My Baby Sitter

My Baby Sitter
Abang Jangan Pulang


__ADS_3

Adam membawa Millie yang tertidur dibahunya dan menidurkan diatas kasur. Disana Mikha tampak sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.


Setelah menidurkan Millie, Adam menghampiri Mikha dan duduk disebelahnya..Mikha buru-buru menggeser duduknya menjauhi Adam.


"Duduknya jangan jauh-jauh dong Neng "


Mikha tidak merespon ucapan Adam.Ia kembali anteng dengan ponsel ditangannya.


Adam menggeser duduknya mendekati Mikha namun Mikha malah beranjak bangun dari sofa.


"Mau kemana didekati suami malah pergi " Adam dengan cepat menangkap pinggang Mikha dan mendudukan dipangkuan nya.


"Lepas ih..aku mau tidur " Mikha berontak ingin lepas dari pangkuan Adam.


"Bohong..bilang saja kamu tidak mau dekat-dekat Abang " Adam mengunci Mikha dengan kedua tangannya.


"Iya..aku tidak mau dekat-dekat Abang..makanya lepas " semprot Mikha galak


"Tidak akan Abang lepas " tantang Adam.


"Lepas aku bilang " Mikha menggigit bahu Adam.


"Aauuww..sakit Sayang " Adam akhirnya melepaskan kunciannya dari tubuh Mikha sambil meringis.


Lepas dari Adam Mikha buru-buru bergabung bersama Millie. Sebelum tidur Mikha sempat melemparkan bantal kepada Adam yang masih terduduk di sofa sambil meringis memegang bahunya.


Dengan lesu Adam pun memungut bantal yang baru saja dilemparkan oleh Mikha dan menerima nasibnya tidur di sofa.


Keesokannya ketika Adam bangun Mikha sudah tidak ada dikamarnya begitu juga Millie.


Namun dari jendela kamarnya Adam melihat Millie sedang belajar berjalan dengan Papa dan Mama di halaman belakang.


Setelah mandi Adam pun keluar dari kamar untuk mencari Mikha.


"Mikha kemana Rin ?" tanya Adam kepada Arin yang sedang membuat susu botol untuk Millie.


"Jam segini ya sudah ke butik " jawab Arin.


"Ada suami di rumah malah ditinggal " sungut Adam.


"Makanya jadi suami jangan galak-galak jadi kabur kan istrinya " sindir Arin.


"Siapa yang galak ?..yang ada dia yang galak " gumam Adam sambil mengusap bahunya yang menyisakan bekas gigitan Mikha semalam.


Arin hanya melirik sambil mengangkat bahunya. Arin tau jika Adam dan Mikha sedang tidak akur.Terlihat dari sikap Mikha yang cuek ketika melihat Adam pulang.


"Mikha tidak bawa mobil ?" tanya Adam ketika melihat mobil Mikha ada di garasi.


"Dia pergi pake ojek..senang banget pake ojek online..awas Lo istri Abang kepincut ojol "


"Ngaco " Adam menoyor kepala Arin sambil berlalu keluar menghampiri Millie yang sedang semangat belajar berjalan dengan Papa dan Mama.


"Papiii..pipi.." Millie berjalan tertatih menghampiri Adam.


Adam merentangkan tangannya kemudian menangkap tubuh mungil itu sebelum jatuh tersungkur.


"Papii..pih..." Oceh Millie langsung minta digendong oleh Adam. Dalam sekejap tubuh mungil itu pun langsung berada dalam dekapan Adam.


"Millie ikut Papih yuk ke butik nyusul Mamih " ajak Adam.


"Amih pih..Amih " Millie langsung girang mendengar Papih nya mengajaknya ke butik.


"Sama siapa perginya Bang ?" tanya Mama


"Kita berdua saja " jawab Adam.


"Memang kamu bisa bawa Millie ?" Mama terlihat ragu membiarkan Adam membawa Millie sendirian.


"Bisa mah " jawab Adam yakin.

__ADS_1


" Oma..mamih.." Millie terus mengoceh dalam gendongan Adam.


Millie diam sambil memeluk boneka jerapah nya ketika Adam mendudukannya dalam baby seat car nya.


"Jangan rewel ya..kita jemput Mamih " Adam mencium pipi gembul Millie sebelum ia melajukan mobilnya menuju butik.


Di jalan Adam sengaja memutar lagu anak-anak agar Millie anteng.Meskipun lagu yang diputar termasuk lagu yang berirama ceria namun Millie malah tertidur pulas dalam baby seat car nya.


