
Setelah menidurkan Milea, Millie beranjak ke kamar Maura. Selama Wisnu di luar kota Millie merasa tidak tega membiarkan Maura belajar sendiri tanpa ada yang membimbingnya.
"Ada yang bisa kakak bantu ?" tanya Millie.
Sejenak Maura menatap ragu kepada Millie,namun sejurus kemudian gadis kecil itu mengangguk.
"Aku disuruh menghapal bacaan solat " ujar Maura lirih.
Millie mendekat kearah meja belajar Maura dan mulai mengajari bacaan solat wajib. Hanya dalam hitungan menit Maura yang cukup pintar sudah bisa hapal bacaan solat sampai rukuk.
"Kakak Maura pintar..cepat hapalnya " puji Millie.
"Besok kita lanjutkan bacaan Itidal sampai sujud " sambung Millie.
"Iya kak " Jawab Maura.
"Sekarang kakak Maura tidur..biar besok tidak kesiangan ke sekolahnya " titah Millie.
Bukannya menurut Maura malah mendekat kearah Millie.
"Bolehkah aku tidur sama kakak Nina ?" tanya Maura penuh harap.
"Tentu saja boleh " jawab Millie senang sambil menuntun Maura menuju ke kamarnya.
Karena ranjang Millie tidak terlalu besar,Millie pun memindahkan Milea keatas box bayinya. Tidak lama kemudian Maura pun tertidur.
Malam pertama tidur bersama Maura entah mengapa Millie merasa tidurnya begitu nyaman,apalagi ketika dalam tidurnya Maura tidak sadar memeluk pinggang Millie.
Keesokannya Millie kembali beraktivitas seperti biasa. Sebelum baby Mile bangun Millie membantu menyiapkan perlengkapan sekolah Maura.
Dihari kedua itu Wisnu sempat menghubungi Millie untuk menanyakan keadaan kedua buah hatinya.Wisnu tampak lega ketika Millie melaporkan jika Maura dan Milea baik-baik saja.
Malam berikutnya Maura kembali meminta tidur bersama Millie. Sebelum tidur Millie kembali membantu Maura menghapal bacaan solat wajib hingga selesai.
Dihari kelima ditinggalkan Wisnu ke luar kota Maura merengek ingin mengunjungi tempat bermain lagi.
"Kakaak Nina..aku mau mainnya sama kakak Marvin lagi " pinta Maura ketika mereka akan pergi.
Untuk memenuhi permintaan Maura,Millie pun meminta Marvin menemaninya ke tempat permainan yang Maura inginkan.
Tidak ingin kakaknya kerepotan membawa dua anak akhirnya Marvin sendiri yang menjemput Millie ke rumah Wisnu.
"Kakaak Marvin kita main seperti kemarin, nanti sudahnya kita lomba makan lagi " ajak Maura
"Oke..siapa takut " jawab Marvin.
__ADS_1
Selama Marvin dan Maura bermain,Millie melipir ke sebuah baby and kids butik yang berada tidak jauh dari tempat Maura dan Marvin bermain.
Sambil menggendong Milea yang anteng menghisap mpeng nya Millie memilih baju-baju yang cantik untuk Milea dan Maura.
Millie tampak tidak ragu samasekali ketika uang gajinya sebulan sebagai baby sitter habis separuhnya untuk membeli baju-baju untuk Maura dan Milea.
Setelah selesai membeli baju-baju untuk Maura dan Milea, Millie pun kembali menghampiri Marvin dan Maura yang masih bermain.
"Kakak aku sudah lelah..aku mau makan " Maura menghampiri Millie yang sedang duduk sambil mengawasi Maura dan Marvin bermain.
Karena Maura sudah lapar mereka pun meninggalkan tempat permainan dan mencari tempat makan.Pilihan pun jatuh kepada sebuah restoran cepat saji yang ada disekitar sana.
Ketika sedang makan tiba-tiba Wisnu mengirimi pesan kepada Millie. Pria itu menanyakan keberadaan Millie dan anak-anaknya yang tidak ada di rumah. Rupanya Wisnu sudah pulang dari luar kota.
"Sudah makan kita pulang ya..Daddy sudah pulang dari luar kota " Millie memberitahu Maura.
"Yeyey..Daddy pulang " Maura tampak senang ketika mendengar Daddynya sudah pulang dari luar kota.
"Vin kamu tidak usah mengantarkan kakak pulang..biar nanti kakak pulang pake taxi saja " ujar Millie kepada Marvin.
"Iya kak " jawab Marvin.
*
"Daddy pulaaang " begitu turun dari taxi Maura langsung berlari memburu Wisnu yang sudah menunggu mereka di teras.
"Aku habis main Dad..terus makan " jawab Maura sambil melingkarkan kedua tangannya di leher Wisnu.
Milea yang berada di gendongan Millie terlonjak-lonjak ingin digendong oleh Wisnu.
