My Baby Sitter

My Baby Sitter
4


__ADS_3

Gyuri sedang menyiram berbagai tanaman hias milik Nyonya Jeon di taman depan, ia bersenandung dengan irama lagu yang terdengar dari handset yang terhubung dengan ponselnya. Seharian ini Jungkook tidak ada menyulitkannya, itu jugalah yang menjadi pemicu menyapa ia terlihat happy.


Sementara di kamar Jungkook, pemuda itu terlihat mengutak-atik sesuatu dengan serius. Selepas ia sarapan pagi ini, ia segera kembali ke kamarnya tanpa sepatah katapun menyapa Gyuri dengan ucapan pedasnya. Jungkook sedang tidak mood untuk menaikkan emosi gadis itu, saat ini ia hanya fokus pada benda yang sedari tadi menjadi fokus utamanya. Yaitu layar ponselnya yang sedang berlangsung sebuah Game terbaru ...


"Ckckck... Sial! game over you lose, dasar ponsel bodoh." Jungkook membuang ponselnya ke ranjang dengan emosi yang memuncak.


Tok! Tok! Tok!


"Tuan, jam makan siang anda sudah terlewati dan anda masih belum keluar dari kamar ..."


"Baiklah, antarkan aku sekarang makan siang! cerewet sekali," gerutu Jungkook.


Saat Gyuri sedang mendorong kursi roda Jungkook, tiba-tiba terdengar suara bell pintu rumah berbunyi nyaring.


"Aku bisa sendiri ke ruang makan, kau buka saja pintunya. Sebelum pintu itu jebol karena sikap tidak sabaran tamu tidak di undang," titah Jungkook sambil menggerakkan kursi rodanya sendiri.


Ting ... Toong ...


Ting ... Toong ...


"Iya ... Sebentar," teriak Gyuri yang berlari kecil menuju depan.


Cekllek ...


Saat pintu terbuka, Gyuri di kejutkan oleh kehadiran dua makhluk tampan di hadapannya. Kedua pemuda itu hanya tersenyum menatap Gyuri yang gagal loading, hingga salah satunya melambaikan tangannya di depan wajah Gyuri.


"Anda baik-baik saja Nona?"


"A ... aa i-iya ... maafkan saya, tapi kalian siapa dan ada keperluan apa?"


"Kami hanya ingin mengunjungi Jungkook Hyung saja, apa dia ada?"

__ADS_1


"Ada, silakan masuk."


Gyuri mempersilakan kedua tamu itu untuk masuk dan mempersilahkan mereka menunggu di ruang tamu. Gyuri segera menemui Jungkook yang sedang menikmati makan siangnya, ia bahkan tidak merasa penasaran terhadap tamu yang datang karena sebelumnya ia sudah menduga bahwa sepupunya akan datang dalam waktu dekat ini.


"Tuan ..."


"Suruh saja dia kemari, dan menemaniku makan siang." Jungkook menyela ucapan Gyuri tanpa menatap gadis itu.


"Hah... baiklah," Gyuri segera menemui tamu-tamu itu dan membawa keduanya ke ruang makan.


***


Mereka kini tengah menikmati makan siang bersama dengan makanan yang Gyuri masak tadi. Hansung dan Hanbin memakan makanannya dengan lahap sambil bersenda gurau, sementara Jungkook hanya menanggapi sedikit-sedikit dengan tersenyum. Gyuri sempat bingung akan siapa tamu yang tak diundang tersebut, tapi Gyuri memilih diam dan melayani Jungkook dengan baik, setelah itu baru ia duduk disamping kiri Jungkook, memang biasanya di situ ia duduk jika menemani tuannya makan. Namun, ada satu hal yang membuatnya tak nyaman sepupu dari tuan mudanya terus saja menatapnya sehingga membuat Gyuri risih. Ketidak-nyamanan Gyuri diketahui oleh Jungkook, ia juga tau sumbernya.


"Berhentilah menatapnya dengan muka mesummu itu Hansung ah, itu membuatnya tidak nyaman!" Tegas Jungkook dingin, ia tidak suka ada pria lain menatap Gyuri dengan nafsu yang ketara.


"Hahaha ... Mian Hyung. Habisnya pelayanmu cantik dan sexi sekali," ujar Hansung tanpa segan. Karena ucapannya itu ia mendapat tatapan tajam dari Jungkook.


Setelah selesai acara makan siang yang menegangkan, Hansung minta Jungkook menemaninya berenang dengan alasan gerah.


Hanbin tau Hansung berniat melenyapkan Jungkook, seberapa brengseknya pemuda itu namun ia tak dapat melakukan apapun.