Begitu sampai di butik,Adam turun dari mobil sambil menggendong Millie yang tertidur dalam bahunya.


Mikha menyuruh Adam menidurkan Millie diatas sofa. Millie tampak nyaman tidur diatas sofa empuk di ruang kerja Mikha.


Mikha menyuruh salah satu karyawannya membuatkan kopi untuk Adam.Sementara Mikha kembali anteng dengan pekerjaannya.


"Suami datang itu sambut dengan senyum..ini malah cemberut " gumam Adam sambil menyesap kopinya.


Mikha hanya melirik sedikit kemudian kembali anteng dengan komputer di depannya.


"Kha..sudah dong marahnya..Abang minta maaf ya " Adam menyentuh tangan Mikha.


"Minta maaf untuk apa ?" tanya Mikha


"Untuk..perlakuan Abang kemarin " jawab Adam


"Kemarin yang mana ?" tanya Mikha sambil menatap tajam pada Adam.


"Sudah meragukan kamu " jawab Adam lirih.


"Ooh jadi kemarin Abang sudah meragukan aku ?" tanya Mikha. Adam mengangguk


Mikha tersenyum kecut. Adam meraih tangan Mikha dan menggenggamnya erat. " Kamu mau kan maafin Abang..kemarin Abang itu cemburu lihat kamu ngobrol sama mantan pacar kamu.. pake dianterin pulang lagi..gimana Abang tidak curiga "


"Abang lihat aku ngobrol sama Seno saja segitu marahnya..apalagi aku yang melihat Abang berbuat mesum dengan kak Martha.. memangnya cuma Abang yang punya hati ?" ujar Mikha sinis.


"Abang akui Abang salah " Adam langsung menunduk.Jika sudah membahas masa lalu Adam benar-benar tidak berkutik dimata Mikha.


Lama keduanya saling membisu. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.


"Abang lihat sudah tadi disuapin Mama sambil belajar jalan " jawab Adam.


"Abang sudah makan ?" tanya Mikha


Adam mengangkat kepalanya.Ternyata Mikha masih peduli padanya.


"Belum..tadi langsung kesini " jawab Adam.


"Lebih baik Abang cari makan sana..biar Millie disini sama aku " ujar Mikha.


Adam terlihat kecewa, Adam pikir Mikha akan mengajaknya makan bersama.


"Tidak usah..Abang tidak lapar " jawab Adam lesu.Padahal ia merasa perutnya mulai lapar karena tadi di rumah tidak sempat sarapan.


Meskipun mengaku tidak lapar tapi Mikha tau jika suaminya itu sedang menahan lapar.Tanpa sepengetahuan Adam, Mikha mengirim pesan kepada karyawan nya untuk membeli makanan di restoran depan butik untuk Adam.


Tidak lama kemudian karyawan Mikha datang membawa pesanan.Mikha pun menyuruh Adam untuk makan.


Selagi Adam makan, Mikha beranjak mengambil Millie yang baru terbangun dari tidurnya.


Mikha menunggui Adam makan sambil bercanda dengan Millie diatas sofa.Millie terkikik geli ketika Mikha menciumi pipi gembulnya.


Karena tidak tega membiarkan Millie terlalu lama di butik akhirnya Mikha mengajak pulang.


"kita jalan-jalan dulu ya Sayang " ajak Adam sambil menggenggam tangan Mikha ketika mereka berjalan keluar dari butik.


"Terserah " jawab Mikha sambil berusaha melepaskan genggaman tangan Adam namun tidak berhasil.


Meski dengan wajah masih cemberut namun Mikha tidak menolak ketika Adam membawa Mikha dan Millie ke sebuah pusat perbelanjaan.


Adam membawa Millie ke sebuah pusat permainan. Meskipun tidak banyak wahana permainan untuk seusianya namun bocah cantik itu terlihat sangat senang.

__ADS_1


Setelah puas bermain Millie terlihat lelah dan mengantuk.Mikha pun mengambil alih Millie dari tangan Adam.


"Mau belanja dulu tidak ?" tanya Adam


"Nanti saja..kasian Millie sudah ngantuk " jawab Mikha.


Karena Millie mulai tertidur dalam gendongan Mikha mereka pun akhirnya memutuskan untuk pulang.


