My Baby Sitter

My Baby Sitter
Naksir Saja Tidak Cukup Yang Penting Percaya


__ADS_3

Mendengar Martha sedang dekat dengan pria Mikha pun merasa sedikit lega. Meskipun hubungannya dengan Martha terhitung baik namun ia masih tetap curiga jika mereka masih berhubungan.


"Sekarang kamu percaya kan kalau Abang itu sudah tidak ada apa-apa dengan Martha..kami sekarang murni berteman " ujar Adam


"Bukannya dulu juga awalnya kalian berteman " sindir Mikha.


"Sayaaang..kapan sih kamu bisa percaya sama Abang " keluh Adam dengan wajah sedih.


Melihat Adam yang terlihat sedih Mikha pun menjadi iba.


"Iya aku percaya sama Abang " ujar Mikha sambil mengusap pipi Adam.


"Kenapa wajahnya masih sedih begitu ?" tanya Mikha karena ia tidak melihat adanya perubahan di wajah Adam meskipun ia mengaku sudah percaya pada Adam .


"Abang tau..kamu mengatakan itu tidak dari hati kamu " jawab Adam lirih sambil kembali melanjutkan pekerjaannya.


"Abang jangan marah-marah...nanti Abang lekas tua.." Mikha bersenandung sambil menyindir Adam yang masih terlihat cemberut.


"Kalau cemberut begini Abang jadi keliatan jelek, nanti aku tidak naksir lagi sama Abang" oceh Mikha sambil mencolek-colek pipi Adam.


"Naksir saja tidak cukup..yang penting itu percaya sama suami " gumam Adam.


"Kalau begitu buat aku percaya sama Abang " ucap Mikha sambil melingkarkan tangannya dileher Adam.Mikha pun mulai iseng mengendus-endus leher Adam.


Adam berusaha tidak terpancing dan tetap Fokus pada pekerjaan nya.Melihat Adam yang masih cemberut Mikha pun akhirnya memilih menyusul Millie ke ruangan Arin.


"Heh..mau kemana ?" Adam menahan pinggang Mikha agar tidak beranjak dari pangkuannya.


"Nyusul Millie " jawab Mikha.


"Siapa yang ngijinin kamu pergi " Adam melotot kearah Mikha.


"Abisnya Abangnya juga cemberut terus..males liatnya " jawab Mikha.


"Gimana Abang tidak cemberut kalau kamu selalu curiga dan tidak percaya sama Abang " Adam meletakan dagunya diceruk leher Mikha.


"Iya maaf " ujar Mikha.


"Sebentar lagi kerjaan Abang selesai kita pulang " Adam mencium bibir Mikha sekilas kemudian melanjutkan pekerjaannya yang hampir selesai.Mikha setia menunggui dalam pangkuan Adam.


Adam terkekeh ketika sesekali Mikha mengganggunya dengan menciumi seluruh wajah Adam, dan berakhir dengan menggigit dagunya.

__ADS_1


"Sudah selesai " gumam Adam sambil menutup laptopnya.Kini ia fokus kepada Mikha yang sedari tadi terus mengganggunya.


Tanpa diduga Adam langsung melahap bibir Mikha yang tadi begitu nakal mengendus-endus leher dan menggigit dagunya.Mikha pun menyambutnya dengan sepenuh hati.


"Pulang yuk !" ajak Adam setelah ia berhasil membuat bibir Mikha bengkak.


"Ayok " jawab Mikha sambil bangkit dari pangkuan Adam.


"Tunggu..bibir Abang ada lipstiknya " Mikha membersihkan bibir Adam dengan tisu.Setelah memastikan tidak ada noda lipstik di bibir Adam mereka pun menyusul Millie ke ruangan Arin di lantai 7.


Ketika sampai di ruangan kerja Arin, Adam dan Mikha dibuat terbelalak dengan keadaan ruangan kerja Arin yang seperti kapal pecah.


"Ariiin..kenapa berantakan begini ?" omel Adam


Mikha memunguti kertas yang berserakan di lantai dan bekas kemasan makanan diatas meja yang belum sempat dibuang.


"Ini kerjaan anak Abang tuh " Arin menunjuk kearah sofa dimana Millie sedang tertidur disana.


"Ya ampuun ini bajunya sampai belepotan ice cream gini "Adam memperhatikan Millie yang tertidur pulas diatas sofa.


"Makan ice cream nya tidak bisa diam jadi tumpah " jawab Arin.


"Iya Bang " jawab Arin.


