My Baby Sitter

My Baby Sitter
Pamer kemesraan didepan Mantan


__ADS_3

Sejak Adam kembali ia kini mulai disibukkan dengan urusan pekerjaan. Selama ia pergi ada beberapa proyek yang tidak berjalan sesuai yang diharapkan. Kini Adam harus bekerja keras untuk menebus semua proyek yang tertunda karena ulahnya.


Saking sibuknya weekend ini Adam tidak sempat pulang ke Bandung. Ia menyuruh sopir kantor menjemput Mikha dan Millie ke Bandung.


Mikha sempat protes ketika sopir yang menjemputnya tidak mengantarkan mereka ke apartemen yang dulu Adam tinggali. Melainkan ke sebuah apartemen lain yang ukurannya lebih besar.


"Sudah lama Bapak tinggal disini Bu " jawabnya.


Terlalu banyak masalah dalam rumahtangga nya membuat Mikha tidak tau jika Adam pindah dari apartemen yang lama demi untuk menghindari Cintya.


Mikha dibuat terkagum-kagum melihat salahsatu sudut di apartemen baru Adam yang dipenuhi oleh photo-photo dirinya dan Millie.


Karena Mikha dan Millie datang ke Jakarta, Arin pun memutuskan untuk tidak pulang ke Bandung. Ia memilih menemani keponakan cantiknya di apartemen Adam yang baru.


"Abang sedang sibuk banget ya Rin ?" tanya Mikha.


"Iya..sejak Abang kabur ada dua proyek yang molor pengerjaan nya.. sekarang Abang sedang kejar target untuk menyelesaikan nya " jawab Arin.


"Kasian Abang..ini gara-gara wanita itu " Mikha tampak geram.


Namun satu sisi Mikha juga merasa menyesal. Jika saja ia mau percaya pada suaminya tentu saja masalahnya tidak akan serumit ini.Dan Adam tidak akan kabur meninggalkan semua pekerjaan nya.


"Sekarang Abang kemana..kok kamu sudah pulang sedangkan Abang belum ?"


"Abang masih ada meeting.. dia nyuruh aku kesini nemenin kamu sama Millie " jawab Arin.


Sambil menunggu kepulangan Adam, Mikha berinisiatif untuk membuat makanan. Kebetulan didalam kulkas penuh dengan bahan makanan.


"Kha..boleh tidak aku ajak Seno kesini.. kebetulan dia sedang ada kerjaan disini " Arin yang sedang menggendong Millie tiba-tiba datang menghampiri Mikha.


"Ya boleh dong..masa tidak boleh " jawab Mikha


"Takutnya kamu nanti cemburu lihat aku sama mantan pacar kamu " sindir Arin.


"Masa cemburu sih.." Mikha melempar satu butir bawang kearah Arin.


"Ya sudah aku suruh dia kesini sekarang..Millie mau ice cream tidak ? biar aunty suruh om Seno beli " tanya Arin kepada Millie.


"Mau ec cim ..aiin " Millie yang belum bisa menyebut aunty masih memanggil dengan sebutan Arin.


Tidak lama kemudian Seno datang dengan membawa satu kantung besar jajanan untuk Millie.


"Om ..ec cim.." Millie langsung memburu kearah Seno.


"Nanti om kasih tapi cium dulu " Seno menunjuk pipinya.


Millie pun naik keatas pangkuan Seno dan mencium pipi kanan dan kiri Seno bergantian.


"Rasanya sama ga dengan ibunya ?" tanya Arin.


"Apaan sih kamu.. cemburu sama masa lalu " Seno memiting kepala Arin dan menciumnya dihadapan Millie.


"Ekhemm..kalau mau pacaran jangan didepan Millie " omel Mikha dari dapur.


Seno buru-buru melepaskan Arin. Arin tertawa sambil merapikan rambutnya. Sementara Millie langsung anteng menikmati ice cream nya diatas pangkuan Seno.


Selagi Millie anteng bersama Seno, Arin membantu Mikha menyiapkan makanan di meja makan.


Begitu makanan siap tidak lama kemudian Adam pulang. Adam tampak kaget ketika mendapati Seno ada di apartemen nya.


"Kenapa tidak bilang kalau ada Seno disini ?" bisik Adam.

