
Marvin yang sedang mencuci motornya menoleh ketika Adam dan Mikha datang dengan membawa Maura.
Begitu melihat Marvin Maura langsung menjulurkan lidahnya masih dengan wajah juteknya.
Marvin tertawa lucu melihat tingkah putri sambung kakaknya itu. Karena gemas tiba-tiba jiwa iseng Marvin pun muncul. Ia mengarahkan selang kearah Maura dan menyemprotnya hingga baju Maura pun menjadi basah.
"Papiiih..baju aku jadi basah " Maura pun langsung menangis kencang.
"Marvin..kamu itu iseng banget sih " Adam langsung memarahi Marvin sementara Mikha buru-buru membawa Maura untuk untuk dibujuk agar berhenti menangis dan diganti bajunya.
Setelah selesai mencuci motor dan mendapat Omelan dari Adam, Marvin kembali bertemu dengan Maura yang baru selesai ganti baju bersama Mikha.
"Weeekk " Maura menjulurkan lidahnya kearah Marvin.
Marvin yang awalnya akan minta maaf akhirnya hanya tertawa melihat ulah gadis kecil itu.
"Jangan dilihat kak Marvin nya " Mikha membawa Maura menuju dapur untuk mengambil ice cream didalam lemari es.
Setelah mengambil ice cream Maura duduk di ruang keluarga bersama Adam dan Mikha sambil menonton tv.
Marvin yang akan ikut bergabung di ruang keluarga langsung mendapat pelototan dari Adam dan Mikha.
"Piss..kakak tidak akan gangguin kamu lagi " Marvin mengangkat jarinya membentuk huruf v kepada Maura.
Mendengar ucapan Marvin Maura pun terlihat lebih santai dan tidak terlalu judes kepada Marvin.
"Vin..Papih beliin martabak telur dong di depan " Adam tiba-tiba ingin makan martabak telur.
"Kakak Maura mau martabak tidak ?" Adam bertanya kepada Maura.
"Mau Pih " jawab Maura
Adam memberikan dua lembar uang kertas berwarna merah kepada Marvin.
Marvin mengambil uang dari Papihnya sambil tersenyum, sepertinya Papihnya tidak tau harga martabak telur saat ini, sudah bisa dipastikan Marvin mendapat banyak untung dari kembaliannya.
"Kakak Maura mau ikut tidak ?" Marvin mencolek pipi Maura.
"Mau " jawab Maura malu-malu.
"Tapi kakak perginya pake motor " ucap Marvin.
"Tidak apa-apa " jawab Maura sambil turun dari sofa kemudian mengikuti Marvin untuk mengambil motornya.
"Pegangan pinggang kakak yang kencang " Marvin mengambil tangan Maura agar memeluk pinggangnya. Maura pun menurut.
"Marvin.. hati-hati bawa anak kecil jangan ngebut " Mikha mengingatkan putranya sebelum motor Marvin melaju meninggalkan halaman rumah.
Setelah sampai di kios penjual martabak, Marvin pun memesan dua porsi martabak, satu untuk Papihnya dan satu lagi untuk pelayan di rumahnya.
__ADS_1
Pada saat menunggu pesanan, Marvin melihat Maura melirik kearah toko kue yang ada persis di sebelah kios martabak.
"Kakak Maura mau beli kue disana ?" tanya Marvin.
Maura menatap kearah Marvin seolah takut untuk menjawab.
"Ayok kita kesana.." Marvin menuntun Maura menuju toko kue.
"Pilih saja yang mana yang kamu suka " Marvin menunjukkan beberapa kue yang terpajang di etalase.
"Aku mau yang ini " Maura menunjuk pada carrot cake.
Marvin pun membelikan carrot cake untuk Maura. Setelah membeli kue untuk Maura, mereka pun kembali ke kios martabak. Kebetulan pesanan mereka sudah jadi.
Setelah membayar Marvin pun membawa Maura pulang.Ketika akan pulang Maura meminta untuk duduk didepan. Akhirnya Marvin pun membiarkan Maura duduk di depan.
"Rambut kakak Maura wangi " puji Marvin ketika rambut indah bocah itu berkibar tertiup angin dan mengenai hidungnya.
"Aku kan tadi siang habis dari salon sama Mommy dan dedek " jawab Maura.
"Oh jadi waktu tadi ketemu waktu makan itu dari salon ?" tanya Marvin
"Iya " jawab Maura.