Sepanjang perjalanan Mikha lebih banyak diam. Ia hanya membuka suaranya jika Adam bertanya saja, selebihnya Mikha hanya diam membisu.


"Lama banget sih Neng marahnya..Abang lebih baik kamu marahin..atau perlu kamu pukul asal marahnya capat hilang daripada kamu diamkan begini " keluh Adam.


Mikha tidak menanggapi keluhan Adam.Ia malah anteng memainkan ponselnya sambil memeluk Millie dalam pangkuannya.


"Kalau kamu masih belum mau maafin juga lebih baik Abang nanti malam pulang saja ke Jakarta " ancam Adam.


"Terserah " jawab Mikha tanpa menoleh sama sekali membuat Adam geram. Padahal Adam berharap Mikha melarangnya pulang.


Sesampainya di rumah Mikha langsung menidurkan Millie dikamarnya.Tanpa di duga Adam langsung berkemas memasukan baju-baju nya ke dalam tas.


"Abang jadi pulang sekarang ?" tanya Mikha.


"Iya " jawab Adam .


Mikha termangu..ia tidak menyangka jika Adam benar-benar akan pulang hari ini.Sesungguhnya Mikha tidak ingin Adam pulang secepat itu.


Entah setan mana yang menuntun Mikha untuk mendekat kearah Adam dan memeluk punggung Adam dari belakang.


"Abang jangan pulang " tangan Mikha melingkar di perut Adam.


"Ngapain pulang juga kamunya cemberut terus sama Abang " jawab Adam sambil diam-diam menahan senyumnya.


"Iya aku tidak akan cemberut lagi..tapi Abang jangan pulang sekarang.Aku sama Millie masih kangen " Mikha menenggelamkan wajahnya di punggung Adam.


"Abang bohong tau..mana mungkin Abang mau pulang kalau belum dikasih bekal yang cukup sama kamu " ucap Adam sambil mengusap tangan Mikha yang membelit perutnya erat.


"Abaaang..ih dasar ngerjain aku " Mikha menoyor belakang kepala Adam berkali-kali, tidak puas dengan menoyor kepala Mikha pun naik ke punggung Adam dan menjambak rambut Adam berulang,-ulang.


"Sayaang..ampun " Adam meringis mendapat siksaan dari istrinya.


"Siapa suruh ngerjain Aku " Mikha terus menjambak rambut Adam.


'Sayaang kalau kamu terus menyiksa begini jangan salahin Abang kalau Abang benar-benar pulang ke Jakarta sekarang " ancam Adam.


Mikha berhenti menjambak rambut Adam, namun ia tidak mau turun dari punggung Adam.


Adam bangkit sambil menggendong Mikha di punggungnya, kemudian ia menurunkan tubuh istrinya itu di sofa.


Begitu tubuh Mikha mendarat sempurna di sofa nya yang empuk Adam langsung mengurungnya dan melahap bibir Mikha dengan rakus.


Tidak ada penolakan dari Mikha karena sebenarnya ia pun sangat merindukan suaminya itu.


"Mmmh..Abang kangen banget sama kamu .." Adam terus melahap habis bibir Mikha.


"Abaang kemarin berantem sama Seno dimana ?" tanya Mikha


"Di depan gerbang perum " jawab Adam sambil mulai melucuti satu persatu baju Mikha.


"malu-maluin " omel Mikha sambil ikut membantu membuka sabuk dan resliting celana Adam.


Adam terkekeh sambil meloloskan celananya dari kakinya.


Setelah keduanya sudah benar-benar polos Adam pun mulai melakukan penyatuan. Untuk saat ini Sofa adalah tempat ternyaman yang bisa mereka jadikan tempat bertarung karena kasur mereka kini dikuasai putri mereka yang cantik dan lucu.


Diatas tubuh Mikha Adam membuktikan keperkasaannya ditambah dengan tehnik yang sudah sangat profesional membuat Mikha tidak berdaya dibawah kuasa tubuh kekarnya.


"Abaaang " beberapa kali Mikha menyebut nama itu saat gelombang kenikmatan mulai menggulung raga mereka.


"Mikhaaa..Sayaaang " panggil Adam dengan mata terpejam saat keduanya melebur menjadi satu dalam gelombang kenikmatan yang menghentakkan tubuh keduanya.

__ADS_1


Tetap dukung ya readers tersayang karena dukungan kalian adalah mood Buster untuk author....ini bonus untuk maming kalian


Happy reading 😘😘😘😘


__ADS_2