menangis dalam pelukan Wisnu.

__ADS_1


"Dasar Marvin..awas kamu tidak akan aku kasih uang jajan lagi " Millie tampak geram karena Marvin telah berhasil membuat Maura menangis.


Wisnu dan Millie membujuk agar Maura berhenti menangis dengan mengajak ke tempat permainan.


Wisnu menemani Maura mencoba banyak permainan sementara Millie duduk menunggu karena si Gemoy tertidur dalam gendongannya.


Setelah puas bermain, Wisnu mengambil alih menggendong si Gemoy dan mereka pun pulang.


Setibanya di rumah sudah ada Adam dan Mikha yang sedang menunggu mereka di teras. Tampak Adam sedang menikmati secangkir kopi sedangkan Mikha menikmati teh hangat.


"Loh..kakak tidak kangen sama Papih ?" tanya Adam kepada Maura yang terlihat cuek kepada Adam dan Mikha.


"Maura lagi ngambek " jawab Millie.


"Ngambek kenapa anak cantik " Adam mengambil tangan Maura dan memeluknya.


"Tadi aku ketemu kakak Marvin, kakak Marvin nakal..terus kakak Marvin bilang kalau Papih dan Mamih nanyain dedek..tidak nanyain aku huwaa..huwaa " Maura mengadu dan tidak lama kemudian tangis Maura pun pecah dalam pelukan Adam.


"Dasar Marvin....iseng banget tuh anak " Mikha ikut geram akan keisengan putra bungsunya.


"Cup..cup..jangan menangis, nanti kakak Marvin nya Papih jewer " Adam mengelus kepala Maura penuh kasih sayang.


Wisnu pamit sebentar untuk menidurkan Mile di kamarnya, tidak lama kemudian Wisnu pun sudah kembali lagi.


Selama Adam dan Mikha berada di rumah Wisnu, Adam dan Wisnu tampak serius membicarakan masalah pekerjaan.


Millie tidak terlalu tau pekerjaan apalagi yang akan dikerjakan oleh suaminya. Namun Millie melihat jika Papihnya sangat mempercayakan proyek itu kepada Wisnu.


"Kak..lusa Papih sama Wisnu mau ke Kalimantan selama seminggu. Kamu tidak apa-apa kan ditinggal ?" tanya Adam.


"Iya tidak apa-apa Pih " jawab Millie


"Urusan anak-anak kamu tidak usah khawatir nanti Mamih akan bantu jaga " ujar Mikha membuat Millie menjadi tenang begitu juga dengan Wisnu.


Meskipun Maura kesal kepada Marvin namun ketika Adam dan Mikha akan pulang pada sore harinya Maura langsung merengek ingin ikut.


Akhirnya Adam dan Mikha pun membawa Maura, mereka tidak membawa si Gemoy karena bocah berpipi bulat itu sedang tidur.


"Anak-anak cantik dengan gaya rambut baru " puji Wisnu ketika mereka sedang nonton tv di ruang keluarga.


"Ya dong " jawab Millie bangga.


"Mommy nya juga lebih cantik " bisik Wisnu sambil mengendus leher Millie.


"Iya dong kan istri kamu " jawab Millie


"Diam Mas..nanti dilihat pelayan " Millie menjauhkan kepala Wisnu yang mulai mendusel-dusel kedadanya.


"Biar saja " Wisnu tidak peduli.


Karena tidak bisa dilarang akhirnya Millie yang sedang menonton tv membiarkan saja apa yang sedang Wisnu lakukan kepadanya sesuka hatinya.


Pelayan mereka pun memilih pura-pura tidak tau melihat kelakuan majikan mereka di ruang keluarga.


Terus dukung ya biar Author tambah semangat nulisnya. Happy Reading 😘😘😘


"

__ADS_1


__ADS_2