
Millie baru saja merebahkan tubuhnya setelah berhasil menidurkan Milea. Sebelum tidur Millie menyempatkan membalas pesan dari Mamihnya yang menanyakan apakah ia mengalami kesulitan mengurus baby Mile hari ini.
Mikha memang sangat khawatir takut jika Millie mengalami kesulitan dalam mengurus baby Mile.. karena selama ini Millie memang tidak mempunyai pengalaman mengurus bayi.
Namun ketakutan Mikha langsung sirna ketika Millie menceritakan pengalamannya hari ini mengantarkan Maura mengikuti lomba. Dan hari ini Wisnu membantunya memegang Milea.
"Apakah kakak baik-baik saja ?" tanya Adam ketika melihat Mikha saling mengirimkan pesan dengan Millie.
"Sepertinya sih begitu " jawab Mikha sambil menyimpan ponselnya diatas nakas.
"Sampai kapan Millie akan berada disana Sayang? Abang harap Millie jangan terlalu lama.. karena Millie harus melanjutkan kuliahnya " Adam merengkuh tubuh Mikha kedalam pelukannya.
"Aku juga berharap begitu Sayang..Millie bilang sih cuma satu tahun..kita ambil hikmahnya saja.Dengan dia berada disana berarti dia berusaha belajar bertanggung jawab atas perbuatannya..Semoga kedepannya Millie menjadi lebih dewasa dan lebih bisa mengendalikan emosinya jika sedang marah " ujar Mikha.
"Iya Sayang " jawab Adam.
"Marvin juga setiap hari ngeluh..katanya ga ada kakak sepi..tidak ada teman berantem " ujar Mikha sambil tertawa.
"Dasar anak itu " Adam ikut terkekeh.
"Berarti hari ini Mile tidak kesini dong ?" tanya Adam.
"Tidak..padahal pagi-pagi aku sudah bikinin bubur susu " jawab Mikha.
"Kamu semangat banget bikinin makanan untuk bayi itu setiap hari " Adam menjawil dagu Mikha.
"Abisnya Mile itu lucu Yang..menggemaskan persis seperti Millie waktu bayi " jawab Mikha sambil mencubit kedua pipi Adam dengan gemas.
"Yang menggemaskan itu Mile atau Abang ?" tanya Adam.
"Dua-duanya " jawab Mikha.
"Kalau anak yang gedenya sudah pernah dibawa kesini belum sama kakak ?" tanya Adam sambil menyusupkan tangannya kebalik baju Mikha.
"Belum..kata Kakak anak yang gede itu judes banget " Mikha mengadu.
"Abang harap kakak bisa mengatasinya " ujar Adam sambil mengelus puncak dada Mikha dari balik baju yang Mikha kenakan.
"Iya Bang..aku harap juga begitu " jawab Mikha sambil menggigit bibir bawahnya ketika tangan Adam mulai bermain dibalik bajunya dengan nakal nya.
*
Setelah berkirim pesan kepada Mamihnya sambil mengelus punggung Mile tiba-tiba Millie merasa tenggorokannya kering. Perlahan Millie turun dari ranjang dan beranjak menuju dapur.
Millie melewati ruang keluarga dimana Wisnu sedang nonton tv sambil menyesap kopinya. Ketika Millie akan kembali ke kamarnya tiba-tiba Wisnu memanggilnya dan menyuruhnya duduk di depannya.Millie pun menurut.
"Nina..besok saya akan keluar kota selama satu minggu, Selama saya di luar kota ada sopir yang akan mengantar jemput Maura ke sekolah..jika ada keperluan kamu juga minta diantar sopir saja " ujar Wisnu.
"Baik pak " jawab Millie.
"Saya percaya kan anak-anak saya sama kamu " tambah Wisnu.
"Baik pak " jawab Millie lagi.
"Ya sudah..kamu boleh kembali ke kamar kamu " titah Wisnu.
