My Baby Sitter

My Baby Sitter
Season 2 # Banyak Anak Banyak Rejeki


__ADS_3

Setelah aksi pembalasan selesai mereka pun membersihkan diri di kamar mandi kemudian bersiap untuk menyusul ke rumah Oma dan Opa nya dimana semua keluarga sedang berkumpul. Wisnu dan Millie pergi bersama Marvin yang baru pulang dari rumah temannya.


"Mommy..Daddy.." Maura dan si Gemoy sangat senang melihat Mommy dan Daddy nya menyusul.


"Pengantin baru sudah isi belum ?" tanya Arin sambil mengusap perut rata Millie.


"Doakan saja Aunty " jawab Wisnu


Millie hanya menunduk menyembunyikan rasa bersalah yang tiba-tiba datang karena telah meminum pil penunda kehamilan tanpa seijin Wisnu.


"Kakak mau punya adik tidak ?" tanya Mikha kepada Maura.


"Tidak..kan sudah ada dedek Mile " jawab Maura.


"Kan dedek laki-laki belum punya " Adam mengelus kepala Maura.


"Sepertinya Abang pengen punya cucu laki-laki nih " seloroh Arin


"Gaspol Nu..Papih ingin cucu laki-laki tuh " Seno menepuk bahu Wisnu sambil tertawa


"Siap Om " jawab Wisnu sambil tersenyum. Millie hanya melengos.


Melihat anak cucu dan cicitnya berkumpul, Mama dan Papa tampak bahagia.


Wisnu dan Marvin memanfaatkan waktu berkumpul keluarga dengan bermain gitar.


Millie dan kedua anak Arin bernyanyi sedangkan Maura dan si Gemoy asik berjoget.


Melihat Maura dan si Gemoy berjoget dengan lincah, Adam mengeluarkan beberapa lembar uang berwarna merah untuk memberikan saweran kepada kedua bocah itu.


"Daddy aku dikasih uang sama Papih " Maura berjingkrak-jingkrak kegirangan, sementara Milea tampak bengong tidak mengerti dengan uang ditangannya.


"Om Seno ga ikut nyawer nih ?" sindir Millie kepada Seno yang sedang sibuk merekam kedua bocah itu berjoget sambil melambai-lambai kan uang dari Adam.


"Hadeuuh..kamu itu kak..sudah banyak uang juga masih minta disawer " cibir Seno sambil mengambil dompetnya dan memberikan dua lembar uang kertas berwarna merah kepada Maura dan Milea.


Setelah mendapatkan saweran dari Adam dan Seno tiba-tiba Milea menghampiri Millie.


"Gemoy pinter banget sudah dapat uang berhenti jogetnya " Mikha tertawa melihat Milea.


"Mommy..jajan " ucapnya sambil memperlihatkan uang miliknya.


"Ini sudah malam Sayang..besok ya " bujuk Millie. si Gemoy mengangguk kemudian naik keatas pangkuan Millie.


Dipangkuan Millie bocah itu terlihat beberapa kali menguap dan tidak lama kemudian Milea pun tertidur dalam pangkuan Millie.


"Kak bobo yuk sudah malam " ajak Millie sambil membawa Milea ke kamarnya.


"Iya Mom " Maura mengikuti Millie dari belakang sambil mengibarkan uang miliknya.


Millie menidurkan Milea di atas ranjang kemudian Maura pun berbaring disebelah adiknya.

__ADS_1


"Mommy titip ya..nanti aku mau masukin celengan di rumah " Maura memberikan uang miliknya kepada Millie.


"Iya Sayang " jawab Millie. Setelah menitipkan uangnya Maura pun tertidur disebelah adiknya yang sudah lebih dulu tertidur pulas.


Satu jam kemudian Wisnu pun menyusul mereka ke kamar.Karena kasur mereka sudah dikuasai oleh Maura dan Milea, akhirnya Wisnu dan Millie pun tidur dengan menggelar kasur lipat di bawah.


Dalam keadaan berbaring Wisnu mempermainkan rambut Millie yang tergerai didadanya.


"Sayang kamu pasti lelah ya mengurus suami dan dua anak ?" tanya Wisnu.


"Kalau ngurus anak-anak ga terlalu direpotkan karena kan ada pengasuh, selain itu ada Mamih dan Papih yang bantuin. Yang repot itu ngurus Daddy nya..gede maunya bikin kewalahan " jawab Millie sambil membuat pola sembarang didada Wisnu dengan jarinya.


"Kamu juga sekarang sudah pintar.. tadi sore juga kamu bikin Mas kewalahan " ujar Wisnu sambil tertawa.


"Belajar dimana hmm ?" tanya Wisnu.


"Aku lihat di YouTube " jawab Millie jujur.


"Sering-sering begitu ya Sayang..Mas suka " bisik Wisnu.


"Iya..nanti bukan hanya tangan kamu yang aku ikat, tapi leher kamu juga " jawab Millie sambil mencengkram leher Wisnu.


