
Keesokannya sepulang sekolah Maura kembali memberikan coklat untuk Marvin.
"Terimakasih kakak cantik " Marvin mengacak rambut Maura hingga gadis kecil itu mendecih kesal.
"Rambut aku jadi berantakan " Maura merapikan poninya yang berantakan karena ulah Marvin.
"Berantakan juga tetap cantik " puji Marvin sambil membantu merapikan poni Maura.
Marvin akui meskipun masih kecil tapi Maura sudah terlihat cantik..sangat cantik malah. Apalagi Millie sangat rajin mengajak Maura melakukan perawatan rambut ke salon sehingga kecantikan Maura menjadi lebih terpancar dengan rambut yang indah.
"Om Marvin cepet sembuh dong biar bisa antar jemput aku lagi ke sekolah " Maura duduk di sisi ranjang Marvin.
"Kan ada pak Muh sopir Daddy yang antar jemput kamu " ujar Marvin.
"Sama pak Muh tidak asik..tidak bisa main dulu " jawab Maura.
"Huuh dasar maunya main terus " Marvin mencubit pipi Maura.
Setelah beberapa hari tidak masuk sekolah, keesokannya Marvin pun mulai sembuh dan mulai kembali masuk sekolah. Dan seperti biasa Marvin kembali melakukan tugasnya mengantar jemput Maura ke sekolah.
Marvin yang sudah sampai di depan sekolah Maura langsung tersenyum ketika melihat Maura berlari-lari kecil keluar dari gerbang sekolah. Dibelakangnya ada seorang anak laki-laki yang mengikuti Maura. Marvin mengernyit ketika Maura terlihat judes kepada anak laki-laki yang mengikutinya.
"Kenapa wajahnya ditekuk begitu ?" Marvin menjawil dagu Maura begitu gadis kecil itu masuk kedalam mobil.
"Aku tidak suka sama si Noval, daritadi gangguin aku terus " jawab Maura dengan wajah cemberut.
"Gangguin bagaimana ?" tanya Marvin sambil mulai melajukan mobilnya.
"Dari pagi kasih makanan ke aku..padahal aku juga bawa makanan sendiri..terus ngajakin jajan ke kantin bareng.. benar-benar ganggu " sungut Maura.
"Dia itu naksir kakak kali " Marvin tertawa sambil mengacak rambut Maura.
"Tidak mau Om..aku masih kecil " Maura merajuk sambil menghentakkan kakinya membuat Marvin tertawa terbahak-bahak.
"Duuh.. keponakan Om yang cantik ini ternyata sudah ada yang naksir " Marvin menggoda Maura.
"Tidak mau..aku tidak suka " Maura mendelik kearah Marvin.
"Tapi menurut Om si Noval itu lumayan ganteng " Marvin terus menggoda Maura.
"Sudah dong Om jangan ngebahas itu terus " Maura mencubit tangan Marvin kesal.
"Aduh sakit..iya..Om tidak akan membahas itu lagi " Marvin meringis mendapat cubitan dari gadis kecil itu.
__ADS_1
"Kakak itu cantik..jadi wajar jika ada cowok yang suka sama kakak..jadi kakak nya tidak boleh judes " nasehat Marvin.
"Tuh kan Om Marvin ngomongin itu lagi " Maura kembali mencubit tangan Marvin membuat ABG tampan itu kembali meringis.
"Om cuma kasih nasehat buat kakak " jawab Marvin sambil mengusap kepala Maura.
"Iya deh aku tidak akan judes lagi.. aku akan tersenyum pada semua orang " ucap Maura sambil melebarkan mulutnya dan memperlihatkan deretan gigi rapinya.
"Hahaha..kamu lucu " Marvin tertawa sambil menjembel pipi Maura.
"Mau jajan dulu tidak ?" tanya Marvin ketika melewati tempat jajan yang biasa mereka datangi.
"Tidak ah..aku masih kenyang " Maura menolak.
"Baiklah " jawab Marvin sambil melajukan mobilnya menuju rumahnya.
Setibanya di rumah mereka disambut oleh Millie yang sedang duduk di teras dengan perut besarnya.
"Mommy..kakak pulang " Maura turun dari mobil kemudian berlari memburu Millie dan mengusap-usap perut Millie yang besar.
"Dedek kakak pulang " bisiknya.
Millie tersenyum sambil membelai puncak kepala Maura. Dulu sebelum Millie hamil Maura adalah orang yang paling menolak punya adik. Namun kini setelah Millie hamil justru Maura terlihat sangat senang. Bahkan Maura selalu ingin ikut jika Millie melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan.