Millie mengangguk kemudian ia pun kembali ke kamarnya dan bersiap untuk tidur. Millie harus menyiapkan energi untuk besok mengurus Maura dan Milea.
Pagi ini Maura yang sudah siap dengan seragam sekolahnya dan sedang sarapan terus cemberut karena tidak sempat bertemu dengan Daddy nya sebelum pergi ke luar kota.
__ADS_1
"Kakak ayo habiskan sarapannya nanti sekolahnya kesiangan " Millie mengingatkan Maura yang makan dengan malas.
"Kenapa Daddy pergi tidak bangunkan aku ?" tanya Maura.
"Daddy tidak ingin ganggu kakak Maura karena perginya sesudah subuh " jawab Millie.
Maura kembali melanjutkan makannya sambil cemberut. Millie hanya tersenyum melihat tingkah gadis kecil itu yang menurutnya lucu meskipun judes.
Selagi Maura sarapan Millie memasukan kotak bekal dan Tumbler Maura kedalam tasnya.
"Selamat belajar ya kakak Maura " ucap Millie ketika mengantarkan gadis kecil itu kedalam mobil. Bukannya menjawab Maura malah melengos sambil menutup kaca mobil.
Setelah urusan Maura beres, kini perhatian Millie tertuju pada Milea yang masih terlelap diatas ranjangnya.
"Kamu lebih manis dibanding kakak kamu " bisik Millie sambil mencium pipi bulat Milea dengan gemas.
Karena Milea masih tertidur pulas akhirnya Millie pun memilih melanjutkan tidurnya sambil memeluk bayi cantik itu.
Satu jam kemudian suara rengekan Milea membangunkan Millie dari tidurnya. Millie tertawa begitu membuka matanya ia mendapati Mile sedang menarik-narik bajunya.
"Selamat pagi cantik " sapa Millie sambil mencium pipi gembul Mile.
Mendapat ciuman selamat pagi dari Millie bayi mungil yang sudah bisa duduk dan merangkak itu mulai mengeluarkan suara berceloteh khas bayi.
"Kita mandi yuk biar cantik dan wangi..sudah itu kita ke rumah Mamih " Millie bangun kemudian mengangkat tubuh bayi montok itu dan membawanya ke kamar mandi untuk dimandikan.
Setelah Milea mandi kini gantian giliran Millie yang mandi.Selagi Millie mandi ia meletakan Milea yang sudah cantik dan wangi di dalam box bayinya agar tidak terjatuh.Pagi itu Millie kembali membawa baby Mile ke rumahnya dengan menggunakan taxi.
Mikha seperti biasa langsung mengambil bayi gembul itu dari tangan Millie begitu mereka tiba di rumah.
"Dedek kita makan dulu sama Mamih..hari ini Mamih bikin bubur sayuran..biar Mile tambah sehat " Oceh Mikha sambil mulai menyuapi Milea makan.
"Kamu kan sudah besar kak..bisa ambil sendiri" jawab Mikha.
Karena lapar Millie pun mengambil makan sendiri di meja makan.
"Hari ini Ayahnya Mile keluar kota selama seminggu..jadi aku sedikit repot harus ngurus dua anak..yang agak ngerepotin sih kakaknya " oceh Millie sambil makan.
"Jangan digalakin kak..harus sabar..namanya juga anak kecil " nasehat Mikha.
"Iya Mih " jawab Millie.
"Sekali-kali ajak juga kakaknya kesini..Mamih jadi penasaran pengen ketemu sama anak itu " ujar Mikha.
"Ya tidak mungkin diajak kesini dong Mih..bisa ngadu dia sama bapaknya " jawab Millie.
"Oh iya " jawab Mikha.
Meskipun hanya beberapa jam berada di rumah namun Millie merasa sangat terbantu oleh Mamihnya dalam mengurus Milea, terutama masalah asupan gizi untuk bayi gembul itu. Mamihnya benar-benar sangat memperhatikan makanan untuk Milea.