"Kakak turun dulu ya... sekarang giliran dedek " Wisnu menurunkan Maura, kini giliran Milea yang berada dalam gendongan Wisnu.
Sambil menggendong Milea Wisnu menuntun Maura masuk.
Meskipun terlihat lelah namun Wisnu berusaha meluangkan waktunya bersama kedua buah hatinya. Bahkan malam itu Wisnu membawa Maura dan Milea tidur dikamarnya di lantai atas.
Millie yang sudah terbiasa tidur bersama Milea akhirnya malah tidak bisa tidur karena tidak ada Milea disampingnya.
Keesokannya Wisnu kembali melakukan aktivitas nya seperti biasa mengantarkan Maura ke sekolah.
Jika biasanya setelah mengantarkan Maura Wisnu akan langsung pergi ke kantor, namun tidak kali ini. Setelah mengantarkan Maura ke sekolah Wisnu kembali ke rumah dan tidak ada tanda-tanda akan pergi ke kantor.
Wisnu menghampiri Millie yang sedang menyuapi Mile makan. Karena Wisnu tidak pergi ke kantor hari ini pun Millie tidak membawa Milea ke rumahnya.
"Ini untuk mengganti uang kamu..saya lihat kamu kemarin belanja baju anak-anak " Wisnu memberikan sejumlah uang kepada Millie.
__ADS_1
"Tidak usah diganti pak. Saya..."
"Saya tidak mau kamu menghabiskan uang gaji kamu sebagai baby sitter hanya untuk membelikan baju anak-anak saya " potong Wisnu dingin.
Millie pun terpaksa menerima uang dari tangan Wisnu sambil menunduk.
" Kamu dan Mile siap-siap..kita belanja susu dan diapers Mile " ucap Wisnu sambil ngeloyor pergi.
"Baik pak " jawab Millie.
Millie mengganti seragam baby sitter nya dengan yang baru, setelah membuatkan susu botol untuk Mile dan dimasukkan ke dalam tas ia pun menggendong Mile dengan gendongan koalanya dan siap untuk pergi.
Sepanjang perjalanan sesekali Wisnu mengajak bicara Mile yang berada dalam gendongan Millie. Setelah itu Wisnu memakai earphone nya seolah ia tidak mau mendengar suara apapun selain lagu yang ia putar.
Wisnu membawa Millie dan Milea ke sebuah pusat perbelanjaan. Disana Wisnu mulai mengisi troli dengan susu untuk Maura dan Milea. Selain membeli banyak susu Wisnu juga membeli banyak diapers dan makanan bayi untuk Milea.
Wisnu sudah sangat hapal merk susu yang biasa dikonsumsi oleh kedua putrinya begitu juga merk dan ukuran diapers yang biasa Mile pakai.
Pada saat sedang berada di tempat susu bayi Millie tidak sengaja bertemu dengan Mamihnya yang juga akan membeli susu Milea untuk persediaan di rumah.
"Kakak ?" Mikha terpaku menatap putri cantiknya yang sedang mengenakan seragam baby sitter nya.
"Sstt.." Millie memberi kode kepada Mamihnya agar tidak menegurnya. Mikha pun mengerti.
Mikha beranjak menjauh dari Millie dan Wisnu dengan hati yang trenyuh. Hati Mikha terasa teriris ketika melihat putri kesayangannya memakai Seragam Baby Sitter nya dengan Milea dalam gendongannya.
Karena tidak tega melihat Millie, Mikha pun memilih pulang. Mikha tidak pulang ke rumahnya melainkan ia mampir ke kantor Adam yang kebetulan tidak jauh dari sana. Sesampainya di kantor Adam Mikha langsung menumpahkan air matanya di dada Adam.
"Kenapa ini datang-datang langsung nangis ?" tanya Adam sambil mengusap-usap punggung Mikha.
"Aku ketemu sama Millie sedang belanja sama Mile dan ayahnya " jawab Mikha sambil terisak.
"Lalu masalahnya apa ?" tanya Adam lembut.
"Aku tidak tega melihat Millie menggendong Mile..dia pake seragam baby sitter..hiks..hiks " tangis Mikha kembali kencang.
Selama beberapa bulan Millie berada di rumah Wisnu, Mikha memang belum pernah melihat Millie memakai seragam baby sitter jika ke rumah.
"Sabar Sayang..ini kan hanya sementara " Adam berusaha menghibur Mikha.
"Tapi aku tidak tega melihatnya..makanya aku langsung pulang " Isak Mikha.
"Ya..lebih baik begitu " jawab Adam sambil mencium puncak kepala Mikha.
"Setelah satu tahun kita harus paksa Millie mengakhiri semuanya supaya dia secepatnya menyelesaikan kuliahnya yang sempat tertunda " ujar Adam lembut.
__ADS_1
"Iya " jawab Mikha.