"Mommy dedek Mile kemana ?" tanya Maura ketika sedang mengganti baju sekolahnya dengan baju rumahan.
"Dedek Mile ikut Mamih belanja " jawab Millie sambil menyimpan baju kotor Maura kedalam keranjang cucian. "Sekarang kakak makan dulu "
"Iya Mom " Maura menurut apa semua perintah Millie.
Millie menemani Maura dan Marvin makan. Sewaktu makan Marvin terus menggoda Maura mengenai kejadian tadi siang di sekolah.
"Kak Millie anak gadisnya dijagain tuh soalnya sudah ada yang naksir " ucap Marvin kepada Millie.
"Masa sih ?" tanya Millie sambil menatap kearah Maura yang sedang anteng makan.
"Bener kak..tanya saja sama Maura " jawab Marvin.
"Bohong Mom jangan dipercaya " ujar Maura sambil mendelik kearah Marvin dengan judes nya.
"Jangan suka meledek deh " Millie melotot kearah Marvin ketika melihat Maura yang mulai ngambek.
Akhirnya Marvin pun menutup mulutnya sambil sesekali melirik kearah Maura sambil tersenyum.
__ADS_1
Melihat gadis itu cemberut malah membuat Marvin semakin ingin menggoda Maura namun Millie sudah menatapnya tajam menyuruh nya untuk berhenti menggoda Maura.
Selesai makan Marvin bersiap untuk pergi ke sekolah. Sementara Maura langsung masuk ke kamarnya mengikuti perintah Mommy nya untuk tidur siang.
Millie keluar dari kamar Maura setelah memastikan putrinya itu tidur.
Melihat rumah yang tampak sepi karena Mile ikut pergi dengan Mamihnya akhirnya Millie pun memutuskan untuk beristirahat di kamarnya.
Baru saja Millie akan merebahkan tubuhnya diatas kasur empuknya tiba-tiba telinganya menangkap kehadiran seseorang yang hendak masuk ke kamarnya.
"Mas..kirain siapa " ucap Millie ketika melihat yang datang ternyata Wisnu.
"Anak-anak kemana tumben sepi ?" tanya Wisnu sambil menghampiri Millie kemudian merunduk mencium perut Millie yang sudah terlihat sangat besar.
"Kakak Maura sedang tidur siang, Marvin sekolah kalau Mile ikut Mamih belanja " jawab Millie.
"Mas tumben pulang siang ?" tanya Millie sambil bangkit kemudian duduk diatas pangkuan Wisnu. Perutnya yang besar membuat jarak tubuh mereka sehingga tidak rapat.
"Tadi habis makan siang sama klien langsung pulang kesini, di kantor mumpung sedang tidak sibuk " jawab Wisnu.
"Sepertinya feeling Mas kuat..di rumah sedang sepi " sambung Wisnu sambil terkekeh.
"Aku tau apa yang ada di kepala kamu Mas " cibir Millie.
"Mumpung Mile tidak ada..kalau ada kamu tau sendiri dia pasti marah kalau Mommy nya Mas dekati " jawab Wisnu.
"Mile pikir Mommy nya cuma milik dia seorang..Daddy nya tidak punya hak sama sekali " keluh Wisnu.
"Namanya juga anak kecil Mas " Millie tertawa sambil mengelus kepala Wisnu.
Sampai usia kandungan Millie menginjak 9 bulan Milea masih terlihat tidak suka jika Wisnu mendekati Millie.
"Mas mau balik lagi ke kantor tidak ?" tanya Millie sambil melingkarkan tangannya di leher Wisnu.
"Sepertinya tidak..Mas pengen nengok si dedek mumpung Mile tidak ada " jawab Wisnu.
Wisnu mendekatkan wajahnya kemudian melu mat bibir Millie lembut.
Suara decapan bibir mereka terdengar jelas dikamar itu. Perlahan Wisnu mengangkat tubuh Millie dari pangkuannya dan membaringkannya diatas kasur empuk mereka.
Siang itu Wisnu menunaikan tugas sucinya dengan penuh kelembutan disaat rumah dalam keadaan sepi.
Wisnu dan Millie menyelesaikan aktifitas panas mereka bersamaan dengan kepulangan si Gemoy dan Mikha dari belanja.
__ADS_1
Millie hanya mendengar suara Mamihnya saja sedangkan si Gemoy tidak terdengar suaranya. Rupanya si Gemoy langsung dibawa ke kamar Mikha karena tertidur di mobil sepulang dari belanja.