__ADS_1


"A..aku tadi sedang sibuk masak, jadi tidak sempat kasih tau Abang " jawab Mikha.


Mikha menatap wajah Adam yang sedikit masam. Mikha yakin itu diakibatkan oleh kehadiran Seno bukan karena lelah oleh pekerjaan kantor.


"Jangan bilang Abang cemburu sama calon adik ipar sendiri " bisik Mikha sambil mencubit perut Adam.


Adam tidak menjawab, ia hanya meringis sambil mencoba melepaskan jepitan tangan Mikha diperutnya.


"Semakin kesini kamu itu semakin galak sama Abang " keluh Adam.


"Memang Abang itu harus sering digalakin..biar waras " jawab Mikha santai.


"Terserah kamu lah " jawab Adam pasrah sambil beranjak ke kamarnya.


Setelah membersihkan diri dan mengganti bajunya dengan celana pendek dan kaos, Adam pun keluar dari kamar dan bergabung di meja makan.


"Ini siapa yang masak ?" tanya Adam


"Aku " jawab Mikha


"Emang bisa ?" tanya Adam sambil mencium leher Mikha dari belakang.


"Eh buset..main sosor saja. Ga bisa ya Bang nyosor nya nanti dikamar saja " Arin langsung melempar serbet makan kearah Abangnya.


"Aiiin..no..no.." Millie langsung marah ketika melihat Arin melempar Papihnya dengan serbet.


"Aunty Arin nakal ya dek " Adam mengusap kepala Millie penuh sayang.


Seno tampak menunduk, ia merasa sedikit iri melihat kemesraan antara calon kakak iparnya dan mantan kekasihnya.


Seno dan Arin tidak menyadari jika diam-diam dibawah meja Mikha mencubit paha Adam. Mikha tau jika Adam memang sengaja pamer kemesraan didepan Seno.


Selama mereka makan, Seno mengutarakan niatnya untuk segera melamar Arin. Adam dan Mikha tentu saja sangat mendukung niat baik Seno itu.


Arin yang sudah kebal terlihat biasa saja mendapat ledekan dari Mikha, berbeda dengan Seno yang tampak tersipu dengan wajah sedikit merah.


"Nanti Abang bantu bilang ke Papa..tinggal kamu kasih tau saja kapan Keluarga kamu akan datang untuk menentukan tanggal pernikahan nya " ujar Adam.


"Iya Bang " jawab Seno lega.


Meskipun sempat terlibat baku hantam, namun ternyata Adam orangnya baik..pantas saja dulu Mikha menolak ikut kabur dengannya dan memilih menikah dengan Adam.


Seno sempat prihatin ketika rumah tangga Mikha diguncang prahara beberapa waktu yang lalu.Namun jika melihat sekarang bagaimana Adam memperlakukan Mikha Seno yakin jika Adam lah orang yang bisa membuat mantan kekasihnya itu bahagia, bukan dirinya.


Selesai makan Seno dan Arin menemani Millie bermain di depan tv, sementara Mikha sibuk di dapur bersama Adam. Seno sempat memergoki Adam tengah menyosor Mikha di dapur.


Waktu hampir jam 11 malam ketika Seno pamit pulang ke hotel. Selama beberapa hari ini ia memang menginap di hotel sampai semua urusannya selesai. Sedangkan Arin memilih menginap di apartemen Adam karena masih rindu dengan keponakan cantiknya.


Sambil menidurkan Millie Arin dan Mikha tampak serius membicarakan konsep pernikahan impian Arin.


Arin tampak nyaman membicarakan semuanya dengan Mikha karena selain Mikha adalah kakak iparnya, Mikha juga sahabat kecilnya yang tau betul karakter dan selera Arin.


Mikha dan Arin baru berhenti mengobrol ketika Adam masuk dan mengusir Arin dari kamarnya.


"Tidur sana dikamar kamu..Abang ngantuk mau tidur ' Adam mengusir Arin.


"Ih Abang ngobrolnya belum selesai tau..Abang saja yang tidur dikamar aku " Arin malah balik mengusir Adam.


"Enak saja..kamu pikir Abang nyuruh sopir jemput Mikha kesini itu untuk nemenin kamu tidur ?" Adam menyentil kening Arin yang masih enggan beranjak dari ranjangnya.


"Huh dasar..aku juga tau Abang mau ngapain sama Mikha " sungut Arin sambil turun dari ranjang Adam.

