
Keesokannya Millie terbangun karena Maura dan Milea membangunkannya dengan cara menindih tubuhnya.
"Kakak.. dedek..ampuun..berat tau " keluh Millie.
Bukannya turun Maura dan Milea malah tertawa sambil menggelitiki perut Millie.
"Kakak Millie menyerah..sekarang lebih baik kita mandi terus kita pulang ke rumah Daddy..kita bangunin Daddy sama kak Marvin..mereka pasti masih tidur " ajak Millie. Kedua bocah itupun mengangguk.
Setelah selesai mandi Millie pun membawa Maura dan Milea pulang. Sesampainya di rumah Wisnu ternyata dugaan Millie benar. Marvin dan Wisnu masih tertidur di kamar Wisnu. Sepertinya mereka habis bermain play station di kamar Wisnu sepulang dari coffee shop.
Di rumah Wisnu akhirnya Millie bertemu dengan pengasuh anak-anak.
Melihat usia pengasuh Maura dan Milea yang sudah lumayan berumur membuat Millie jadi malu sendiri karena mencemburuinya.
Wisnu yang bangun terlebih dahulu tentu saja kaget karena Millie dan anak-anaknya sudah ada di rumah.
Tanpa membangunkan Marvin Wisnu pun langsung mandi dan kemudian menghampiri Millie yang sedang mengawasi anak-anak yang sedang makan disuapi pengasuh barunya.
"Sudah kenal sama pengasuh baru anak-anak ?" tanya Wisnu dengan nada meledek.
"Sudah " jawab Millie.
"Jadi jangan cemburu lagi ya " Wisnu mencubit ujung hidung mancung Millie.
"Siapa yang cemburu " jawab Millie sambil membuang muka.
"Kamu lah..siapa lagi " jawab Wisnu sambil duduk disebelah Millie dan melingkarkan tangannya dipinggang Millie.
"Mas Wisnu semalam abis begadang ya sama Marvin ?" tanya Millie.
"Iya..kita main play station nyampe jam 3 " jawab Wisnu.
"Pantesan jam segini Marvin masih tidur " jawab Millie.
"Adik kamu ternyata menyenangkan, enak diajak main " puji Wisnu.
Sebelum Dzuhur Marvin terbangun. Ia langsung mandi. Wisnu meminjamkan bajunya kepada Marvin Karena postur tubuh mereka yang hampir sama.
"Makan dulu Vin " Wisnu menyuruh Marvin makan.
"Mas Wisnu tau saja kalau aku lapar " ujar Marvin sambil tertawa.
"Kamu malu-maluin ih..bangun tidur langsung makan " Millie menjitak kepala Marvin.
"Tidak usah dengerin kak Millie, makan sana pelayan sudah masak tadi " titah Wisnu.
Tanpa malu Marvin pun langsung beranjak menuju meja makan dan makan sendiri disana.
__ADS_1
"Millie..kalau kaki Bapak sudah sembuh Mas akan datang ke rumah orangtua kamu untuk melamar kamu " ujar Wisnu tiba-tiba.
"Kamu mau kan jadi istri Mas dan jadi ibu untuk Maura dan Milea ?" tanya Wisnu.
Millie terdiam sejenak, namun ketika ia akan menjawab tiba-tiba Maura dan Milea yang sudah selesai makan langsung berhamburan berlari kearah Millie.
"Ma..mama.." Millie buru-buru menangkap tubuh Milea ketika tubuh mungil itu nyaris tersungkur karena tidak dapat menjaga keseimbangan tubuhnya.
"Kalian itu ganggu momen Daddy lagi lamar calon Mommy kalian " keluh Wisnu dengan suara nyaris tidak terdengar. Millie hanya tertawa mendengar keluhan Wisnu.
"Daddy aku mau nginep di rumah kakak Millie lagi " pinta Maura sambil menarik-narik tangan Wisnu.
"Iya nanti kalau libur ya " jawab Wisnu.
"Aku kan bisa pergi sekolah dari sana Dad "
"Tidak bisa begitu Sayang..tunggu ya sampai kakak Millie mau jadi Mommy kalian dulu " ujar Wisnu.
"Mama..mimik " Milea yang terlihat mulai mengantuk meminta susu botolnya.
Pengasuh buru-buru membuatkan susu botol untuk Milea. Bocah gembul itu pun anteng menikmati susu botolnya sambil berbaring berbantalkan paha Millie.
Marvin yang sudah selesai makan mengajak Maura bermain play station di kamar Wisnu.
Meski baru pertama kali datang ke rumah Wisnu, nampaknya Marvin merasa nyaman berada disana.
Wisnu yang duduk disebelah Millie mengelus kepala Milea yang tampak nyaman berbantalkan paha Millie.
"Iya..tapi ini juga mewakili Maura dan Milea " jawab Millie.
"Ya..kasih sayang kamu kepada anak-anak sudah tidak dapat diragukan lagi " ujar Wisnu.
