My Baby Sitter

My Baby Sitter
Belum Terbiasa


__ADS_3

Setibanya di Jakarta Adam membantu Mikha menyusun baju-baju mereka di lemari, juga meletakkan kosmetik Mikha diatas meja rias.


"Kita harus membeli ranjang baru untuk Millie Yang " ujar Adam setelah selesai membantu Mikha menyusun barang-barangnya.


Kamar mereka yang luas masih cukup untuk menampung satu ranjang tambahan untuk Millie.Adam tidak ingin tidur Millie sampai terganggu oleh aktifitas malamnya dengan Mikha.


"Iya " jawab Mikha sambil memberikan satu botol air mineral kepada Adam yang baru saja ia ambil dari kulkas.


"Nanti siang kita beli ranjang baru untuk millie sekalian belanja kebutuhan rumah " ujar Adam.


Sambil menunggu Millie yang masih tidur, Mikha membuat daftar barang apa saja yang mereka butuhkan termasuk isi kulkas.


"Lagi apa Yang ?" Adam mengintip daftar belanjaan yang sedang Mikha buat.


"Daftar belanjaan biar nanti pas belanja tidak lupa " jawab Mikha.


"Iya Bu " jawab Adam menggoda.


"Abang mau makan apa ? biar aku masakin " tanya Mikha


"Memangnya di kulkas masih ada makanan ?" Adam balik bertanya.


"Tidak ada " jawab Mikha


"Ya sudah makan kamu saja " Adam menarik pinggang Mikha dan mendudukan dipangkuannya.


Dalam sekejap Adam pun melahap bibir Mikha. Mikha tidak sempat protes karena pergerakan tangan Adam yang begitu cepat.


"Enaknya kalau kamu disini jadi Abang bisa minta jatah kapanpun semau Abang tidak harus nunggu weekend " ujar Adam setelah melepaskan bibir Mikha.


"Dasar mesum " Mikha menggerutu namun belum bisa lepas dari pangkuan Adam.


Disebut mesum oleh Mikha membuat Adam kembali melahap bibir Mikha dengan rakus,kali ini tangan Adam ikut beraksi menyusup dibalik rok Mikha.


Mikha berusaha melepaskan diri namun tidak berhasil,tangan kiri Adam begitu kokoh mengunci pinggangnya.


Akhirnya Mikha pun hanya bisa pasrah ketika Adam membaringkan dirinya di sofa kemudian menindihnya.


"Dasar maniak " sungut Mikha


Adam terkekeh, tangannya mulai membuka satu persatu kancing baju Mikha berikut pengait bra yang membungkus dua gunung kembarnya.


Tanpa pikir panjang Adam langsung melahapnya dan memainkan puncaknya dengan ujung lidahnya membuat Mikha melenguh kegelian.


Namun dengan berat hati Adam harus menghentikan keasikannya ketika dari kamar terdengar suara tangis Millie.


"Aargh..Millie ganggu kesenangan Papih saja jadi batal kan nyangkulnya " keluh Adam sambil turun dari atas tubuh Mikha.

__ADS_1


Mikha terkekeh sambil buru-buru memakai kembali semua yang tadi sudah Adam lepas .


"Nyangkul nya kita lanjutkan nanti malam ya Sayang " bisik Adam sambil beranjak ke kamar untuk mengambil Millie.


"Dasar mesum " umpat Mikha.


Tangis Millie langsung berhenti ketika tubuh mungil itu sudah berada dalam gendongan Adam.


Millie langsung girang ketika Adam mengatakan akan mengajak Millie jalan-jalan.


"Beli ec cim ya pih " pinta Millie manja


"Iya..kita beli yang banyak " jawab Adam


Tidak lama kemudian mobil Adam pun meluncur meninggalkan apartemen tempat mereka tinggal menuju ke sebuah pusat perbelanjaan.


Begitu sampai mereka langsung mencari ranjang baru untuk Millie. Adam membiarkan Mikha dan Millie yang memilih sesuai dengan seleranya.


"Sepertinya ini saja Bang " Pilihan Mikha jatuh pada ranjang berwarna putih dengan ukuran yang tidak terlalu kecil namun masih muat di kamar mereka.


Setelah mendapatkan ranjang baru untuk Millie, mereka melanjutkan berbelanja kebutuhan rumah.Mikha pun mulai membuka list belanjaannya sedangkan Adam mendorong Millie yang tampak anteng duduk didalam troli bersama beberapa boneka yang akan dibelinya.


Setelah mendapatkan semua barang yang dibutuhkan mereka pun melakukan pembayaran di kasir.