__ADS_1


"Anak kecil tau apa " ledek Adam


"Ya tau dong..mau bikin adiknya Millie kan " jawab Arin.


"Itu kamu tau " jawab Adam sambil menutup pintu kamar dan menguncinya dari dalam.


Mikha hanya tersenyum melihat perdebatan adik Kakak itu.


Setelah mengunci pintu kamar Adam menghampiri Mikha yang tengah tertawa melihat dirinya mengusir Arin.


"Kenapa ketawa ?" tanya Adam


"Lucu saja lihat adik dan kakak berdebat " jawab Mikha.


"Kalau tidak diusir nanti dia pasti ngelunjak minta tidur sama kamu " ujar Adam sambil naik keatas ranjang.


"Aku tidak keberatan tidur sama Arin " jawab Mikha.


"Kamu tidak keberatan..Abang yang keberatan " ujar Adam sambil naik keatas tubuh Mikha. Bibir Adam langsung menerkam bibir Mikha sehingga wanita itu tidak sempat protes apalagi menolak.


Mikha tampak pasrah ketika Adam ******* habis bibirnya.Terbiasa hidup diluar negri membuat Adam begitu pintar melambungkan Mikha kelangit ketujuh.Jam terbangnya yang cukup tinggi berbanding terbalik dengan Mikha yang masih amatiran.


"Abang sudah..akunya lelah " menjelang dinihari akhirnya Mikha melambaikan bendera putih.


"Makanya olahraga " Adam terkekeh diatas tubuh Mikha yang tidak berdaya.


"Abang tidak minum obat kuat kan ?" tanya Mikha diantara deru napasnya yang tidak beraturan karena Adam masih bergerak lincah diatas tubuhnya.


"Ngaco kamu " jawab Adam sambil terus memaju mundur kan tubuhnya diantara kedua paha Mikha.Tidak lama kemudian tubuh keduanya terhentak dan tidak lama kemudian tubuh Adam pun ambruk diatas tubuh Mikha.


"Turun ah berat..akunya cape " Mikha langsung mendorong tubuh Adam kemudian menarik selimutnya sampai ke dada bersiap untuk tidur.


Adam tertawa sambil menarik tubuh Mikha kedalam pelukannya. Adam pun tidur sambil memeluk tubuh polos istrinya.


Keesokannya Mikha yang semalam kelelahan akhirnya bangun kesiangan. Begitu terbangun ia kaget karena tidak mendapati Millie dan Adam disampingnya.


"Abaang..Abaaang " Mikha berteriak-teriak memanggil Adam. Namun yang datang bukan Adam melainkan Arin dengan sepatula ditangannya.


"Apaan sih teriak-teriak ?" tanya Arin.


"Abang sama Millie mana ?" tanya Mikha dari balik selimutnya.


"Abang sedang bawa Millie jalan-jalan ke taman depan " jawab Arin .


"Kenapa tidak bangunkan aku " Mikha turun dari ranjang kemudian memunguti bajunya yang berceceran di lantai.


Arin keluar dari kamar Mikha dengan mulut mengeluarkan sumpah serapah karena melihat Mikha bangun dalam keadaan telanjang bulat. Sudah dapat dibayangkan apa yang sudah Mikha dan Adam lakukan semalam.


"Dasar kakak ipar ga ada ahlak " sungut Arin sambil kembali beranjak menuju dapur.


Didapur ia bertemu dengan Adam yang sedang mengambil minum. Adam tampak kehausan setelah membawa Millie jalan-jalan di taman.


"Kenapa marah-marah " Adam mencomot bibir Arin.


"Sebel liat kelakuan istri Abang..masa bangun tidur dia telanjang didepan aku " Arin mengadu.


"Abang yang salah karena Abang yang buat dia telanjang semalam " Adam membela istrinya.


"Abaaang jijik ih.....dasar suami istri ga ada ahlak " Arin memukuli punggung Abang nya. Adam pun tertawa terbahak-bahak.


"Aiiin..kaciaan Abaaang " Millie langsung marah melihat Arin memukuli Papihnya.

__ADS_1


Arin yang awalnya kesal kepada Adam dan Mikha akhirnya tertawa mendengar Millie yang masih sering kelupaan memanggil Papihnya Abang.


__ADS_2