Termasuk dengan kejadian beberapa tahun yang lalu, Hanbin tau kalau Hansung lah yang telah mensabotase rem mobil milik Jungkook yang adalah sepupunya sendiri hingga hampir saja pemuda itu merenggang nyawa. Namun, Hanbin hanya bisa diam dan melihat, ia terlalu takut untuk ikut campur, takut kalau akhirnya ia lah yang akan dilenyapkan.


Back to story


Saat ini Gyuri tengah membawa minuman segar dan menuju ke kolam renang, ia ke dapur dulu atas permintaan Hansung yang meminta jus jeruk untuk mereka berdua.


Namun saat Gyuri kembali, ia hanya melihat Hansung saja yang sedang berdiri menatap kolam renang. Entah mengapa perasa'annya menjadi tidak enak.


"Hansung ah, di mana tuan muda?" tanya Gyuri sambil meletakan bawa'annya dimeja terdekat kolam renang.

__ADS_1


"Kenapa mencarinya bukankah ada aq di sini?" kata Hansung sambil menghampiri Gyuri membuat gadis itu waspada.


"Aku tanya sekali! Di mana Jungkook! Dia tanggung jawabku makanya aku mencarinya." Tegas Gyuri.


"Mungkin sudah mati, aq lihat tadi ia dan kursi rodanya masuk ke dalam kolam," kata Hansung sambil beranjak pergi dari sana.


"Tidak mungkin," lirih Gyuri sambil berjalan mendekati pinggir kolam tepat di mana hansung berdiri tadi.


Gyuri benar-benar terkejut, karena apa yang di katakan Hansung itu benar. Tanpa banyak ba bi bu lagi Gyuri segera melepaskan celana jeans dan jaket yang ia gunakan, ia segera melompat masuk ke dalam kolam yang sialnya lumayan dalam. Akhirnya ia berhasil mencapai dasar kolam dan segera membawa tubuh tuan mudanya yang sudah tak sadarkan diri kepermuka'an


Gyuri berhasil membawa tubuh Jungkook ke atas permukaan air dan dengan susah payah mengangkatnya ke tepi kolam renang.


Ia melihat wajah tuan mudanya sangat pucat dan dengan segera ia melakukan CPR. Namun, tak berhasil membuat tuan mudanya sadar. Akhirnya jalan lain diambilnya, ia berkali-kali memberi nafas buatan sehingga ia sendiri tersengal-sengal, namun di detik selanjutnya nafas buatan Gyuri berhasil.


Jungkook terbatuk hebat dan keluar air cukup banyak dari mulutnya, saat sadar Jungkook terkejut. Pasalnya saat ini Gyuri tengah memeluknya erat sambil menangis. Entah mengapa Jungkook merasa nyaman dipelukan gadis yang telah menyelamatkan hidupnya ini.


"Sudah, jangan menangis eoh." Jungkook mengelus punggung Gyuri pelan.


"Aku sangat takut kau tak selamat tuan muda," isak Gyuri sambil menangis dan masih memeluk Jungkook.


Bahkan gadis itu tidak sadar jika saat ini ia tengah tak berpakaian lengkap, hanya sepasang pakaian dalam dan kaos yang transparan yang kini dalam keadaan basah. Hal itu tentu membuat Jungkook harus extra menahan nafsunya agar tak menyerang Gyuri di sini.


"Bisa bantu aku kedalam, kau tau kalau kursi rodaku ..."


"Tentu tuan," potong Gyuri .


Walau susah payah Gyuri tetap memapah tubuh Jungkook yang lemas akibat tenggelam. Ia segera mendudukan tubuh tuan mudanya di sofa, Gyuri bingung apa harus dia yang melepaskan pakaian basah yang melekat di tubuh tuan mudanya.


"Apa yang kau lamunkan? Cepat bantu aq. Pakaian ini membuatku menggigil," gumam Jungkook pelan, pandangan matanya sayu.


Akhirnya dengan terpaksa ia mulai melepaskan satu persatu pakaian tuan mudanya, dengan tangan gemetaran Gyuri menyelesaikan dengan cepat. Kini Jungkook sudah terlihat lebih nyaman setelah pakaiannya di ganti. Walau setengah sadar, Jungkook tahu Gyuri gugup sekali, tapi ia tetap menutup matanya, ia tak mau kelepasan dan berakhir membuat Gyuri mendesah di bawah tubuh nya. Tampilan Gyuri saat ini benar-benar menggoda iman Jungkook.

__ADS_1


Begitu juga dengan Gyuri, matanya kecanduan melihat tubuh yang begitu sempurna, belum lagi abs nya yang seperti memanggilnya untuk menyentuh. Benar-benar nikmat tuhan untuk dicicipi atau dirasakan.


"Aduh ..." Gyuri mengaduh pelan karna kepalanya baru saja terkena hadiah dari tangannya sendiri untuk menghentikan fantasi liarnya terhadap sang tuan muda.


__ADS_2