"Masih pengantin baru sudah ingin jadi janda ya " ujar Wisnu sambil mencubit hidung Millie.


"Jadi janda itu tidak enak loh Mom.. tiap malam tidak ada yang ngajak gulat " bisik Wisnu.


"Itu saja yang ada diotak Mas Wisnu " cibir Millie.Wisnu tertawa.


Keesokannya Wisnu dan Millie pamit pulang lebih dulu karena mereka akan langsung pergi ke Bandung untuk mengunjungi rumah orangtua Wisnu.


Sejak Millie dan Wisnu menikah beberapa bulan yang lalu mereka memang belum sempat pulang ke Bandung.


Sepanjang perjalanan Maura sibuk mengoceh begitu juga Mile yang mulai pandai bicara.


Millie dan Wisnu dengan sabar meladeni ocehan kedua buah hatinya itu.


"Mommy..Papih bilang seharusnya kakak panggil kak Marvin itu om, apakah benar Mom ?" tanya Maura.


"Iya Sayang..kakak sama dedek seharusnya memanggil om Marvin bukan kak Marvin " jawab Millie.


"Baiklah..nanti kalau ketemu lagi kakak akan panggil om Marvin " ujar Maura.


"Om Avin ?" tanya Mile


"Iya cantik " jawab Millie.


"Kalau ini om Wisnu " Millie menunjuk pada Wisnu yang sedang fokus mengemudi.


"Bukan om..Daddy moom " Maura langsung protes.


"Iya Sayang..mommy becanda biar Daddy tidak ngantuk nyupirnya " ujar Millie.

__ADS_1


Setelah menempuh beberapa jam perjalanan mereka pun sampai di rumah orangtua Wisnu.


Begitu sampai Maura langsung turun dari mobil dan berlari menghambur kearah pelukan Ibu dan Bapak yang sedang berdiri di teras menyambut kedatangan mereka.


"Nu.. anak-anak dikasih makan apa pipinya jadi bulat begini ?" tanya ibu sambil mengusap pipi Milea yang tertidur dalam gendongan Wisnu.


"Aku tidak tau Bu..coba saja tanya sama menantu ibu itu " jawab Wisnu sambil membawa Milea ke kamarnya.


Setelah menidurkan Milea dan menurunkan semua barang bawaan mereka dari mobil mereka pun berkumpul di ruang keluarga.


Ibu dan Bapak mendengarkan Maura yang terus mengoceh menceritakan perjalanan mereka dari Bandung ke Jakarta.


Ibu dan Bapak terlihat bahagia melihat anak menantu dan cucu mereka terlihat sehat.


"Ternyata bukan hanya anak-anak yang gemukan, kamu juga Nu " Ibu menatap putranya yang duduk disebelah Millie.


"Kan sekarang sudah ada yang ngurus Bu " ujar Bapak.


"Iya Bu naik dua kilo..tapi sayangnya aku belum bisa bikin menantu Ibu gendut perutnya " jawab Wisnu sambil tertawa.


"Ya usaha dong..mumpung masih muda tenaga masih kuat " nasehat Bapak.


"Setiap hari juga usaha dan berdoa, tinggal menunggu hasilnya " jawab Wisnu.


"Moga-moga segera dapat cucu laki-laki biar lengkap " Bapak mengutarakan harapannya.


"Aamiin " jawab Wisnu.


Mendengar semua membicarakan cucu laki-laki Maura terlihat langsung cemberut.


"Aku tidak mau punya adik " ucap Maura ketus.


"Kenapa tidak mau punya adik ?" tanya Ibu lembut.


"Kalau Mommy punya bayi nanti aku sama dedek tidak akan disayang lagi. Nanti Mommy sibuk mengurus dedek bayi " jawab Maura dengan mata mulai berkaca-kaca.


"Ya ampuun kakak..Mommy tidak akan seperti itu " Millie buru-buru memeluk Maura.


"Belum hamil saja sudah begini apalagi kalau aku beneran hamil " ujar Millie.


"Wisnu juga dulu begitu kak..waktu ibu hamil dia ngambek tidak mau punya adik, eh pas ibu melahirkan dan bayinya meninggal dia menangis kejer " ujar Bapak.


"Oh jadi Mas Wisnu sempat punya adik ?" tanya Millie.


"Iya perempuan..meninggal beberapa jam setelah dilahirkan " jawab Ibu.


"Sudah itu ibu tidak pernah hamil lagi sampai sekarang dan Mas jadi anak tunggal..makanya Mas punya cita-cita ingin punya banyak anak biar rumah rame " ujar Wisnu.


"Haaah..punya anak banyak ??" Millie langsung melongo.


"Iya Sayang..kan ada pepatah banyak anak banyak rejeki " jawab Wisnu yang langsung disambut tangis Maura yang semakin kencang.

__ADS_1


__ADS_2