"Aku dua hari lagi disini, kamu pulang ke apartemen Abang ya " ujar Mikha sambil keluar dari ruangan Arin mengikuti Adam yang sudah keluar sambil menggendong Millie


"Iya " jawab Arin.


"Kasian Arin tadi ga bisa kerja " Mikha tertawa begitu mereka sudah berada didalam mobil Adam.


"Abang baru tau kalau Millie bisa membuat kekacauan seperti itu " Adam ikut tertawa sambil mengusap pipi bulat Millie yang tertidur lelap dalam pangkuan Mikha.


Adam yang awalnya berniat ingin mengajak Mikha dan Millie makan siang di restoran langganannya akhirnya terpaksa mengurungkan niatnya karena Millie tidur. Ia tidak tega untuk membangunkan Millie.


Adam dan Mikha memutuskan makan siang di apartemen dan mereka berdua yang akan memasaknya.


Setelah sampai di apartemen, Mikha langsung menidurkan Millie di kamar. Setelah mengganti baju mereka pun bersiap untuk memasak di dapur.


Mikha menemukan jagung manis dan ayam di dalam kulkas.Akhirnya mereka memutuskan memasak sup ayam dan perkedel jagung.


"Abang..itu perkedelnya dibalik nanti gosong " Mikha mengingatkan Adam yang malah sibuk menciumi bahu Mikha padahal ia sedang menggoreng prekedel.

__ADS_1


"Ga akan..orang baru dibalik " jawab Adam santai.


Adam baru menjauh dari Mikha ketika istrinya itu mengupas bawang merah untuk dibuat bawang goreng pelengkap sup ayam yang mereka buat.


"Sini kalau mau peluk-peluk lagi " tantang Mikha sambil mengacungkan pisau dan bawang merah ditangannya.


"Tidak..tidak..peluknya nanti malam saja " jawab Adam kembali fokus pada prekedel di penggorengan.


Setelah semua masakan selesai, Adam dan Mikha pun makan siang berdua.Sementara Millie masih tertidur pulas di kamar.


"Rasanya beda ya Sayang makan sendiri sama dilayani istri " ujar Adam sambil mengunyah makanannya.


"Bedanya apa ?" tanya Mikha


"Lebih nikmat saja " jawab Adam.


Menjelang acara wisuda mereka pulang ke Bandung. Arin pun ikut pulang bersama mereka.


Rencananya setelah Mikha wisuda Mama akan mengadakan acara syukuran sekalian dengan kedatangan keluarga Seno yang akan menentukan tanggal pernikahan Arin dan Seno.


*


Sehari setelah acara wisuda Adam dan Mikha mengunjungi makam orangtua Mikha. Dihadapan pusara kedua mertuanya Adam melantunkan doa sekalian meminta ijin untuk membawa Mikha ke Jakarta.


Sorenya di rumah Mama diadakan acara syukuran dengan mengadakan pengajian yang dihadiri oleh tetangga terdekat.


Selama pengajian Millie tidak mau lepas dari Adam. Ia selalu mengikuti kemanapun Papih nya itu pergi.Sepertinya Millie tidak mau jauh lagi setelah beberapa hari mereka selalu berkumpul selama di Jakarta.


Bahkan sampai selesai acara pengajian dan disambung dengan datangnya keluarga Seno Millie tidak mau turun dari gendongan Adam.


Beberapa kali bertemu Mikha, orangtua Seno masih terlihat malu karena dulu pernah menyalahkan Mikha atas kaburnya Seno dari perjodohan.Siapa sangka justru Mikha menikah dengan kakak ipar Seno.


Dari pertemuan dua keluarga akhirnya diputuskan jika pernikahan Seno dan Arin akan dilaksanakan tiga bulan lagi.Dan semua persiapan pernikahan akan mulai dilakukan dalam waktu dekat ini.


Selesai acara pertemuan dua keluarga, malam nya Adam membantu Mikha paking karena besok Adam akan memboyong Mikha dan Millie ke Jakarta.


Tidak banyak yang Mikha bawa hanya baju-baju nya dan Millie saja, itupun tidak semuanya karena di Jakarta Adam sudah mempersiapkan semua keperluan Mikha dan Millie.


Karena Mikha ikut dengan Adam ke Jakarta, Mikha mempercayakan urusan butik kepada asistennya dengan diawasi oleh Mama.


Meski berat akhirnya Mama dan Papa terpaksa merelakan Mikha dan Millie ikut Adam ke Jakarta karena memang sudah seharusnya mereka bersama setelah bertahun-tahun hidup terpisah.

__ADS_1


__ADS_2