Mendekati waktu Maura pulang sekolah Millie pun bersiap untuk pulang.Millie tidak mau sampai Maura pulang sekolah ia tidak ada di rumah. Millie tidak ingin sampai Maura mengadu kepada ayahnya.
"Kakak bagaimana tadi di sekolahnya ?" tanya Millie ketika bocah SD itu pulang sekolah.
"Bagaimana apa maksudnya ?" tanya Maura judes.
"Maksud kakak apakah lancar belajarnya " jawab Millie.
"Lancar " jawab Maura sambil masuk ke kamarnya dan langsung menutup pintunya tepat di depan wajah Millie.
__ADS_1
Millie berusaha bersabar sambil mengusap dadanya.
"Kakak..kalau sudah ganti baju langsung makan ya " Millie mengetuk pintu kamar Maura.
"Kakaak..ditunggu ya di ruang makan "
karena tidak ada jawaban Millie kembali memanggil Maura.
"Iya " akhirnya gadis kecil itu menjawab dari dalam kamar.
"Sabar..sabar " gumam Millie sambil mengusap dadanya.
Setelah cukup lama menunggu akhirnya Maura pun keluar dari kamar sudah mengenakan baju rumahan.
"Kakak Nina..aku ada tugas sekolah..besok harus membawa alat lukis ke sekolah " ujar Maura sambil mengunyah makanannya.
"Kalau begitu nanti sore kita beli " jawab Millie.
Maura mengangguk.
"Sudah makan kakak Maura langsung tidur ya " ucap Millie.. lagi-lagi Maura mengangguk.
Sorenya Millie menepati janjinya mengantar Maura ke sebuah toko alat lukis. Millie membelikan semua kebutuhan sekolah Maura .
Setelah mendapatkan semua yang dibutuhkan Maura, Millie mengajak Maura ke sebuah pusat permainan.
Karena tidak mungkin menemani Maura bermain sambil menggendong Milea akhirnya Millie meminta bantuan Marvin untuk menemani Maura bermain.
"Ini adiknya kakak Nina..namanya kak Marvin " Millie mengenalkan Marvin kepada Maura.
"Maura mau main apa..kakak temani " Marvin menuntun Maura untuk mencoba semua permainan yang ada disana. Millie tersenyum ketika melihat Maura yang cepat akrab dengan Marvin adiknya.
Millie duduk disebuah bangku sambil mengawasi Maura dan Marvin yang sibuk mencoba semua permainan yang ada disana sambil menggendong Milea yang tertidur.
Setelah lelah bermain mereka pun makan disebuah gerai ayam goreng kesukaan Maura.
Millie tersenyum melihat Maura dan Marvin yang balapan menghabiskan satu mangkuk ayam goreng.
"Kakak ambilnya satu-satu..tidak boleh curang " Maura protes ketika Marvin mengambil beberapa ayam goreng ditangannya.
"Baiklah " Marvin akhirnya mengikuti aturan main yang dibuat oleh Maura.
Maura yang sangat menyukai ayam goreng akhirnya bisa mengalahkan Marvin.Maura tertawa senang ketika ia telah berhasil mengalahkan Marvin.
Sebelum magrib Millie dan Marvin pun berpisah.Marvin yang hendak pergi tiba-tiba menoleh ketika Maura memanggilnya.
"Kakak Marvin nanti kita main lagi ya " ucap Maura.
"Oke cantik " jawab Marvin sebelum berlalu ke tempat parkiran.
"Kakak Nina..kakak Marvin rumahnya dimana ?" tanya Maura setelah mereka masuk kedalam mobil.
"Masih di Jakarta juga " jawab Millie
"Aku nanti ingin main lagi sama kakak Marvin.. kalau sama Daddy tidak bisa karena Daddy nya sibuk kerja " ucap Maura.
"Iya nanti kita janjian lagi sama kakak Marvin " jawab Millie.
Millie tersenyum dikulum, sepertinya kedepannya Millie akan memanfaatkan adiknya untuk mengambil hati si judes Maura.
__ADS_1