"Mommy kamu memang hoby nyalon nanti kamu juga kalau sudah besar pasti suka nyalon seperti Mommy kamu " ujar Marvin.
"Iya..biar cantik dan wangi " jawab Maura.
Setibanya di rumah Maura langsung turun dari motor sambil menenteng carrot cake nya.
"Kakak Maura beli apa ?" tanya Mikha sambil mengintip isi plastik ditangan Maura.
"Carrot cake Mamih..dibelikan sama kakak Marvin " jawab Maura.
"Tumben akur " bisik Adam ditelinga Mikha.
"Yang salah Marvin Bang..dia yang suka iseng makanya Maura marah " jawab Mikha.
"Iya " jawab Adam.
*
Hari ini Wisnu dan Adam pergi ke Kalimantan dengan penerbangan pertama. Millie tidak sempat mengantarkan ke bandara karena harus mengantarkan Maura ke sekolah karena sopir mereka sedang tidak ijin istrinya melahirkan.
Setelah mengantarkan Maura ke sekolah, Millie melanjutkan mengantar Mile bersama pengasuhnya ke rumah orangtuanya sebelum ia pergi ke kantor.
Sebelum pergi ke Kalimantan Wisnu berpesan agar Millie dan anak-anak menginap di rumah mertuanya.
Karena Millie yang sedang banyak pekerjaan dan tidak sempat menjemput Maura akhirnya Millie meminta Marvin untuk menjemput Maura di sekolah karena kebetulan Marvin sekolah siang.
__ADS_1
"Kenapa kakak Marvin yang jemput bukan Mommy ?" tanya Maura sambil naik ke dalam mobil.
"Mommy kamu sedang sibuk di kantor " jawab Marvin sambil membantu Maura memasang seatbelt nya.
"Mau jajan dulu tidak ?" tanya Marvin.
"Mau..mau.." jawab Maura senang.
Marvin membawa Maura ke sebuah pusat jajanan. Disana Marvin membelikan Maura banyak jajanan. Marvin membelikan semua jajanan yang Maura mau.
Setelah membeli banyak jajanan mereka pun melanjutkan perjalanan. Namun di jalan Maura meminta Marvin mengantarkan nya ke kantor Millie.Marvin pun menuruti keinginan gadis kecil yang cantik itu.
Millie yang sedang sibuk di ruang kerjanya kaget dengan kedatangan Marvin dan Maura yang tiba-tiba.
"Maura ingin diantarkan kesini " ujar Marvin.
"Aku ingin tau tempat kerja Mommy dan Papih " ujar Maura sambil melendot kearah Millie.
"Ternyata kantor Papih dan Mommy besar ya " puji Maura
Setelah mengantarkan Maura ke kantor Millie, Marvin pun pamit pulang karena sebentar lagi akan sekolah.
Selama Maura berada di ruang kerja Millie ia terlihat anteng makan jajanan yang tadi dibelikan oleh Marvin.
Gadis kecil itu sama sekali tidak mengganggu Millie yang sibuk dengan komputer dan setumpuk berkas.
"Kakak mau makan sesuatu biar mommy pesankan " Millie menghentikan sejenak pekerjaannya.
"Aku mau ayam goreng Mom " pinta Maura.
Millie menyuruh sekertaris nya agar memesankan ayam goreng lengkap dengan nasinya untuk Maura.
Tidak sampai setengah jam seorang OB pun datang mengantarkan pesanan Maura.
"Mommy kerja saja.. biar aku makan sendiri " Maura menolak ketika Millie akan menyuapinya makan.
"Terimakasih Sayang..kakak memang anak yang pintar dan mandiri " puji Millie sambil mencium kening Maura.
Millie melanjutkan pekerjaannya sambil sesekali mengawasi Maura. Melihat Maura makan dengan lahap sambil sesekali menatap kearahnya dengan senyum manisnya membuat rasa sayang Millie kepada anak itu semakin tumbuh dan tumbuh.
Selesai makan Millie menyuruh Ob kembali membereskan bekas makan Maura sehingga mejanya kembali bersih.
Setelah semua pekerjaannya selesai, Millie pun membawa Maura pulang.
"Kakak apakah tidak bosan berada di kantor bersama Mommy ?" tanya Millie.
"Tidak..kakak malah senang " jawab Maura.
"Mommy besok aku pulang sekolah mau ke kantor Mommy lagi " pinta Maura.
__ADS_1
"Boleh..nanti Mommy bawa baju kakak biar bisa ganti baju disana " jawab Millie.
"Iya Mom " jawab Maura senang.