
Memasuki usia kehamilan ke 4 bulan Millie dan Wisnu mengadakan acara syukuran 4 bulanan di rumah mereka.
Ibu dan Bapak sudah datang dari Bandung dua hari sebelumnya. Begitu juga dengan Arin dan Seno juga kedua putri mereka.
Acara syukuran 4 bulan kehamilan Millie diisi dengan acara pengajian setelah Dzuhur.
Sebelum acara pengajian dimulai Wisnu dan Millie dibuat repot karena si Gemoy yang menolak untuk mandi.
"Dedek tidak mau mandi " si Gemoy menangis menolak ketika dibujuk untuk mandi.
"Dedek kalau tidak mandi nanti badannya tidak wangi " bujuk Wisnu.
Setelah semua tidak ada yang berhasil membujuk akhirnya si Gemoy baru mau mandi setelah Adam turun tangan ikut membujuk.
"Mandinya cama Mamih saja " si Gemoy memilih mandi dengan Mikha.
"Iya mandinya sama Mamih " Mikha menuntun tubuh mungil itu ke kamar mandi.
"Cama Papih jugaaaa " pinta si Gemoy.
"Iya sama Papih juga " Adam mengikuti Mikha dan si Gemoy ke kamar mandi.
Setelah Dzuhur acara pengajian pun dimulai. Si Gemoy tampak anteng duduk dalam pangkuan Wisnu, sementara Maura duduk didekat Millie.
Sampai acara pengajian selesai si Gemoy tampak terkantuk-kantuk dalam pangkuan Wisnu.
Ketika para tamu sudah mulai pulang Wisnu pun membawa si Gemoy untuk ditidurkan.
Setelah menidurkan si Gemoy Wisnu kembali bergabung dengan keluarga besarnya.
Wisnu,Adam, Seno dan Bapak memilih mengobrol di teras belakang sambil menikmati kopi dan beberapa kudapan.
Sedangkan Marvin dan Maura juga kedua putri Arin memilih membuat permainan di ruangan keluarga.
Mikha dan Arin beberapa kali memarahi mereka karena tertawa sangat kencang.
"Jangan berisik..nanti si Gemoy bangun " omel Arin.
Meski sudah beberapa kali diperingati mereka terus saja tertawa kencang dan cekikikan. Entah apa yang sedang mereka lakukan. Karena bosan akhirnya Arin pun membiarkan dan berhenti ngomel-ngomel.
__ADS_1
Setelah magrib semua pulang kecuali Marvin dan kedua anak Arin. Mereka memutuskan menginap karena Maura melarang mereka pulang.
Malam itu Maura tidur bersama kedua putri Arin, sedangkan Marvin dan Wisnu bermain PlayStation di ruang keluarga.
"Sudah malam kalian tidak mengantuk ?" tanya Bapak kepada Wisnu dan Marvin.
"Mereka kalau main suka lupa waktu Pak " ucap Millie.
Wisnu hanya menoleh sebentar kemudian melanjutkan bermain.
Setelah jam 9 malam Bapak dan Ibu masuk ke kamar untuk beristirahat begitu juga dengan Millie. Tinggallah Wisnu dan Marvin yang masih asik bermain.
Setelah lewat tengah malam barulah kedua pria tampan itu mengakhiri permainan dan merekapun kembali ke kamar masing-masing.
Millie yang sudah tertidur kembali membuka matanya ketika merasakan permukaan kasur empuknya bergerak karena Wisnu yang baru naik kesana.
"Sudah selesai mainnya?..tidak sekalian sampai pagi ?" sindir Millie.
"Main sama adiknya sudah..sekarang giliran ngajak main kakaknya " jawab Wisnu sambil mendekap tubuh Millie dan melu mat bibir nya lembut.
Meskipun sudah mengantuk namun Millie berusaha membalasnya dengan balik melu mat dan menggigit bibir Wisnu.
"Habisnya gemas " jawab Millie.
Wisnu kembali mengaduh ketika kini giliran lehernya yang Millie gigit.
"Ampun sayang sakit " Wisnu meringis sambil mengusap lehernya.