Setelah selesai berbelanja Adam membawa Mikha dan Millie makan di restoran langganannya. Adam mendudukan Millie dipangkuannya agar diam, sedangkan Mikha bertugas menyuapi.


"Iya " jawab Mikha.


Tidak bisa dipungkiri selama di Bandung ia banyak dibantu keduanya mertuanya dalam mengasuh Millie, namun sekarang Mikha tidak yakin dapat mengurus rumah dan Millie seorang diri jika Adam di kantor.


Sejak Mikha dan Millie ia boyong ke Jakarta, Adam pun jadi lebih faham jika Millie sedang sangat aktif-aktifnya dan butuh pengawasan extra. Adam tidak tega jika membiarkan Mikha harus mengurus rumah dan Millie seorang diri.


"Nanti aku minta Mama Carikan pengasuhnya dari Bandung saja " ujar Mikha.


"Kalau bisa Carikan pengasuhnya dari Ciamis namanya Nina " jawab Adam.


"Abaaaang " Mikha mencubit tangan Adam gemas.


"Abaaaang " Millie pun mengikuti ucapan Mikha.


"Husss..Papih..bukan Abang " ujar Mikha.


"Makanya kamu jangan suka manggil Abang kalau di depan Millie..jadi ngikutin dia "


"Iya Papih " jawab Mikha meledek.


"Ga enak banget manggil Papihnya " Adam menggerutu.

__ADS_1


Setelah selesai makan, mereka pun melanjutkan perjalanan pulang.Mereka sampai di apartemen bersamaan dengan kurir yang mengantarkan ranjang untuk Millie.Untungnya pihak toko mengirimkan orang sehingga Adam tidak mengalami kesulitan saat memasang nya.


Malamnya Adam dan Mikha sedikit kerepotan karena Millie menangis tidak mau berhenti menanyakan Oma dan Opanya.


"Apiih..Oma ana..Puyang Oma.." rengek Millie.


Sepertinya Millie belum terbiasa jauh dari Opa dan Omanya dan sepertinya Millie sangat merindukan mereka.


Semalaman Adam dan Mikha tidak bisa tidur. Mereka bergantian menggendong Millie yang terus menangis memanggil-manggil Oma dan Opa nya.


"Coba kamu video call Mama Yang " titah Adam sambil terus berusaha meredakan tangis Millie.


Mikha buru-buru menelpon Mama.Mama dan Papa tampak kaget menerima telepon dari Mikha malam-malam begini.


"Ada apa Kha ?" tanya Mama khawatir


"Millie nangis nanyain Mama sama Papa " jawab Mikha sambil mengarahkan kamera ponselnya kepada Millie yang sedang menangis dalam gendongan Adam.


"Ini Oma sama Opa Sayang " Adam mendekatkan ponsel Mikha kearah Millie.


Millie menoleh kearah ponsel Mikha ketika terdengar suara Opa dan Omanya memanggil namanya.


"Omaa..Puyang " Millie terus menangis memanggil Omanya.


"Nanti Oma sama Opa ke Jakarta.. sekarang Millie bobo ya " Mama berusaha membujuk Millie agar tidur.


"Mau puyaaang " Millie masih merengek.


"Iya nanti pulang..sekarang Millie bobo ya " bujuk Mama.


Millie yang lelah karena terus menangis akhirnya tertidur dalam gendongan Adam.


"Kalau Millie nangis seperti itu lagi kalian jangan panik..itu adalah hal yang biasa karena Millie belum terbiasa jauh dari Papa dan Mama nanti lama-lama juga tidak akan begitu " nasehat Mama.


"Iya Mah..tadi aku sama Abang memang panik " jawab Mikha.


"Besok-besok kalau Millie nangis lagi cukup alihkan perhatiannya saja "


"Iya Mah " jawab Adam dan Mikha bersamaan.


Setelah Millie tertidur barulah Adam dan Mikha merasa lega.Disaat seperti ini mereka benar-benar dituntut untuk bekerjasama dalam mengurus putri semata wayang mereka.


"Tidur yuk sudah malam " ajak Adam setelah menidurkan Millie diatas ranjang barunya


Mikha mengangguk kemudian mengikuti Adam naik ke kasur empuk mereka.


Adam melupakan niatnya tadi siang untuk melanjutkan mencangkul. Melihat Millie yang menangis ingin pulang membuat hasratnya surut.Mereka terlalu lelah untuk melakukan aktifitas yang menguras tenaga, jadi malam itu Adam dan Mikha benar-benar hanya tidur dengan saling berpelukan.

__ADS_1


__ADS_2