Setelah menghabiskan susu dalam botolnya Milea pun tertidur. Disaat yang bersamaan Maura yang sedang menemani Marvin bermain PlayStation pun tertidur diatas karpet.
Melihat Maura tertidur Marvin pun menyudahi permainan nya kemudian memanggil Wisnu.
"Mas.. Maura tidur " Marvin memberitahu Wisnu.
Wisnu menggendong Milea untuk dipindahkan ke kamarnya, setelah itu ia mengangkat Maura yang tertidur di karpet dan dipindahkan keatas ranjangnya bersama adiknya.
Melihat Maura dan Milea tidur adalah saat yang tepat bagi Millie dan Marvin pulang.
*
Satu bulan kemudian kondisi cedera kaki bapak sudah mulai membaik. Wisnu mejemput orangtuanya untuk dibawa ke Jakarta.
Wisnu mengutarakan niatnya untuk melamar Millie, Ibu dan Bapak tentu saja sangat mendukung niat putranya itu.
__ADS_1
Ibu sudah menyiapkan hampers untuk dibawa ke rumah Millie. Karena ini baru acara lamaran Ibu membawa hampers berisi makanan , buah-buahan dan satu kotak kecil cantik berisi cincin.
Kedatangan keluarga Wisnu disambut hangat oleh Adam dan Mikha. Maura dan Milea terlihat sangat cantik dan lucu mengenakan gaun seragaman.
Meskipun datang sebagai tamu namun Wisnu tidak dapat menahan ketika Milea langsung menggelendot kearah Adam dan Mikha.
"Sini Gemoy sama Papih " Adam mengangkat tubuh mungil Milea dan didudukan dipangkuannya. Sementara Maura duduk manis diantara Millie dan Wisnu sambil memegang kotak cincin.
Bapak mengutarakan niat kedatangannya ke rumah Adam yang tidak lain adalah untuk melamar Millie menjadi menantunya.
Adam dan Mikha menyerahkan sepenuhnya kepada Millie untuk memutuskan apakah menerima atau menolak.
Ditengah perbincangan antara orangtua Millie dan orangtua Wisnu tiba-tiba Maura bertanya kepada Millie.
"Kakak Millie..maukah kakak menjadi Mommy aku dan dedek Mile ?"
Millie terpaku menatap wajah penuh harap Maura..seraut wajah yang dulu terlihat sendu karena kehilangan ibunya.
"Kakak Millie..mau ya jadi Mommy aku dan dedek Mile?" tanya Maura lagi.
"I..iya mau Sayang " jawab Millie sambil meraih kepala Maura dan mencium puncak kepalanya.
Mendengar jawaban Millie wajah Maura langsung berbinar, ia pun membuka kotak cincin ditangannya dan memakainya di jari Millie.
"Terimakasih Sayang " Millie kembali mencium puncak kepala Maura. Sementara Milea anteng duduk dalam pangkuan Adam.
Setelah acara inti selesai selanjutnya mereka membicarakan tanggal pernikahan.
Dari obrolan kedua belah pihak akhirnya ditentukan jika pernikahan Millie dan Wisnu akan dilangsungkan bulan depan.
Setelah acara lamaran selesai, keluarga Wisnu pun pamit pulang. Ketika akan pulang terjadi drama karena Maura dan Milea tidak mau pulang.
Milea menangis sambil memeluk leher Adam tidak ingin dibawa pulang begitu juga Maura yang terus merengek ingin menginap.
Setelah dibujuk akhirnya Maura terpaksa mau diajak pulang karena besok harus sekolah, namun Milea tidak berhasil dibujuk pulang. Akhirnya Milea pun diijinkan menginap karena terus menangis tidak mau pulang.
"Gemoy bobo sama Papih dan Mamih ya " Adam membawa si Gemoy ke kamarnya setelah Keluarga Wisnu pulang. Milea mengangguk.Malam itu si Gemoy pun tidur bersama Adam dan Mikha.
Adam dan Mikha begitu menikmati tidur bersama balita setelah kedua buah hati mereka beranjak dewasa.
Adam mengusap-usap punggung Milea sampai bocah berpipi bulat itu tertidur.
"Kalau si Gemoy jalan sama Abang pasti disangka anak Abang karena Abang masih terlihat muda dan ganteng " puji Mikha sambil mengelus rahang Adam.
"Apa kita harus tambah momongan lagi Yang..biar si Marvin punya adik " ujar Adam.
"Sudah ada si Gemoy bang.. sepertinya kalau kakak sudah nikah sama Wisnu si Gemoy juga akan sering tidur sama kita " jawab Mikha.
__ADS_1
"Iya juga..tapi tidak ada salahnya kita berusaha " Adam bangun kemudian menuntun Mikha ke sofa yang berada tidak jauh dari ranjang yang sedang dikuasai si Gemoy.
Dulu ketika Millie kecil mereka sering bercinta di sofa karena ranjang mereka dikuasai Millie, kini sejarah pun terulang namun bukan Millie yang menguasai ranjang mereka tapi di Gemoy.