"Kamu kalau sedang tidak ingin main bilang saja..jangan jadi galak begini " Wisnu menjauh dari Millie.
Seperti nya malam ini Millie memang sedang tidak ingin di ganggu.
Mendapati Wisnu yang menjauh Millie malah menggeser tubuhnya merapat kearah Wisnu.
"Oke kita teruskan..tapi janji jangan gigit " pinta Wisnu.
"Iya..janji " jawab Millie.
Meski sudah berjanji tidak akan menggigit, namun keesokannya Wisnu mendapati ada banyak luka bekas gigitan di sekujur tubuhnya. Wisnu tidak mengerti apakah karena perubahan hormon kehamilan yang menyebabkan istrinya itu jadi galak seperti kucing liar yang suka menggigit.
__ADS_1
*
Menginjak usia kehamilan ke 7 bulan Millie sudah tidak masuk kantor karena Adam melarangnya.
Millie menjadi memiliki waktu lebih banyak bersama kedua buah hatinya dan lebih fokus pada kehamilannya.
Karena Millie yang selalu ada di rumah membuat Milea menjadi lebih manja kepada Millie dan penyakit malas mandinya masih belum hilang juga.
Setiap pagi Millie harus membujuk dengan segala cara agar gadis cantik berpipi montok itu mau mandi. Si Gemoy baru mau mandi jika diancam akan dilaporkan kepada Adam.
Untuk menyambut kelahiran si jabang bayi, Wisnu dan Millie pun mulai mempersiapkan kamar bayi beserta semua perlengkapannya.
Pada saat belanja baju-baju bayi Maura dan si Gemoy ikut sibuk memilihkannya untuk adik mereka.
"Mommy dedeknya laki-laki atau perempuan ?" tanya Maura. Rupanya gadis kecil itu sudah dapat membedakan warna yang cocok untuk laki-laki dan perempuan.
"Laki-laki kak " jawab Millie.
"Oh berarti jangan ambil yang warna merah muda " Maura menyimpan kembali baju pilihannya yang berwarna merah muda kedalam rak baju.
Millie dan Wisnu hanya tersenyum. Jika diawal Maura yang bersikeras tidak ingin punya adik namun pada kenyataannya justru anak itu sangat bersemangat menyambut kelahiran calon adiknya. Berbeda dengan si Gemoy yang masih belum mengerti dan bertingkah semakin manja kepada Mommy dan Daddy nya. Bahkan setiap malam Wisnu harus rela tidur di sofa karena si Gemoy tidak memperbolehkan Wisnu tidur dengan Millie.
"Tega banget sih dek Daddy disuruh tidur di sofa terus " keluh Wisnu sambil menciumi pipi si Gemoy yang sudah tertidur sambil memeluk Millie.
"Si dedek sedang ngerjain Daddy nya lewat kakak Mile " ucap Millie sambil tertawa.
"Kalian itu sengaja ya ngerjain Mas..kamu juga waktu diajak main pake suka gigit sekarang..kalian senang ya bikin Mas sengsara " keluh Wisnu sambil mulai membaringkan tubuhnya diatas sofa.
Ketika malam semakin larut dan si Gemoy sudah semakin pulas, perlahan Wisnu mengendap naik keatas ranjang dan membaringkan tubuhnya disana bersama Millie dan si Gemoy. Disana Wisnu pun melanjutkan tidurnya sambil mendekap Millie dan si Gemoy dengan satu tangannya.
Dalam keadaan tertidur si Gemoy pun balik memeluk tubuh Daddynya dengan erat.
Namun ketika pagi menjelang si Gemoy langsung ngambek begitu menyadari jika Wisnu tidur bersamanya.
"Daddy sanaaaa.." Si Gemoy mengusir Wisnu dari atas kasur.
"Iya Sayang Daddy pindah tidurnya ke sofa lagi " Wisnu pun kembali pindah ke sofa dan melanjutkan tidurnya disana.
Rencananya Author akan mengangkat kisah Maura dan Marvin. Sebaiknya mau lanjut disini atau judul terpisah ?
__ADS_1
Silahkan kasih masukannya🙏